Wiranto: Pemerintah Butuh Waktu Dalami Kewarganegaraan Arcandra

"Jadi biar utuh, biar masalah ini clear. Kami sangat hati-hati dalam melakukan penjelasan."
Miftah Ardhian
15 Agustus 2016, 16:58
Pelantikan Kabinet Kerja
Biro Pers Setpres

Pemerintah masih membutuhkan waktu untuk mendalami kabar status kewarganegaraan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar. Pendalaman itu menyangkut berbagai aspek sehingga pemerintah harus berhati-hati menjelaskan persoalan tersebut kepada masyarakat.

Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan, pemerintah menyadari tanggapan yang saat ini beredar di masyarakat, termasuk pandangan dari para pakar, terkait status kewarganegaraan Arcandra.

Namun, pemerintah hingga kini masih membutuhkan waktu untuk mendalaminya lantaran harus mempelajarinya berbagai aspek. Sebab, Wiranto menilai, masalah tersebut sangat penting, yang terkait dengan kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

(Baca: Menteri Arcandra Tersandung Kabar Status Warga Negara Amerika)

Advertisement

Dengan begitu, pemerintah bisa menjelaskan kepada masyarakat mengenai masalah tersebut secara komperhensif dan tidak sepotong-sepotong. “Jadi biar utuh, biar masalah ini clear. Kami sangat hati-hati dalam melakukan penjelasan,” kata Wiranto seusai bertemu dengan Arcandra di kantor Kementerian Koordinator Polhukam, Jakarta, Senin (15/8) siang.

Wiranto enggan menjelaskan lebih jauh mengenai kabar kepemilikan paspor Amerika Serikat (AS) oleh Arcandra. ”Ini kan baru pendalaman. Ini dilakukan pendalaman oleh pemerintah. Kalau sudah selesai, pasti dijelaskan,” katanya.

Selanjutnya, Wiranto mengaku akan ke Istana Negara, Jakarta, untuk membahas persoalan tersebut. “Izinkan saya ke Istana untuk mendapat penjelasan. Nanti dijelaskan.” (Baca: Sibuk Rapat, Arcandra Masih Bungkam Soal Kewarganegaraan Amerika)

Padahal, sebelumnya seperti dilansir Kompas.com, Wiranto mengatakan, Arcandra telah melepas status kewarganegaraan Amerika Serikat seiring menerima tawaran sebagai Menteri ESDM. Jadi, Arcandra kini hanya memiliki paspor Indonesia.

"Itu membuktikan dia memiliki nasionalisme yang bagus dan bersedia mengabdi untuk kepentingan bangsa. Karena itu, Ia melakukan proses melepaskan kewarganegaraan AS dengan menyatakan sumpah serta menyerahkan paspor Amerika-nya."

Sejak Sabtu (13/8) lalu, Arcandra memang didera kabar tak sedap. Ia dikabarkan telah menjadi warga negara AS melalui proses naturalisasi pada Maret 2012. Padahal, undang-undang melarang warga negara asing (WNA) diangkat menjadi menteri. 

Berdasarkan informasi yang diperoleh Katadata, persoalan status kewarganegaraan Arcandra ini baru mencuat pekan lalu. Presiden Joko Widodo sempat memanggil Arcandra ke kompleks Istana Negara, Jakarta, Kamis pekan lalu. Pada Sabtu pagi (13/8) lalu, Arcandra juga menemui Presiden.

Wakil Presiden Jusuf Kalla juga membenarkan pemerintah tengah membahas persoalan tersebut. Namun, seperti dikutip dari Kompas.com, Minggu (14/8), Kalla meminta masyarakat menunggu penjelasan pemerintah.

Sedangkan Presiden menolak menjelaskan perihal kabar itu. Seusai menghadiri pembukaan Jambore Nasional X di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, Minggu kemarin, Jokowi menyerahkan penjelasan soal itu kepada Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

(Baca: Sinyal Amien Dicopot, Arcandra Gelar Rapat Komite Pengawas SKK Migas)

Menurut Pratikno, Arcandra adalah pemegang paspor Indonesia. "Ia masuk ke Indonesia menggunakan paspor Indonesia. Paspor Indonesia Arcandra masih berlaku sampai 2017," katanya. Namun, Pratikno tidak menjelaskan status kewarganegaraan Arcandra saat ini dan kabar mengenai kewarnegaraan Amerika yang dikantonginya pada 2012 lalu.

Seusai peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia di Kementerian ESDM, Minggu (14/8) lalu, Arcandra sempat menegaskan hingga saat ini dirinya adalah warga negara Indonesia (WNI), bukan warga negara Amerika.

“Saya tuh orang Padang asli, istri saya juga orang Padang asli, lahir dan besar di Padang. Cuma pas kuliah S2 dan S3 saya kuliah di Amerika,” ujarnya, seperti dikutip dari situs Kementerian ESDM. “Saya pergi ke Amerika tahun 1996, sampai saat sekarang saya masih memegang paspor Indonesia dan paspor saya masih valid."

Editor: Yura Syahrul
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait