Pertamina Tertarik Beli Saham Genting Oil di Blok Kasuri

Pertamina tidak mau gegabah mendapatkan Blok Kasuri. Sebab, karakteristik blok migas di kawasan timur Indonesia berada di laut dalam sehingga membutuhkan dana yang besar.
Yura Syahrul
Oleh Yura Syahrul
26 Oktober 2015, 18:40
Pertamina
Donang Wahyu|KATADATA
Pertamina --------------------------- Arief Kamaludin|KATADATA

KATADATA - PT Pertamina (Persero) semakin agresif mengumpulkan saham-saham blok minyak dan gas bumi (migas) dari para kontraktor asing. Setelah mengakuisisi kepemilikan saham ExxonMobil Oil Indonesia pada dua blok migas di Aceh, perusahaan BUMN ini mengincar saham Genting Oil Kasuri Pte. Ltd di Blok Kasuri, Papua Barat.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengaku pihaknya tengah mengkaji peluang mendapatkan saham kontraktor migas asal Malaysia itu di Blok Kasuri. Ini bagian dari rencana Pertamina mengembangkan blok migas di kawasan timur Indonesia. "Memang sedang dipelajari kami ke timur (Indonesia), juga masuk ke Papua Nugini. Kalau sudah ada gambaran akan kami sampaikan," katanya di Jakarta, Senin (26/10).

Meski begitu, Pertamina tidak mau gegabah mendapatkan Blok Kasuri. Sebab, karakteristik blok migas di kawasan timur Indonesia berada di laut dalam. Artinya, kegiatan eksplorasi atau eksploitasi di laut dalam membutuhkan dana yang besar. “Ongkos operasinya agak tinggi," imbuh Dwi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Genting Oil Kasuri berencana menjual sebagian sahamnya di Blok Kasuri. Alasannya, Genting merasa risiko yang ada di blok migas tersebut cukup besar dan tidak mampu menanggungnya sendirian.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto  belum bisa memastikan jumlah saham yang akan dilepas lantaran Genting Oil Kasuri belum mengajukan rencana pelepasan saham tersebut kepada pemerintah. Saat ini, Genting Oil tengah membuka ruang data (data room) Blok Kasuri untuk mengetahui potensi kandungan migasnya.

(Baca: Genting Oil Berencana Lepas Saham Blok Kasuri di Papua)

Setelah proses ini selesai dan Genting Oil mendapatkan calon mitra, barulah mengajukan rencana pelepasan saham kepada pemerintah. Jika Genting Oil tetap ingin menjadi operator di blok itu, maka mereka harus memiliki minimal 51 persen saham.

Sekadar informasi, cadangan gas di Blok Kasuri cukup besar. Pada Februari 2011, Genting Oil telah menemukan cadangan gas sebesar 2,2 triliun kaki kubik (TCF) hanya dari satu sumur, yakni sumur Kido. Setelah eksplorasi hingga 10 sumur, ditemukan ada tambahan cadangan baru. Namun, Djoko tidak mengetahui jumlah tambahan cadangan baru tersebut.

Yang jelas, semakin besar cadangan migas yang berhasil ditemukan maka risiko yang dihadapi perusahaan kontraktor juga kian tinggi. Sebab, investasi yang dikeluarkan menjadi lebih besar. Sejauh ini Genting telah mengeluarkan dana hingga US$ 400 juta untuk eksplorasi. Blok Kasuri direncanakan akan mulai memproduksi gas tahun 2018. Namun, hingga k ini Genting Oil belum mengajukan rencana pengembangan (plant of development / PoD) blok tersebut.

Reporter: Arnold Sirait
Editor: Yura Syahrul

Video Pilihan

Artikel Terkait