Sedia Rp 7 Triliun, Sinar Mas Mulai Bangun 'Silicon Valley' di BSD

Pembangunan infrastruktur Digital Hub ini dimulai tahun ini dan ditargetkan selesai pada 2019 mendatang.
Miftah Ardhian
18 Mei 2017, 13:29
Internet digital
Arief Kamaludin|KATADATA
Grup Sinar Mas mulai merealisasikan ambisinya membangun Silicon Valley di Indonesia. Lewat anak usahanya, PT Sinar Mas Land memulai peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan kawasan Digital Hub di daerah Bumi Serpong Damai (BSD) City, Provinsi Banten.
 
Digital Hub ini ini adalah sebuah kawasan perkantoran dan tempat beroperasinya perusahaan-perusahaan teknologi dan digital, seperti Silicon Valley di Los Angeles, Amerika Serikat (AS). Group CEO Sinar Mas Land Michael Widjaja menjelaskan, Digital Hub ini merupakan sebuah kawasan seluas 25,86 hektare di BSD City yang merupakan tempat berkumpulnya start up company, pemimpin teknologi, komunitas-komunitas digital, institusi pendidikan di bidang teknologi informasi (TI), hingga industri kreatif seperti animasi film dan games.
 
Menurut Michael, Digital Hub inimerupakan inovasi baru dari Sinar Mas untuk mendukung perkembangan industri IT dan teknologi digital saat ini. Selain itu, membantu pemerintah mendorong kemajuan industri tersebut.
 
"Keberadaan kawasan Digital Hub ke depannya akan mempercepat terbentuknya ekosistem berbasis IT dan teknologi digital seperti yang terjadi di Silicon Valley," ujar Michael saat acara Groundbreaking Kawasan Digital Hub, BSD City, Tangerang, Kamis (18/5).
 
Dengan nilai investasi sekitar Rp 7 triliun, pembangunan infrastruktur Digital Hub ini dimulai tahun ini dan ditargetkan selesai pada 2019 mendatang. Kawasan ini secara khusus didesain oleh NBBJ, konsultan arsitektur asal Amerika Serikat yang mendesain perusahaan berbasis teknologi seperti Microsoft, Amazon, dan kantor pusat Samsung di Silicon Valley. 
 
Michael menambahkan, kawasan ini juga memiliki beberapa keunggulan lain seperti jaringan fiber optik hasil kerja sama dengan Huawei. Lokasi dan akses transportasi Digital Hub juga strategis karena berada di selatan Jakarta dan berdekatan dengan Bandara Soekarno-Hatta. Selain itu, kemudahan akses wilayah BSD City karena ditunjang jalur jalan tol.
 
Digital Hub ini akan dikembangkan dengan konsep mixed use yang terdiri atas fasilitas, sarana dan prasarana bisnis, retail dan gaya hidup. Menurut Michael, berbagai fasilitas yang ditawarkan tersebut membuat Digital Hub merupakan lokasi tepat untuk sentra usaha dan strategis bagi perusahaan teknologi, perusahaan start up, dan komunitas digital.
 
"Kami juga akan tetap menjamin ketersediaan lahan hijau yang luas agar membuat para pekerja di kawasan ini lebih produktif. Kami berharap, agar jumlah tenant di kawasan Digital Hub terus bertambah seiring telah hadirnya sejumlah perusahaan IT dan teknologi digital ternama di BSD City," ujar Michael.
 
Secara khusus, Digital Hub yang terletak di BSD City ini juga telah dilengkapi aplikasi mobile bernama OneSmile. Aplikasi ini dapat terintegrasi dan diakses oleh seluruh warga BSD City. 
 
Aplikasi tersebut berupa pemantauan CCTV, e-wallet, platform komunitas, program loyalitas, dan bussiness performance solution. Hal ini dapat memberikan kemudahan informasi dan transaksi, mulai dari pembayaran sewa para tenant, iuran lingkungan, air, hingga pemesanan tempat dan pembelian tiket di beberapa restoran dan tempat hiburan di area BSD City.

Editor: Yura Syahrul

Video Pilihan

Artikel Terkait