Kontraktor Migas yang Tak Capai Target Lifting Bakal Kena Sanksi

Beberapa kontraktor yang diperkirakan tidak mencapai target lifting minyak tahun ini adalah Chevron Pacific Pertamina EP Mobil Cepu dan Pertamina Hulu Energi ONWJ
Yura Syahrul
27 Agustus 2015, 16:40
Katadata
KATADATA

KATADATA ? Beberapa kontraktor minyak dan gas bumi (migas) kakap diperkirakan tidak mampu mencapai target lifting (produksi siap jual) hingga akhir tahun nanti. Gara-gara tidak mencapai target tersebut, para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas terancam dikenai sanksi oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Kepala Bagian Humas SKK Migas Elan Biantoro mengatakan, ada beragam bentuk sanksi yang bakal diberikan kepada kontraktor migas yang tidak mencapai target lifting. Antara lain, SKK Migas akan lebih ketat mengawal pembahasan rencana kerja dan anggaran perusahaan tahun depan. Misalnya, memperketat belanja masing-masing KKKS. Bahkan, tidak menutup kemungkinan SKK Migas tidak akan menyetujui rencana kerja dan anggaran tersebut.
"Anda (KKKS) mau belanja macam-macam, tidak bisa. Karena kinerjanya tidak bagus kok," kata Elan di Jakarta, Kamis (27/8).
Di sisi lain, SKK Migas juga tidak akan memberikan penghargaan atau ?hadiah? kepada KKKS yang bisa memenuhi atau melampaui target lifting tahun ini. Pasalnya, KKKS tersebut sudah pasti memperoleh keuntungan besar ketika produksinya tinggi. "Mana ada perusahaan minyak yang produksinya dikurangi. (Jadi) tidak perlu kasih reward lagi. Kalau produksinya tinggi, untungnya juga besar," ujar Elan.

Berdasarkan data yang diperoleh Katadata, sejumlah kontraktor besar diperkirakan tidak akan mencapai target lifting migas tahun ini. Misalnya, Chevron Pacific. Lifting minyak perusahaan asal Amerika Serikat ini hingga akhir Juli lalu mencapai 282.100 barel per hari dan diproyeksikan hingga akhir 2015 sebesar 278.500 barel per hari. Padahal, target lifting KKKS ini dalam APBN-Perubahan 2015 sebesar 280.000. Begitu pula dengan PT Pertamina EP, yang diperkirakan lifting tahun ini sebesar 105 ribu barel per hari atau lebih rendah dari target yang sebesar 113 ribu barel per hari.

Nasib serupa dialami Mobil Cepu Ltd. Dari hasil produksi Blok Cepu, diperkirakan lifting KKKS ini pada 2015 sebesar 94.900 barel per hari atau lebih rendah dari target yang sebesar 99.600 barel per hari. Padahal, sebelumnya blok ini digadang-gadang menjadi andalan untuk menopang produksi migas nasional tahun ini.

Karena kondisi itulah, SKK Migas memperkirakan target lifting minyak tahun ini sebesar 825 ribu barel per hari tidak akan tercapai. Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi memperkirakan lifting minyak hingga akhir tahun nanti sebanyak 812 ribu barel per hari. Penyebabnya adalah beberapa lapangan mengalami masalah sehingga produksinya terganggu.

Target lifting gas tahun ini juga diperkirakan tidak akan tercapai. Realisasi lifting gas per akhir Juli lalu sebesar 6.609 MMSCFD dan diproyeksikan sebesar 6.586 MMSCFD pada akhir tahun nanti. Padahal, target lifting gas dalam APBNP 2015 sebesar 6.838 MMSCFD. Beberapa kontraktor yang diperkirakan tidak mencapai target lifting gas tahun ini adalah Total E&P Indonesie, BP.Berau, ConocoPhilips (Grissik) dan PT Pertamina EP. 

Reporter: Arnold Sirait
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait