BTN Beri Kemudahan KPR untuk 6 BUMN dan Peserta BPJS

"Bikin rumah pakai semen, jadi tolong PT Semen Indonesia Tbk, harganya jangan mahal-mahal," ujar Rini Soemarno.
Miftah Ardhian
29 Desember 2016, 16:21
BTN
Arief Kamaludin | Katadata

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) berupaya menggenjot penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) di tengah tren perlambatan pertumbuhan kredit dalam setahun terakhir ini. Salah satu upayanya adalah menggandeng enam perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam sinergi antarBUMN tersebut, BTN menyiapkan berbagai fasilitas serta kemudahan bagi perusahaan-perusahaan pelat merah itu untuk memperoleh kredit, utamanya dalam penyediaan perumahan. Menteri BUMN Rini Soemarno menyambut baik sinergi antarBUMN dan BPJS Ketenagakerjaan itu.

Menurut dia, sinergi dalam penyaluran kredit ini merupakan salah satu langkah mensukseskan program satu juta rumah per tahun yang dicanangkan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Tapi jangan cuma sekadar Memorandum of Understanding (MoU). Tiga bulan dari sekarang saya lihat, dikerjakan atau tidak (kerjasamanya)," ujar Rini saat penandatanganan kerjasama itu di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (29/12).

(Baca: Mundur 2017, Pemerintah Minta BUMN Anggota Holding Patuh)

Advertisement

Rini mengatakan, terkadang BUMN itu sendiri selalu memberikan program-program positif kepada masyarakat, tetapi kerap melupakan nasib para karyawannya. Lewat program ini, diharapkan adanya penyaluran kredit mudah dan murah bagi karyawan BUMN.

Satu hal yang menjadi perhatian adalah kebutuhan bahan baku pembuatan rumah, khususnya semen juga harus bisa ditekan harganya untuk melancarkan target pembangunan rumah ini. "Bikin rumah pakai semen, jadi tolong PT Semen Indonesia Tbk, harganya jangan mahal-mahal," ujar Rini.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BTN Maryono menyatakan, enam BUMN yang menjalin sinergi adalah PT Bukit Asam Tbk, PT Reasuransi Indonesia Utama (Indonesia Re), PT PP Tbk, PT Semen Indonesia Tbk, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Perum Perumnas, dan satu perusahaan BPJS Ketenagakerjaan.

(Baca: Gandeng 3 Bank BUMN, KAI Buat Kartu Elektronik Transportasi)

Ia menjelaskan, kemitraan antarBUMN ini daIam rangka kerja sama business to business dengan mitra kerja potensial untuk memberikan berbagai kemudahan. Kemudahan tersebut yakni keringanan uang muka, keringanan suku bunga KPR dan kredit konstruksi. "Ada juga keringanan marketing dengan memberikan persetujuan yang lebih cepat," ujar Maryono.

Penerima fasilitas kemudahan tersebut terdiri atas 21.250 karyawan enam BUMN yang meneken kemitraan dengan BTN dan 20 ribu peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu. kerja sama BTN dengan PT PP dan Perumnas diklaim akan mendongkrak pasokan rumah sebesar 46.600 unit setiap tahum.

Secara lebih rinci, nota kesepahaman tersebut antara BTN dengan Bukit Asam tentang pemanfaatan produk, jasa, dan fasilitas perbankan. BTN dengan Reasuransi Indonesia tentang penyediaan jasa layanan perbankan. BTN dengan PNM tentang sinergi bisnis BUMN dalam Rangka memajukan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di lndonesia.

(Baca: ATM Bank BUMN Pakai Jaringan Baru Akhir Tahun Ini)

Lalu, BTN dan BPJS Ketenagakeriaan dengan Perumnas tentang sinergi dalam rangka kerja sama mendukung program sejuta rumah. Kemudian, BTN juga menjalin kerjasama dengan Semen Indonesia terkait layanan perbankan dan pemasaran bersama, dan BTN dengan PT PP tentang sinergi layanan perbankan. 

Selain itu, perjanjian kerja sama (PKS) yang diteken antara BTN dengan Reasuransi Indonesia tentang penyediaan fasilitas kredit atau pembiayaan  kepada karyawan. BTN dengan Bukit Asam tentang pemberian fasilitas kredit ringan Batara Payroll. BTN dengan Perumnas tentang penyediaan KPR BTN. Terakhir, BTN dengan Reasuransi Indonesia tentang penyediaan fasilitas kredit atau pembiayaan konsumer kepada karyawan.

Editor: Yura Syahrul
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait