"Kawal" Proyek Tol, Badrodin Haiti Ditunjuk Jadi Komut Waskita

"Kami merasa ini Pak Badrodin bisa bantu untuk persuasif agar semua pihak memahami bahwa kepentingan publik harus diutamakan," kata Rini Soemarno.
Image title
28 November 2016, 18:58
Waskita
Arief Kamaludin|KATADATA

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno ternyata punya kepentingan khusus menunjuk mantan Kapolri Jenderal (Purn) Badrodin Haiti sebagai Komisaris Utama PT Waskita Karya Tbk. Kepentingan atau tujuannya adalah agar proyek-proyek infrastruktur perusahaan BUMN itu bisa berjalan lancar dan tidak tersandung persoalan hukum.

Menurut Rini, Waskita Karya saat ini banyak membangun jalan tol. Bahkan, proyeknya lebih banyak dibandingkan perusahaan sejenis yang lebih lama di bisnis jalan tol yaitu PT Jasa Marga Tbk. Saat ini, Waskita membangun proyek jalan tol sepanjang 500 kilometer (km) di Sumatera. Proyek tersebut masih akan bertambah sepanjang 285 km. 

Berdasarkan paparan Bappenas, ada 12 proyek jalan tol yang digarap oleh anak usaha Waskita, yakni PT Waskita Toll Road. Ruas tol tersebut yaitu tol Cinere – Serpong, Cimanggis – Cibitung, Ciawi – Sukabumi, Pejagan – Pemalang, dan Batang – Semarang. Selain itu, ruas Ngawi – Kertosono, Depok – Antasari, Bekasi – Cawang – Kampung Melayu dan Kanci – Pejagan. Ada pula ruas Pemalang – Batang, Solo – Ngawi, serta Pasuruan – Probolinggo.

Namun, layaknya proyek infrastruktur, Waskita kerap menemui masalah seperti pembebasan lahan. Karena itu, Rini menilai Badrodin merupakan orang yang tepat untuk membantu mengawasi proyek-proyek Waskita, khususnya yang terkait dengan jalur hukum.

Advertisement

(Baca: Waskita Jajaki Dana Pensiun dan BPJS Biayai Tol Trans Jawa)

Apalagi, ke depan, menurut dia, Waskita akan banyak berurusan hukum dengan perusahaan perkebunan swasta terkait pembebasan lahan untuk proyek infrastruktur. "Jadi kami merasa ini Pak Badrodin bisa bantu untuk persuasif agar semua pihak memahami bahwa kepentingan publik harus diutamakan," kata Rini saat kunjungan kerja di Cirebon, Jawa Barat, Senin (28/11), seperti dikutip dari Detik.com dan dibenarkan oleh staf humas Kementerian BUMN.

Seperti diketahui, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Wsskita pada Jumat lalu (25/11) menetapkan Badrodin Haiti sebagai komisaris utama perusahaan. Badrodin menggantikan Muhammad Hasan yang masa tugasnya sebenarnya baru rampung tahun depan.

(Baca: Cari Rp 5,1 Triliun, Waskita Lepas Saham Anak Usaha)

Rini mengakui Badrodin merupakan usulannya sendiri. Sebab, dia menerima keluhan dari Direktur Utama Waskita M. Choliq yang  kesulitan menghadapi banyak persoalan hukum terkait pembebasan lahan. "Jadi waktu itu direksi datang ke kami dan menyampaikan keluhan, butuh orang yang punya pengaruh. Ya udah dapatlah nama Badrodin. Jadi Pak Choliq sedikit frustasi sehubungan dengan itu," katanya.

 

Editor: Yura Syahrul
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait