Tender Proyek 2016 Rampung, ESDM Bersiap Teken Kontrak Rp 7 Triliun

?Itu artinya mulai Januari kami sudah mulai kegiatan proyek, sudah mulai bayar uang muka dan penyerapannya (anggaran).?
Yura Syahrul
12 Januari 2016, 18:15
No image
Menteri ESDM Sudirman Said

KATADATA - Seakan tak ingin mengulangi pengalaman tahun lalu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) langsung tancap gas untuk mempercepat penyerapan anggaran pada tahun ini. Rencananya, sampai Febuari mendatang, Kementerian ESDM menargetkan penandatanganan kontrak proyek-proyek senilai hampir Rp 7 triliun.

Menteri ESDM Sudirman Said mengungkapkan, pihaknya berencana meneken perjanjian sejumlah kontrak proyek pada Kamis nanti (14/1). Nilainya ditaksir hampir Rp 1 triliun. Sedangkan untuk tahap kedua pada Februari mendatang, Kementerian ESDM akan meneken lagi kontrak proyek dengan total nilai sekitar Rp 6 triliun.  

“Itu artinya mulai Januari kami sudah mulai kegiatan proyek, sudah mulai bayar uang muka dan penyerapannya (anggaran),” kata Sudirman di Istana Negara, Jakarta, Selasa siang (12/1), seperti dikutip dari laman situs Sekretariat Kabinet.

Jika mengacu kepada pencapaian tersebut, Sudirman optimistis penyerapan anggaran Kementerian ESDM tahun ini bakal lebih baik dari tahun lalu. Sebab, pihaknya telah memulai proses tender proyek Tahun Anggaran 2016 sejak bulan November tahun lalu. Bahkan, seluruh tender proyek tersebut sudah berhasil dirampungkan pada Desember 2015.

(Baca: Kementerian ESDM Targetkan Penyerapan Anggaran 90 Persen Tahun Depan)

Menurut Sudirman, jumlah proyek yang sudah ditenderkan mencapai sekitar 200-an proyek. Ratusan proyek itu meliputi berbagai subsektor, yaitu proyek listrik, energi baru dan terbarukan (EBT), air, minyak dan gas bumi (migas), serta mineral dan pertambangan (minerba). Selain itu, ada sedikit proyek pertambangan batubara. “Sedikit karena investasi pemerintah di minerba tidak banyak,” katanya.

Ia pun memastikan, hampir semua proyek yang sumber pendanaannya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diserahkan atau dikerjakan oleh pelaku usaha di dalam negeri. Di sisi lain, terkait investasi tahun ini, Sudirman menargetkan realisasi investasinya sebesar Rp 700 triliun. “Itu di luar APBN.”

Seperti diketahui, penyerapan anggaran Kementerian ESDM sepanjang 2015 tergolong rendah yaitu 62,8 persen dari alokasi dalam APBN-P 2015 sebesar Rp 15,1 triliun. Meski rendah, Sudirman mengklaim penyerapan anggaran tahun ini lebih baik dibandingkan 2014 yang hanya 50 persen. Dalam lima tahun terakhir serapan anggaran Kementerian ESDM memang tidak pernah mencapai 70 persen.

Adapun penyerapan anggaran tahun ini ditargetkan bisa mencapai 90 persen. Dalam APBN 2016, Kementerian ESDM mendapat anggaran hampir setengah dari 2015, yakni hanya Rp 8,5 triliun. Mayoritas digunakan untuk belanja barang senilai Rp 4,3 triliun dan belanja modal Rp 2,5 triliun.

(Baca: Kementerian ESDM Percepat Lelang Proyek 2016)

Berbeda dari tahun lalu dimana proses persiapan lelang baru dimulai kuartal II-2015, proses tersebut untuk tahun anggaran 2016 sudah dilakukan sejak November 2015. Paket lelang tersebut terdiri dari tiga tahap. Tahap I dan tahap II sebanyak 417 paket senilai Rp 1,6 triliun dilakukan awal Desember 2015. Sedangkan lelang tahap 3 sebanyak 86 paket dengan nilai Rp 2,6 triliun, digelar akhir Desember lalu.

Percepatan lelang proyek Kementerian ESDM merupakan perintah dari Presiden Joko Widodo. Dalam rapat kabinet awal November tahun lalu, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengungkapkan Presiden meminta setiap kementerian atau lembaga negara (K/L), terutama yang mempunyai belanja modal untuk infrastruktur, sudah melakukan lelang sejak dini.

(Baca: Jokowi Minta Empat Kementerian Lelang Proyek Lebih Cepat)

Dari semua kementerian dan lembaga negara itu, ada empat kementerian yang harus menggelar lelang lebih cepat karena memiliki proyek infrastruktur paling banyak. Yaitu: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) , Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertanian, dan Kementerian ESDM.

Reporter: Redaksi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait