Harga Minyak Naik, ESDM Tak Jadi Revisi Harga ICP di APBN-P 2016

Sebelumnya, pemerintah berencana mengubah beberapa asumsi makroekonomi dalam APBN-P 2016. Salah satunya asumsi harga ICP US$ 50 per barel, direvisi menjadi US$ 35 per barel.
Anggita Rezki Amelia
30 Mei 2016, 19:28
minyak
Katadata

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kemungkinan membatalkan rencana revisi asumsi harga minyak Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) dalam Anggaran Pendapatan dan belanja Negara (APBN) Perubahan 2016. Penyebabnya, belakangan ini, harga minyak dunia kembali merangkak naik hingga sempat menyentuh level US$ 50 per barel.  

Kepala Pusat Komunikasi Kementerian ESDM Sudjatmiko mengatakan, pihaknya  masih terus memantau perkembangan pasar minyak dunia untuk memutuskan asumsi harga ICP dalam APBN-P 2016. Pemantauan tersebut dilakukan sampai bulan Juni nanti seiring dengan rencana pemerintah mengajukan revisi APBN 2016 kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Namun, Kementerian ESDM kemungkinan tidak jadi mengubah besaran asumsi harga ICP jika melihat tren kenaikan harga minyak dunia belakangan ini. “Apabila tren (kenaikan harga) ini berlanjut maka ICP kemungkinan tidak berubah," kata Sudjatmiko kepada Katadata, Senin (30/5).

Awalnya, setelah Sidang Kabinet Paripurna pada 7 April lalu, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan ada beberapa asumsi makroekonomi yang diubah dalam APBN-P 2016. Salah satunya adalah asumsi harga ICP yang sebesar US$ 50 per barel.

(Baca: Kejatuhan Harga Minyak Perlebar Defisit Anggaran 2016)

Rencananya, asumsi harga ICP dipangkas menjadi US$ 35 per barel seiring tren rendahnya harga minyak dunia. Sejak awal tahun ini, harga minyak dunia memang terus melorot hingga menyentuh level terendah US$ 27 per barel pada Februari lalu.

Sedangkan tahun depan, pemerintah memasukkan harga ICP dalam Rancangan APBN 2017 sedikit lebih tinggi, yaitu US$ 35-45 per barel. Proyeksi ini mengacu kepada permintaan minyak yang diperkirakan meningkat seiring dengan kenaikan kebutuhan energi dalam rangka pemulihan ekonomi global. Di sisi lain, kenaikan permintaan tidak disertai tambahan pasokan minyak dunia, baik dari kelompok negara-negara pengekspor minyak (OPEC) ataupun non-OPEC.

Sedangkan dalam beberapa pekan terakhir ini, harga minyak dunia kembali bangkit (rebound). Di pasar spot pada Senin ini (30/5), harga minyak jenis West Texas Intermediat (WTI) untuk kontrak pengiriman Juli 2016 sebesar US$ 49,19 per barel. Sedangkan harga minyak jenis Brent US$ 49,09 per barel.

(Baca: Permintaan Tinggi, Harga Minyak Indonesia April Naik US$ 3 per Barel)

Dewan Penasihat Reforminer Institute Pri Agung Rakhmanto melihat, penyebab kenaikan harga minyak dunia secara fundamental adalah berkurangnya produksi minyak negara-negara non-OPEC. Produksinya hingga akhir tahun ini diperkirakan mencapai 600 ribu barel per hari (bph).

Selain negara-negara non-OPEC, beberapa negara anggota OPEC seperti Venezuela dan Nigeria, juga sudah terganggu kestabilan ekonominya akibat harga minyak yang terlalu rendah. Dua negara tersebut ikut menurunkan produksinya.

(Baca: Penerimaan Masih seret, Pemerintah Pangkas Proyeksi Ekonomi 2017)

Di sisi lain, persediaan minyak negara-negara anggota Organisation of Islamic Cooperation (OIC) juga menipis karena sudah banyak digunakannya. Padahal persediaan minyak OIC sempat di atas 50 miliar barel. “Jadi, secara fundamental yang namanya over supply mulai ada pengurangan. Itu yang membuat pelan-pelan harga minyak naik,” kata dia kepada Katadata, Selasa (17/5).

Namun, Pri Agung tidak bisa memperkirakan kelanjutan kenaikan harga minyak dunia hingga akhir tahun nanti. Yang jelas, posisi saat ini membuka peluang kenaikan harga minyak hingga level US$ 50 per barel, atau bahkan menyentuh US$ 60 per barel.

Reporter: Yura Syahrul
Editor: Yura Syahrul
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait