Presiden Pilih Ignasius Jonan Jadi Menteri ESDM

Selain Arcandra Tahar, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto juga dikabarkan berpeluang menjabat Wakil Menteri ESDM.
Arnold Sirait
14 Oktober 2016, 12:28
Ignasius Jonan
Arief Kamaludin|KATADATA

Presiden Joko Widodo rencananya akan melantik Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang baru pada Jumat siang (14/10) ini. Selain itu, Presiden juga akan menunjuk wakil menteri untuk mendampingi Menteri ESDM.

Rencananya, Menteri ESDM dan wakilnya akan dilantik oleh Presiden di Istana Negara, Jakarta, pukul 13.30 WIB, Jumat (14/10). Berdasarkan informasi yang diperoleh Katadata, posisi Menteri ESDM akan diisi oleh Ignasius Jonan yang sebelumnya telah diberhentikan Presiden sebagai Menteri Perhubungan pada 27 Juli lalu.

Informasi ini juga diperkuat oleh sumber Katadata di lingkungan Kementerian ESDM. "Saya dengar begitu. Siang ini pelantikannya," katanya. (Baca: Pastikan Menteri ESDM dari Profesional, Jokowi Sebut Arcandra)

Sedangkan posisi Wakil Menteri ESDM, menurut sumber Katadata,  akan ditempati oleh Arcandra Tahar. "Kemungkinannya begitu," katanya. Namun, sumber lain menyatakan, calon lain berpeluang menduduki posisi wakil menteri tersebut. "Ada juga peluang Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto," katanya.

Advertisement

Sekadar informasi, sebelumnya Arcandra menjadi salah satu kandidat kuat Menteri ESDM. Bahkan, Kamis kemarin, Presiden sempat menyebut nama Arcandra sebagai salah satu kandidat yang dipertimbangkan menduduki posisi nomor 1 di Kementerian ESDM.

Sebelumnya, Jokowi mengangkat Arcandra sebagai Menteri ESDM menggantikan Sudirman Said pada 27 Juli lalu. Namun, Arcandra hanya memangku jabatan itu selama 20 hari. (Baca: Jokowi Lantik Menteri ESDM Siang Ini, Arcandra Kandidat Wamen)

Pada 15 Agustus lalu, Presiden memberhentikan Arcandra karena diterpa kabar status kewarganegaraan Amerika Serikat (AS) sejak tahun 2012. Kemudian, Presiden mendapuk Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Plt Menteri ESDM. Belakangan, peluang Arcandra kembali ke pemerintahan terbuka lebar setelah mengantongi surat peneguhan status kewarganegaraan Indonesia (WNI) dari Kementerian Hukum dan HAM pada 1 September lalu.

Editor: Yura Syahrul
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait