Sri Mulyani dan Ekonom Prediksi 5 Sektor Prospektif Tahun Ini

“Sayangnya, sektor yang akan tumbuh, yang selama ini membuat kesalahan yaitu pertambangan,” kata Chatib Basri.
Desy Setyowati
8 Februari 2017, 10:29
Sri Mulyani wefie
ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana
Menteri Keuangan Sri Mulyani berfoto wefie bersama mahasiswa saat memberikan kuliah umum di Universitas Udayana, Bali, Jumat (20/1/2017).

Perekonomian Indonesia tahun ini masih menghadapi tantangan gejolak ekonomi global. Meski begitu, setidaknya ada lima sektor usaha yang kondisinya akan membaik berdasarkan prediksi Menteri Keuangan Sri Mulyani dan para ekonom. Lima sektor itu meliputi konstruksi, manufaktur, perdagangan besar, pertambangan, dan pariwisata.

Sri Mulyani mengatakan, sektor manufaktur akan memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Karena itu, pemerintah akan mendorong agar sektor ini bisa berkembang dan tumbuh lebih baik lagi.

Selain manufaktur, pemerintah mendorong sektor pariwisata. Salah satu upayanya adalah membangun infrastruktur yang akan menopang pengembangan suatu kawasan wisata.

(Baca: Sri Mulyani Akui Rendahnya Investasi Jadi PR Pemerintah di 2017)

“Kalau perlu diberi pemihakan, misalnya pariwisata. Apakah dari sisi transportasi, restoran, services sector maka dia (sektor pariwisata) yang diberi dorongan dalam bentuk pembangunan untuk askes sektor tourism,” kata Sri Mulyani dalam acara diskusi bertajuk “Investasi Membangun Negeri Melalui Pembiayaan Ekspor” di Jakarta, Selasa (7/2).

Sri Mulyani pun menggaribawahi, pemerintah akan berpihak pada sektor yang dapat berkontribusi besar terhadap perekonomian dan mengurangi kemiskinan. Keberpihakan yang dimaksud bisa dalam bentuk insentif fiskal, deregulasi, maupun perbaikan iklim investasi. Selain itu, pemerintah akan mendorong terbangunnya infrastruktur di berbagai daerah.

Sementara itu, Ekonom Muhammad Chatib Basri melihat sektor pertambangan akan meningkat di tahun ini. Perkiraan itu tercermin dari tren kenaikan harga komoditas. Namun, dia mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dan tidak terlena dengan kenaikan harga komoditas ini dan mempersiapkan diversifikasi sektor prioritas.

“Sayangnya, sektor yang akan tumbuh, yang selama ini membuat kesalahan yaitu pertambangan,” kata Chatib, mantan Menteri Keuangan periode 2013-2014. (Baca: Jokowi: Saya Minta Target Ekonomi 5,3 Persen, Menkeu Tak Berani)

Jadi, pemerintah harus mendorong perbaikan iklim investasi agar sektor lain juga berkembang. Dengan diversifikasi dan berkembangnya sektor lain maka perekonomian Indonesia lebih berdaya tahan, tetap tumbuh meski menghadapi tantangan gejolak ekonomi global.

Adapun, Ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih menyebutkan tiga sektor usaha yang akan tumbuh tahun ini adalah manufaktur, konstruksi, dan perdagangan besar. Karena itu, pemerintah perlu memberikan dorongan dari sisi pembiayaan, fiskal, regulasi, ataupun dari sisi perpajakan.

Apabila ketiga sektor ini bisa dikembangkan lebih baik, dia optimistis pertumbuhan ekonomi 2017 akan membaik dari pencapaian tahun lalu yang sebesar 5,02 persen. “Industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan besar saya kira bisa jadi perhatian pemerintah untuk bisa dilakukan kebijakan supaya bisa membaik. Kalau membaik, ekonomi dari sisi sektoral akan membaik,” kata Lana.

Editor: Yura Syahrul
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait