Pemerintah Pangkas Target Pembangkit Listrik PLN Menjadi 5 GW

Revisi proyek listrik PLN dari 10 GW menjadi 5 GW bertujuan menjaga kondisi keuangan PLN Alasannya satu karena keuangan kata Direktur Utama PLN Sofyan Basir
Yura Syahrul
7 September 2015, 18:20
PLN
Arief Kamaludin|KATADATA

KATADATA ? Pemerintah mengurangi porsi kapasitas daya pembangkit listrik garapan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menjadi 5 Gigawatt (GW) dalam lima tahun ke depan. Padahal, sebelumnya PLN mendapat jatah pengerjaan pembangkit listrik berkapasitas 10 GW yang merupakan bagian dari program megaproyek listrik berkapasitas 35 GW.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said  menjelaskan pemangkasan separuh jatah proyek listrik PLN tersebut agar perusahaan milik negara (BUMN) ini lebih fokus kepada kegiatan transmisi listrik. ?Banyak sekali kesiapan yang harus mereka (PLN) lakukan untuk transmisi,? katanya di Jakarta, Senin (7/9).

Sudirman menambahkan, keputusan itu bukan karena pemerintah tidak percaya terhadap kemampuan PLN menggarap proyek tersebut. Termqasuk dalam hal pendanaan. Namun, tujuannya untuk mengurangi beban PLN. Apalagi, bisnis pembangkit listrik itu juga mengundang minat banyak investor. ?Makanya kami dorong swasta,? katanya.

(Baca: Puluhan Perusahaan Amerika Tertarik Proyek Listrik 35 GW

Sementara itu, Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengungkapkan, revisi proyek listrik PLN dari 10 GW menjadi 5 GW bertujuan untuk menjaga kondisi keuangannya. ?Alasannya satu, karena keuangan. Kami melihat keuangannya sanggup apa tidak,? katanya.

Demi membiayai pembangunan pembangkit listrik tersebut, PLN bahkan berencana meminta Penyertaan Modal Negara (PMN) dan merevisi laporan keuangannya sehingga menjadi lebih sehat. Beban keuangan yang akan ditanggung PLN juga semakin berat lantaran memikul kewajiban membeli 72 persen listrik yang diproduksi oleh pihak swasta.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menilai program megaproyek listrik 35 GW dalam lima tahun ke depan bisa mengancam kondisi keuangan PLN, bahkan bisa membangkrutkan perusahaan pelat merah tersebut. Ia menyodorkan hitung-hitungan pasokan dan kebutuhan listrik hingga tahun 2019. Kebutuhan riil listrik nasional pada saat beban puncak pada tahun ini sebesar 50,86 GW dan tahun 2019 sebesar 74,52 GW.

(Baca: Membahayakan PLN, Rizal Ramli Revisi Megaproyek Listrik Jadi 16 GW)

Saat ini,  PLN tengah menggarap proyek pembangkit listrik 7 GW yang merupakan proyek lanjutan pemerintahan sebelumnya. Jika ditambah dengan program pembangkit listrik 35 GW maka ketersediaan kapasitas pembangkit listrik tahun 2019 sebesar 95,59 GW. Artinya, bakal ada kelebihan daya listrik lebih dari 21 GW pada lima tahun mendatang.

Padahal, menurut Rizal, sesuai peraturan PLN harus membeli pasokan listrik dari pihak swasta. ?Inilah yang saya maksudkan bisa membuat PLN bangkrut,? tukasnya. 

Reporter:
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait