Loloskan Ketua Komisi XI DPR, Pansel OJK Utamakan Integritas

Sebanyak 29 calon merupakan pegawai BI, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta OJK. "Yang dari sektor jasa keuangan mencapai 44 orang," kata Sri Mulyani.
Ameidyo Daud Nasution
9 Februari 2017, 07:00
OJK
Arief Kamaludin | Katadata

Politisi dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) termasuk dalam daftar 107 calon anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengikuti proses seleksi tahap kedua. Panitia seleksi (Pansel) tidak mempersoalkan latar belakang para calon, yang utama adalah faktor integritas.

Para politisi itu adalah politikus Partai Golkar Melchias Markus Mekeng yang kini menjabat Ketua Komisi Keuangan (Komisi XI) DPR serta politikus Fraksi PDI Perjuangan yang juga anggota Komisi Keuangan DPR Andreas Eddy Susetyo. Anggota Pansel, Darmin Nasution, mengatakan masuknya nama kedua anggota DPR itu masih sesuai dengan aturan.

Darmin juga belum mau menanggapi potensi benturan kepentingan yang akan muncul saat tahap uji kelayakan di DPR. Alasannya, pansel belum saatnya membahas potensi tersebut saat ini. Apalagi, pansel juga memiliki penilaian tersendiri terhadap setiap calon.

(Baca: Sri Mulyani Minta KPK dan PPATK Telusuri 107 Calon Bos OJK)

"Dalam aturan memang tidak ada (larangan) tapi harus dipahami bahwa pansel juga punya hak menilai," kata Darmin usai konferensi pers hasil seleksi tahap pertama calon anggota komisioner OJK di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (8/2).

Senada dengan Darmin, Ketua Pansel OJK Sri Mulyani mengatakan, tidak ada aturan yang melarang masuknya Ketua Komisi XI DPR sebagai calon komisioner OJK. Namun, dia mengingatkan salah satu bobot penilaian calon anggota Dewan Komisioner OJK adalah memiliki integritas. "Tetapi kami memang tidak melarang, hanya saja bobot pentingnya di situ (integritas)," ujarnya.

Ia juga mengatakan semakin beragam latar belakang calon yang lolos maka akan memberikan warna tersendiri saat Presiden Joko Widodo memutuskan 21 calon untuk diajukan kepada DPR. Selain dua anggota DPR itu, calon yang lolos memang terdiri dari berbagai latar berlakang.

(Baca: OJK Terima Hampir 4.000 Pengaduan Seputar Layanan Keuangan)

Mayoritas berasal dari profesional swasta yang bergerak di bidang jasa keuangan. Perinciannya, sebanyak 29 calon merupakan pegawai Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Adapun sebanyak 10 orang calon merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian Keuangan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Selain itu, sebanyak 10 orang yang lolos merupakan akademisi, dan 12 orang berlatar belakang lainnya. "Yang dari sektor jasa keuangan mencapai 44 orang," katanya.

Beberapa nama pejabat di bidang keuangan yang tercatat lolos seleksi adalah Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio, Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Fauzi Ichsan, dan Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Riswinandi.

Beberapa pejabat Bank Indonesia (BI) turut meramaikan bursa bos OJK. Tercatat ada 10 calon yang berasal dari BI, salah satunya Deputi Gubernur BI Hendar. (Baca: Pejabat Bursa, BI, Anggota DPR dan Mantan KPK Lolos Seleksi Bos OJK)

Selain itu, ada juga mantan Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Zulkifli Zaini, dan mantan Direktur Utama BEI Erry Firmansyah dan Mas Achmad Daniri. Ada pula mantan Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Bidang Ekonomi yang kini menjabat Rektor Universitas Paramadina Firmanzah, hingga mantan Wakil Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Agus Santoso.

Editor: Yura Syahrul
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait