Pasokan Aman, Pemerintah Jamin Harga Pangan Stabil Akhir Tahun

Harga daging sapi masih tinggi, padahal pemerintah telah berupaya menekan harganya sejak sebelum Hari Raya Idul Fitri pada Juli lalu.
Miftah Ardhian
18 Oktober 2016, 16:21
Beras pangan
Arief Kamaludin|KATADATA

Pemerintah mengklaim ketersediaan pasokan bahan pangan mencukupi sehingga harganya akan dapat dikendalikan sampai tiga bulan ke depan atau akhir tahun ini. Selain itu, pemerintah telah menyiapkan strategi untuk mengguyur pasar dengan berbagai komoditas pangan agar harga di pasaran tidak lagi naik.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjelaskan, stok bahan utama pangan yakni beras mencukupi hingga bulan Mei tahun depan. Sampai saat ini, masih ada stok sebanyak 2 juta ton beras yang cukup untuk kebutuhan beras keluarga sejahtera (rastra). Dengan begitu, pemerintah menjamin harga beras dapat dikendalikan hingga awal tahun depan.

"Alhamdulillah ada penurunan 0,9 persen harga beras sekarang," ujar Amran usai mengikuti rapat koordinasi mengenai bahan pangan yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (18/10).

(Baca: Setop Politisasi Harga, Mari Elka Usul Aturan Baku Impor Pangan)

Advertisement

Selain itu, Amran menyatakan, pasokan bawang juga mencukup sehingga harganya dapat stabil. Pasokan ini didukung oleh produksi bawang nasional yang terus meningkat. Alhasil, saat ini, pemerintah justru mendorong ekspor salah satu komoditas pangan tersebut. "Dengan membanjirnya pasokan, membuat harga bawang ini cenderung menurun," ujarnya.

Yang menjadi kekhawatiran pemerintah saat ini adalah harga cabai di pasaran. Amran melihat, kenaikan harga cabai ini akibat musim hujan yang diperkirakan berlangsung sampai akhir tahun ini.

Namun, dia menambahkan, pemerintah telah menyiapkan strategi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Strateginya adalah menugaskan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu Perum Bulog untuk menyerap seluruh produksi petani.

"Kami sepakat menugaskan BUMN untuk menyerap sehingga rantai pasokannya bisa lebih pendek, Karena harganya naik di atas 100 persen, disparitasnya 100 persen lebih," ujar Amran. (Baca: Menteri Perdagangan Tetapkan Harga Acuan 7 Komoditas Pangan)

Untuk menghadapi musim hujan ini, pemerintah mengantisipasi agar produksi cabai tidak berkurang. Caranya, membuat lumbung-lumbung cabai di beberapa kabupaten, salah satunya di Malang, untuk menyuplai kebutuhan di Jabodetabek. "Kementerian Pertanian juga menjaga produksi pada saat off season ini," katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan memprediksi pasokan dan harga komoditas pangan hingga akhir tahun relatif stabil. Namun, yang menjadi perhatian adalah harga daging sapi yang masih tinggi. Padahal, pemerintah telah berupaya menekan harga daging sapi sejak sebelum Hari Raya Idul Fitri pada Juli lalu.

Karena itulah, pemerintah akan mengevaluasi kembali persoalan tingginya harga daging ini. "Ini yang akan kami petakan, kemarin hasil impor dan stok dalam negeri segala macam lagi dievaluasi," ujar Nurwan. (Baca: Menteri Sri Mulyani Waspadai Efek Deflasi Agustus)

Ia mengatakan, pemerintah tidak akan segan-segan melakukan impor daging sapi kembali jika memang permintaan masih tinggi dan harga tidak turun. Impor ini diperlukan untuk terus mengguyur pasar agar stok daging sapi berlimpah. 

Editor: Yura Syahrul
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait