Investor Jepang dan Eropa Minati Proyek MRT Jakarta Timur-Barat

Pembangunan MRT Jakarta Selatan-Utara tahap pertama sepanjang 15,7 kilometer, saat ini telah mencapai 46 persen dan ditargetkan rampung akhir 2018.
Ameidyo Daud Nasution
25 Mei 2016, 10:43
No image

Proyek angkutan kereta massal (Mass Rapid Transit/ MRT) Jakarta jalur Timur-Barat rencananya akan mulai dikembangkan tahun 2020. Saat ini, PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta membuka peluang keterlibatan perusahaan swasta untuk menggarap proyek tersebut.

Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami mengatakan, pihaknya telah dihubungi beberapa investor swasta terutama dari luar negeri yang menyatakan minatnya untuk mengerjakan proyek MRT Jakarta Timur-Barat. “Ada dari luar negeri, itu Jepang sudah pasti minat. Lalu ada lagi dari Eropa yang bilang minat,” katanya seusai acara “2nd Annual Indonesia Infrastructure Finance Conference” di Jakarta, Selasa (24/5).

Namun, Dono menyerahkan keputusan keterlibatan pihak swasta tersebut kepada pemegang saham PT MRT Jakarta, yakni Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Yang jelas, MRT Jakarta tetap memiliki kemampuan pendanaan untuk menggarap proyek yang membentang dari timur hingga barat Jakarta tersebut.

Sedangkan untuk proyek MRT Jakarta jalur Selatan-Utara tahap kedua yang menghubungkan stasiun Bundaran Hotel Indonesia – Kampung Bandan, kemungkinan tetap akan digarap oleh PT MRT Jakarta. Pertimbangannya, teknologi yang digunakan sama dengan proyek tahap pertama (Lebak Bulus-Bunderan Hotel Indonesia).

Advertisement

(Baca: Ekonomi Global Melambat, 30 Proyek Infrastruktur Jadi Andalan)

Selain itu PT MRT Jakarta pada akhir tahun lalu telah mendapatkan pinjaman senilai 77,2 miliar yen untuk menggarap fase kedua ini. “Kemungkinan besar masih tetap kami (untuk fase kedua),” kata Dono.

Di sisi lain, dia menyatakan, pembangunan MRT Jakarta Selatan-Utara tahap pertama saat ini telah hampir mencapai separuh dari proses konstruksi secara keseluruhan. Perkembangan fisik proyek sepanjang 15,7 kilometer tersebut mencapai 46 persen dan ditargetkan rampung pada akhir 2018 mendatang. Jadi, MRT rute Lebak Bulus- Bundaran Hotel Indonesia dapat mulai beroperasi pada 2019 nanti.

(Baca: Gagal Garap Kereta Cepat, BKPM Klaim Animo Investor Jepang Tetap Tinggi)

Dono pun merinci, perkembangan pembangunan transportasi massal yang menghubungkan Stasiun Lebak Bulus – Bundaran Hotel Indonesia itu secara fisik terdiri dari pekerjaan terowongan (tunnel) sepanjang dua kilometer. Selain itu, ada pula pekerjaan delapan box girder dengan panjang total 320 meter yang telah dirampungkan pada pekerjaan proyek MRT yang melayang. “Target kami tetap 2018 nanti sudah rampung paling tidak secara konstruksi,” katanya.

(Baca: Korea, Jepang, dan Cina Berminat Garap LRT Jabodetabek)

Sekadar informasi, proyek MRT Jakarta ini telah ditetapkan sebagai satu proyek dari 225 proyek strategis nasional oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Proyek Strategis Nasional. Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution telah memasukkan proyek ini di dalam 30 pembangunan infrastruktur sebagai proyek prioritas yang akan dikerjakan pemerintah hingga 2019.

Editor: Yura Syahrul
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait