Transkrip Rekaman Lengkap Kongkalikong Lobi Freeport

Tokoh penting dalam rekaman ini antara lain Presiden dan Wakil Presiden, Menko Polhukam Luhut Panjaitan, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, dan Prabowo Subianto.
Yura Syahrul
3 Desember 2015, 13:17
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto
Arief Kamaluddin | Katadata

V. Pembicaraan ketiga orang tersebut kembali beralih ke skenario pembagian saham terkait rencana perpanjangan kontrak Freeport. Saat membahas soal itu, nama Luhut pun sering disebut. Bahkan, Reza sempat menyatakan Presiden Jokowi akan jatuh kalau menghentikan kontrak Freeport.

Reza: Yang saham. Soal saham itu, saya bicara ke Pak Luhut. Kita sudah bicara. Weekend saya ketemu. Biar Pak Luhut yang bicara ke Bapak.

Setya: Biar cepat selesai.

Advertisement

Reza: Kan ini long weekend.  Hari minggu nanti, saya temui Pak Luhut, bisa minggu malam. Biar Pak Luhut cek dan kita…. Saya yakin itu.

Setya: Presiden sudah dikasihkan ke Pak Luhut itu berapa kali. Si Darmo, kalau bapak denger cerita di dalam. Apa yang kita inginkan bisa, presentasi ke Presiden tiap hari.

Reza: Kalau memang gawat keadaannya, saran saya jika mau malam Sabtu atau malam Minggu.

Setya: Besok?

Reza: Why not. Pak Luhut oke. Kita ketemu sama Pak Maroef, hari Minggu malam. Kita ngumpetlah. Seeeeeeeet dia action minggu depan. Nggak lama Pak. Next week, two week. Bisa kau angkat akhir Juni selesai urusan. Begitu ini selesai ini saham bisa.

Setya: Saya sih yakin itu karena Presiden sendiri kasih kode begitu dan itu berkali-kali. Yang urusan kita di DPR, itu kita ketemu segitiga. Pak Luhut, saya dan Presiden. Akhirnya setuju. Ngomongnya gini Presiden. Saya sudah ketemu Presiden, cocok itu. Pengalaman ya, artinya ini demi keberhasilan semua. Ini belum tentu bisa dikuasai menteri-menteri, yang gini-gini. Enggak ngerti malah bapak.

Maroef: Ada lobbies-nya

Setya: Strategi.

Maroef: Ini Henry Kissinger-nya

Setya: Henry Kissinger. Hahahaa

Reza: Kita ini orang kerja, strateginya. Jadi Freeport jalan, bapak itu bisa terus happy, kita ikut-ikutan bikin apa. Kumpul-kumpul. Gua gak ada bos, nggak usah gedek-gedek. Ngapain gak happy. Kumpul-kumpul, kita golf. Gitu, kita beli private jet yang bagus, representatif. Apalagi...

Setya: Iya

Reza: Buat kita itu tak ada yang rakus. Ini mutual benefit, konsepnya mutual benefit. Barangnya kita semua. Kita semua kerja. Freeport 51 kasih kita lokal, support financing. Ya Pak.

Setya: Kalau Freeport menjamin, semua juga gampang. Semua bank langsung kasih.

Reza: Kan itu buat tambang.

Setya: Otomatis, merem aja itu.

Reza: Lumayan ini, untuk kumpul-kumpul paling 1 juta dollar.

Setya: Hayyaah...

Reza: Saya ikut masuk ke Dharmawangsa ini, cost yang mereka bawakan sudah, tapi masih gedean mereka porsinya. Terlalu lama mereka itu boros. Saya yakin Freeport pasti jalan. Kalau sampai Jokowi nekat nyetop, jatuh dia.

Maroef: Yang jadi itu Amerika. Nggak diterima di Amerika.

Reporter: Muchamad Nafi, Yura Syahrul
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait