Blok South Jambi B Stop Operasi, Pasokan Gas ke Singapura tak Terganggu

Selanjutnya kebutuhan pasokan gas ke Singapura bersumber dari dua blok lain yaitu Blok Jabung dan Blok Corridor
Yura Syahrul
26 Agustus 2015, 16:41
Katadata
KATADATA

KATADATA ? Manajemen ConocoPhillips mengaku telah menghentikan operasional Blok South Jambi B. Padahal, blok minyak dan gas bumi (migas) di Provinsi Jambi itu masih terikat kontrak jangka panjang

Vice President Commercial ConocoPhillips Taufik Ahmad mengatakan penghentian tersebut karena cadangan migas di Blok South Jambi B sudah habis sejak tahun 2012. "Lapangan kering. Sudah tidak ada produksi lagi," kata dia di Jakarta, Kamis (26/8). Cadangan minyak yang ada di blok itu sebelumnya tercatat sebanyak 38 million stock tank barrels (MTSB) dan cadangan gas sebesar 578,2 miliar kaki kubik (billions of standard cubic feet / BSCF).

Meski blok itu sudah berhenti beroperasi, Taufik menepis kekhawatiran terhadap terganggunya pasokan gas kepada mitra kerjanya. ConocoPhillips memang masih terikat kontrak pasokan gas dengan Singapura hingga tahun 2023. Selanjutnya, kebutuhan pasokan gas ke negeri jiran itu bersumber dari dua blok lain, yaitu Blok Jabung dan Blok Corridor. 

Sekadar informasi, ConocoPhillips menjadi operator Blok Corridor dengan besaran saham 54 persen. Tingkat produksi blok migas di Sumatera Selatan itu cukup tinggi, yaitu mencapai 59.000 barel setara minyak per hari atau barrels of oil equivalent per day (BOEPD). Rinciannya, produksi gas sebesar 344 juta standar kaki kubik per hari atau million standard cubic feet per day (MMSCFD) dan kondensat 2.000 BOEPD.

Adapun produksi Blok Jabung di Jambi sebanyak 15.090 barel setara minyak per hari. Operator blok ini adalah PetroChina International dengan kepemilikan 27,8 persen saham. Pemilik lain blok itu adalah Petronas Carigali (Jabung) Ltd, PP Oil & Gas (Indonesia-Jabung) Limited dan PT Pertamina (Persero). 

Meski sudah berhenti beroperasi, Taufik belum bisa memastikan kelangsungan pengelolaan Blok South Jambi B oleh ConocoPhillips. Perusahaan migas asal Amerika Serikat ini mendapatkan kontrak pengelolaan blok tersebut tahun 1990 dan akan berakhir tahun 2020. Kalau Blok South Jambi B ingin dikembangkan lebih lanjut, lanjut dia, membutuhkan perpanjangan kontrak alias Production Sharing Contract (PSC). Selain ConocoPhillips yang mengempit 45 persen saham, blok ini dimiliki oleh Petrochina sebanyak 30 persen dan Pertamina 25 persen saham. 

Reporter: Arnold Sirait
Editor: Yura Syahrul

Video Pilihan

Artikel Terkait