OJK Buat Sistem Satu Pintu untuk Percepat Izin Obligasi Perbankan

Sistem baru untuk emiten bank ini akan mempercepat proses perizinan penerbitan obligasi dan sukuk dari yang semula membutuhkan waktu 105 hari dapat menjadi hanya 22 hari.
Miftah Ardhian
20 Juni 2017, 14:19
OJK
Katadata | Arief Kamaludin

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Sistem Informasi Perizinan dan Registrasi Terintegrasi (SPRINT) untuk penerbitan obligasi dan sukuk perusahaan perbankan. Tujuannya untuk mempercepat dan mempermudah proses perizinan surat utang tersebut di ranah pasar modal dan perbankan.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Rahmat Waluyanto mengatakan, sistem baru untuk emiten bank ini akan mempercepat proses perizinan penerbitan obligasi dan sukuk dari yang semula membutuhkan waktu 105 hari menjadi hanya 22 hari. Percepatan dan kemudahan prosesnya karena pengajuan perizinan hanya dilakukan melalui satu pintu.

"Dengan langkah ini, OJK dapat memotong waktu pemrosesan permohonan secara signifikan. Namun, tetap mempertimbangkan aspek prudensial terhadap permohonan yang diajukan," ujar Rahmat saat membuka acara peluncuran SPRINT di Gedung OJK, Jakarta, Selasa (20/6).

Secara lebih rinci, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Nonbank (IKNB) OJK Firdaus Djaelani menuturkan, peluncuran sistem ini merupakan salah satu upaya menjaga momentum perbaikan ekonomi nasional. Caranya dengan membangun mekanisme perizinan penerbitan obligasi dan sukuk perbankan yang terintegrasi melalui satu pintu.

"Dukungan pembangunan sistem IT ini diharapkan dapat menjawab tantangan yang timbul di sektor jasa keuangan," ujar Firdaus.

SPRINT ini juga telah ditetapkan sebagai virtual single window bagi industri jasa keuangan dalam melakukan proses perizinan di lingkungan OJK. Firdaus mengatakan, kehadiran SPRINT khusus untuk perbankan ini akan mendatangkan sejumlah manfaat.

Pertama, kehadiran SPRINT dapat mengurangi risiko perbedaan kebijakan yang dikeluarkan oleh masing-masing kompartemen, dalam hal ini otoritas pasar modal dan perbankan. Kedua, bisa mengurangi duplikasi dokumen permohonan yang harus diajukan perusahaan penerbit surat utang tersebut.

Ketiga, SPRINT juga dilengkapi dengan fitur penelusuran (tracking) sebagai bentuk transparansi proses perizinan. Firdaus menjelaskan, fitur tracking tersebut membuat pemohon dapat memantau kemajuan proses perizinan atau pendaftaran yang diajukannya.

Selain sebagai bentuk transparansi, fitur tersebut juga dapat berguna untuk mengurangi interaksi antara pemohon dengan regulator. Degan demikian, dapat mengurangi potensi moral hazard dari kedua belah pihak.

OJK sebelumnya juga sudah meluncurkan SPRINT Bancassurance untuk pemasaran produk-produk asuransi yang dijajakan oleh perbankan. Selain itu, ada SPRINT untuk perizinan penjualan reksadana melalui bank selaku Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan SPRINT pendaftaran akuntan publik/kantor akuntan publik. Semua sistem tersebut telah mulai diluncurkan sejak tahun ini.

Editor: Yura Syahrul
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait