Dapen Pertamina Masuk, Sugih Energy Memacu Produksi Blok Lemang

Salah satu alasan Dana Pensiun Pertamina membeli saham Sugih Energy agar bisa bersinergi dengan Pertamina. Selain itu, harga saham perusahaan publik itu sangat murah.
Yura Syahrul
2 November 2015, 18:08
No image
Kantor pusat PT Pertamina, Jakarta.

KATADATA - Dana Pensiun (Dapen) PT Pertamina akhirnya secara resmi membeli 8,1 persen saham PT Sugih Energy Tbk. Pasca menjadi pemegang saham mayoritas perusahaan minyak dan gas bumi (migas) tersebut, Dapen Pertamina akan memacu produksi khususnya produksi di Blok Lemang.

Sebagai langkah awal, bekas Pelaksana Tugas (Plt) Pertamina Muhammad Husein dicalonkan menjadi Direktur Utama Sugih Energy dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) bulan Desember nanti. Menurut Presiden Komisaris Sugih Energy Eros Djarot, Dapen Pertamina dapat mengusulkan direktur utama karena sudah menjadi pemegang saham mayoritas Sugih Energy. Adapun Husein dianggap sosok yang tepat menempati posisi tersebut karena punya pengalaman panjang.

Husein mengawali karier di dunia perminyakan pada 1984 di LEMIGAS dengan posisi geologis di Divisi Eksplorasi hingga menjadi Kepala Divisi Eksplorasi LEMIGAS. Ia juga sempat menjabat Komisaris PT Pertamina EP dan Direktur Hulu Pertamina tahun 2011. Terakhir, dia sebagai Plt Direktur Utama Pertamina. Bahkan, Husein sempat disebut-sebut sebagai calon kuat Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM.

"Diharapkan dengan kepemimpinan beliau di Sugih dapat memberi manfaat bagi dunia energi," kata Eros dalam konferensi pers Sugih Energy di Jakarta, Senin (2/11).

Advertisement

Husein berminat menakhodai Sugih Energy karena menilai aset yang dimiliki perusahaan ini sangat bagus. Antara lain Blok Kalyani, Blok Selat Panjang dan Blok Lemang. Ia pun menjanjikan, dalam sebulan ke depan akan membuat rincian kegiatan usaha Sugih Energy tahun 2016. Enam bulan berikutnya akan menyusun rencana jangka menengah untuk lima tahun ke depan.

Tahun depan, Husein berencana memacu produksi Blok Lemang. Apalagi, Sugih Energy sudah mengantongi persetujuan rencana pengembangan lapangan (POD) blok tersebut. Target produksinya 8 ribu barel per hari. "Target pertama di tahun pertama adalah POD yang sudah disetujui pemerintah benar-benar terjadi," ujar dia.

Di sisi lain, Direktur Administrasi dan Kepensiunan Dana Pensiun Pertamina Hadi Budi Yulianto mengatakan salah satu alasan membeli saham Sugih Energy agar bisa bersinergi dengan Pertamina. Selain itu, harga saham perusahaan publik itu sangat murah, yaitu Rp 700 miliar untuk membeli 8,08 persen saham. Itupun ada diskon sehingga nilai pembeliannya hanya Rp 400 miliar.

Selain memacu produksi blok migas, Sugih Energy akan meneken beberapa perjanjian jual beli gas (PJBG) sebesar 8,5 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dalam waktu dekat ini. Namun, Direktur Keuangan Sugih Energy Ferdinand Terdy Panggabean belum mau mengungkapkan pembeli gas tersebut. "Ada beberapa pembeli yang serius akan memulai PJBG," imbuhnya.

Yang jelas, pembeli gas tersebut berasal dari dalam negeri. Gas itu nantinya akan dipasok dari Blok Selat Panjang. Blok ini akan memulai produksi gas akhir November nanti. 

Sebelumnya, Sugih Energy telah bekerjasama jual-beli gas dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Jumlahnya 5,5 MMSCFD dengan harga US$ 5,75 mmbtu dengan eskalasi 3 persen.

Reporter: Arnold Sirait
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait