Kemendag Akan Perbaiki 1.003 Pasar Tradisional Tahun Ini

"Memang lebih mengeluarkan energi (pendampingan ke pasar) daripada di kantor saja. Tetapi berpuluh tahun mereka tidak berubah karena tidak ada pendampingan," kata Jokowi.
Ameidyo Daud Nasution
21 Februari 2017, 13:20
Pasar Tradisional
Arief Kamaludin|KATADATA

Kementerian Perdagangan (Kemendag) berencana merevitalisasi sekitar 1.003 unit pasar tradisional tahun ini. Langkah ini merupakan bagian dari pelaksanaan program pembangunan pasar rakyat yang telah digagas sejak awal Kabinet Kerja pada tahun 2014.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, jumlah unit pasar tradisional yang direvitalisasi tersebut akan menambah realisasi perbaikan pasar pada tahun lalu yakni 1.776. Jadi, pemerintah melalui Kemendag menargetkan sebanyak 2.779 unit pasar tradisional telah direvitalisasi pada akhir tahun nanti.

"Tahun ini kami kejar 1.003 unit, apalagi ini salah satu mandat utama Presiden (Joko Widodo) kepada kami," kata Enggar saat pembukaan Rapat Kerja Nasional Kementerian Perdagangan 2017 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (21/2). Demi mencapai target tersebut, dia mengatakan, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 3 triliun yang dialokasikan dalam Dana Alokasi Khusus (DAK).

Menurut Enggar, program revitalisasi pasar ini merupakan bagian dari upaya membuat pedagang pasar menjadi lebih kompetitif dengan lokasi yang lebih bagus. "Memang kami diminta perhatikan soal pedagang kecil ini."

Sedangkan Presiden Joko Widodo mengingatkan revitalisasi pasar tradisional merupakan langkah awal pembenahan sistem perdagangan tradisional. Melalui revitalisasi, Kemendag juga harus maju ke tahap selanjutnya yakni pembenahan manajemen serta pendampingan kepada pedagang.

"Memang lebih mengeluarkan energi (pendampingan ke pasar) daripada di kantor saja. Tetapi berpuluh tahun mereka tidak berubah karena tidak ada pendampingan," katanya.

Jokowi mengatakan, pendampingan dan pembenahan manajemen bisa dilakukan dengan cara yang sederhana. Contohnya adalah penataan barang dagangan yang tidak kalah dengan sistem penataan yang ada di etalase dan rak supermarket.

Selain itu, cara melayani konsumen ataupun seragam untuk pedagang juga perlu diperhatikan. "Berapa sih anggaran untuk membelikan seragam ? Sangat kecil apabila dibandingkan anggaran Kemendag," ujar Jokowi.

 

Editor: Yura Syahrul
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait