Pasok Listrik ke Sumut, Pertamina Gandeng Sojitz Bangun PLTG 250 MW

"Kita harus cari solusi. Bagaimana investasi akan masuk kalau energi kurang.?
Yura Syahrul
16 Oktober 2015, 20:17
Pertamina
Donang Wahyu|KATADATA
Pertamina --------------------------- Arief Kamaludin|KATADATA

KATADATA - PT Pertamina (Persero) menggandeng Sojitz Corporation dan PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara untuk membangun pembangkit listrik berbahan bakar gas (PLTG) berkapasitas 250 Megawatt (MW) di Sumatera Utara. Pasokan gas untuk pembangkit listrik dengan nilai investasi US$ 250 juta ini bersumber dari terminal LNG Arun di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

SVP Gas and Power Pertamina Djohari Angga Kusumah menyatakan, Pertamina dan para mitranya ingin berkontribusi nyata untuk mengatasi krisis energi di Sumatera Utara melalui pembangunan Independent Power Producer (IPP) tersebut. Berdasarkan data Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sumatera Utara masih kekurangan pasokan listrik sebesar 700-800 MW. Alhasil, provinsi tersebut hingga kini mengalami pemadaman bergilir.

“Pertamina ingin berperan lebih untuk dapat membantu pemerintah dan pemerintah daerah mengatasi krisis energi di wilayah Sumatera Utara," katanya saat penandatanganan nota kesepahaman kerjasama Pertamina dengan Sojitz dan PT Pembangunan Prasarana di Gedung Pertamina, Jakarta, Jumat (16/10).

Bagi Pertamina, pembangunan pembangkit listrik itu juga merupakan upaya untuk optimalisasi pemanfaatan fasilitas Arun Receiving, Hub, & Regasification LNG Terminal di Aceh serta pipa transmisi gas open access Arun-Belawan. Fasilitas gas milik Pertamina itu telah mengalirkan gas sekitar 90 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) untuk pembangkit listrik PLN di Belawan.

Adapun untuk pembangkit listrik tenaga gas ini, Pertamina siap memasok gas sebesar 35 MMSCFD. Proyek dengan nilai investasi US$ 250 juta itu ditargetkan rampung pada tahun 2019.

Menurut Vice President Gas and Power Commercialization Pertamina Ginanjar, proyek tersebut akan didanai oleh konsorsium bank. "70 persen sampai 75 persen dari loan (pinjaman). Bank intenasional biasanya," ujar dia.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Sojitz Indonesia Takashi Inada mengakui Sojitz baru pertama kali terjun dalam proyek pembangkit listrik di Indonesia. Sebelumnya, perusahaan asal Jepang ini turut membangun pembangkit listrik di Vietnam dan  Timur Tengah. "Kami berharap proyek tersebut dapat selesai 2019," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Pembangunan Prasarana Sumatera Utara Tasimin Muhammad Tasya mengungkapkan, saat ini Sumatera Utara mengalami krisis energi. "Kita harus cari solusi. Bagaimana investasi akan masuk kalau energi kurang. Kami yakin dengan Pertamina dan Sojitz maka pembangunan PLTGU bisa terlaksana," ujar dia.

Sedangkan Plt Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi juga berharap proyek tersebut dapat segera terwujud. Provinsi Sumatera Utara memiliki banyak proyek strategis, seperti proyek Sei Mangkai dan Kuala Tanjung. Jadi, sangat membutuhkan jaringan listrik. "Banyak industri dan hotel yang butuh listrik. Tapi  sampai hari ini PLN belum bisa penuhi," tandasnya.

Reporter: Arnold Sirait
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait