Luhut Batasi Inpex 8 Bulan Buat Rencana Pengembangan Masela

"Kami banyak bicara bagaimana proyek ini bisa berjalan. Kami sepakat kalau proyek ini harus investable dan punya manfaat sebesar-besarnya bagi negara."
Miftah Ardhian
5 September 2016, 18:06
Blok Masela
Arief Kamaludin | Katadata

Pelaksana tugas (Plt) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luhut Binsar Panjaitan terus mendorong Inpex Corporation untuk mempercepat proses pengembangan Blok Masela agar segera beroperasi. Bahkan, dia memberi tenggat waktu untuk menyelesaikan rencana pengembangan atau Plan of Development (PoD) blok kaya gas di Laut Arafura itu dalam waktu delapan bulan.

"Revisi PoD dari (skema) offshore ke onshore, saya minta delapan bulan. Dimulai sejak besok dia (Inpex) mengajukan draf revisi proposal soal berapa keuntungannya," ujar Luhut usai bertemu dengan pinpinan Inpex di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin (5/9).

Dalam pertemuan tersebut, Luhut tidak hanya meminta Inpex mempercepat penyelesaian revisi PoD Blok Masela. Namun, ada beberapa hal lain yang prosesnya dinilai dapat dipercepat. Ia mencatat, setidaknya ada tiga tahapan pengembangan Blok Masela yang bisa segera diselesaikan. (Baca: Luhut Dorong Proyek Masela Gunakan Produk Pipa Dalam Negeri)

Pertama, pengerjaan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Inpex semula menjadwalkan proses tersebut dalam waktu tiga tahun. Namun, Luhut meminta prosesnya dipercepat menjadi hanya satu setengah tahun.

Advertisement

Kedua, penghitungan tingkat pengembalian investasi atau Internal Rate of Return (IRR). Luhut meminta Inpex tetap mendapatkan IRR sebesar 15 persen sehingga tetap menggairahkan investasi di sektor hulu migas.

Ketiga, perhitungan cadangan gas yang tersedia di Blok Masela. Luhut mengaku masih membahas hal tersebut bersama dengan Inpex. Penyebabnya, ada perbedaan perhitungan antara Luhut dengan Inpex. Namun, dia menjanjikan akan segera menyelesaikan persoalan tersebut.

Ditemui di tempat yang sama, Juru Bicara Inpex Usman Slamet mengaku pertemuannya dengan Luhut untuk membahas upaya percepatan pengembangan Blok Masela. Karena itu, Inpex akan terus menjalin komunikasi dengan Luhut beserta timnya. (Baca: Inpex: Nilai Investasi Blok Masela Tergantung Kondisi Pasar)

"Dengan beliau, kami banyak bicara bagaimana proyek ini bisa berjalan. Kami sepakat kalau proyek ini harus investable dan punya manfaat sebesar-besarnya bagi negara," ujar Usman. 

Di sisi lain, dia menegaskan, permintaan percepatan penyelesaian PoD Blok Masela tersebut harus tetap mengacu pada koridor hukum yang berlaku. Namun, Usman membantah, kalau pembicaraan kali ini menyangkut nilai investasi yang diklaim Luhut dapat diturunkan menjadi US$ 15 miliar.

Sebelumnya, Luhut mengatakan investasi Blok Masela bisa turun dari US$ 22 miliar menjadi US$ 15 miliar. Peluang ini berdasarkan laporan yang diperolehnya dari Menteri ESDM sebelumnya, Arcandra Tahar. (Baca: Menteri Luhut Klaim Inpex Setuju Pangkas Investasi Blok Masela)

Namun, Inpex menganggap nilai investasi pengembangan Blok Masela masih belum final. Vice President Corporate Services Inpex Nico Muhyiddin mengatakan, nilai US$ 15 miliar itu didasarkan pada kondisi sekarang. “Biaya pembuatan sering berubah berdasarkan market. Jadi perhitungan berdasarkan market saat ini,” kata dia, 23 Agustus lalu.

 

 

Editor: Yura Syahrul
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait