Akuisisi Blok Lematang, Pendapatan Medco Bisa Bertambah Rp 375 Miliar

Medco berharap penambahan produksi gas dari Blok Lematang akan mampu mengurangi ketergantungan energi nasional terhadap minyak bumi.
Yura Syahrul
12 Oktober 2015, 15:42
Medco Energi
m.skalanews.com
Medco Energi

KATADATA - Langkah PT Medco Energi Internasional Tbk mengakuisisi semua aset Lundin Petroleum AB di Indonesia akan menguntungkan perusahaan minyak dan gas bumi (migas) milik Arifin Panigoro tersebut dalam jangka panjang. Selain mengantongi tambahan pendapatan setiap tahun, akuisisi itu bisa mengurangi ketergantungan pendapatan Medco dari produksi minyak bumi.

Direktur Utama & CEO Medco Energi Lukman Mahfoedz mengatakan, tambahan pendapatan itu bersumber dari salah satu aset Lundin yang diakuisisi Medco, yaitu Blok Lematang. Perusahaan migas asal Swedia itu mengempit 25,88 persen saham di blok tersebut. Nilai tambahan pendapatan Medco pasca akuisisi sebesar US$ 30 juta dolar setiap tahun.

“Jika menggunakan asumsi nilai tukar rupiah 12.500 per dolar Amerika Serikat (AS), angka tersebut setara dengan Rp 375 miliar," kata dia di Gedung Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Jakarta, Senin (12/10).

Dengan mengakuisisi 25,88 persen saham Blok Lematang, produksi gas Medco juga akan bertambah 11 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau setara 1.800 barel ekuivalen minyak per hari (BOEPD) selama setahun ke depan. Yaitu terhitung sejak 1 Oktober 2015. Jadi, total produksi gas Blok Lematang tahun ini sebesar 42 MMSCFD.

Medco berharap penambahan produksi gas tersebut mampu mengurangi ketergantungan energi nasional terhadap minyak. Adapun gas dari produksi Blok Lematang nantinya akan dijual ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). "Kami sedang minta persetujuan pemerintah," ujar Lukman.

Seperti diketahui, Medco telah meneken perjanjian pembelian semua aset Lundin Indonesia Holding B.V. yang berada di Indonesia pada Kamis pekan lalu (8/10). Aset-aset itu terdiri atas hak partisipasi non-operator di Blok Lematang dan hak partisipasi operator di South Sokang dan Blok Cendrawasih VII. Selain itu, Medco dan Lundin meneken Perjanjian Studi Bersama (Joint Study Agreement) atas Blok Cendrawasih VIII.

(Baca: Hengkang dari Indonesia, Semua Aset Lundin Diborong Medco)

Finalisasi transaksi ini masih menunggu persetujuan dari pemerintah Indonesia. Lukman  berharap, pemerintah dapat memberikan persetujuan atas transaksi ini dalam waktu dekat. Apalagi, Medco Energi sudah menjadi operator di Lematang.

Lundin merupakan perusahaan swasta asal Swedia yang aktif beroperasi di Eropa dan Asia Tenggara, serta bergerak di bidang eksplorasi dan produksi migas. Mereka menguasai 25,88 persen hak partisipasi di Lapangan Singa (Lematang PSC), 100 persen hak partisipasi di Blok Cendrawasih VII (Cendrawasih VII PSC), 100 persen hak partisipasi di Cendrawasih VIII JSA, dan 60 persen hak partisipasi di Blok South Sokang (South Sokang PSC).

Reporter: Arnold Sirait
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait