Berkat Reformasi, ADB Ramal Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,1 Persen

Presiden ADB Takehiko Nakao memuji Jokowi yang dianggap berhasil meluncurkan 14 paket kebijakan ekonomi di tengah ketidakpastian perekonomian global.
Ameidyo Daud Nasution
2 Februari 2017, 10:23
Infrastruktur
Arief Kamaludin|KATADATA
Pembangunan gedung perkantoran di Jakarta.

Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank / ADB) memprediksi ekonomi Indonesia pada tahun ini akan tumbuh 5,1 persen. Prediksi ini sama dengan target pertumbuhan ekonomi yang dicantumkan pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017. Pencapaiannya akan didukung oleh peningkatan investasi sektor swasta serta konsumsi masyarakat.

Presiden ADB Takehiko Nakao mengatakan, peningkatan investasi di Indonesia terkait erat dengan reformasi kebijakan yang dilakukan pemerintah saat ini. Dengan perubahan kebijakan untuk mendorong investasi tersebut, pelaku pasar akan percaya bahwa peningkatan ekonomi bakal signifikan. "Akan lebih banyak masyarakat yang menikmati keuntungan ekonomi," katanya dalam keterangan resmi ADB, Rabu (1/2).

(Baca: Menkeu Sebut Tantangan Ekonomi 2017: Trump, Brexit, Cina)

Sebelumnya, Nakao sempat menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu pagi. Dalam pertemuan tersebut, dia memuji Jokowi yang dianggap berhasil meluncurkan 14 paket kebijakan ekonomi. Sebab, kesuksesan tersebut merupakan sebuah kemajuan di tengah ketidakpastian perekonomian global.

Ia mencontohkan, kebijakan revisi Daftar Negatif Investasi (DNI) yang memberikamn kesempatan lebih luas bagi investor untuk menanamkan modalnya di berbagai sektor usaha "Lalu kebijakan upah yang memberikan kepastian usaha," kata Nakao.

Dalam pertemuan tersebut, Nakao juga menyatakan komitmen ADB memberikan pinjaman kepada Pemerintah Indonesia sebesar US$ 2 miliar. Hal ini sejalan dengan rencana pemberian pinjaman ADB setiap tahun kepada Indonesia. "Pinjaman swasta dari kami juga masuk pada energi bersih, rumah sakit, serta farmasi," katanya.

Di sisi lain, menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, Jokowi saat bertemu dengan ADB menjelaskan beberapa kebijakan yang telah diambil pemerintah. Beberapa di antaranya adalah program pengampunan pajak (tax amnesty) serta peningkatan penyaluran Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar.

(Baca: Jokowi: Saya Minta Target Ekonomi 5,3 Persen, Menkeu Tak Berani)

Pemeritah pada tahun ini memang fokus memacu perekonomian untuk mengurangi ketimpangan kesejahteraan masyarakat dan menurunkan angka pengangguran. "Kesenjangan dan kemiskinan juga disampaikan tadi merupakan fokus yang dibicarakan," kata Sri Mulyani.

Editor: Yura Syahrul
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait