BI Pangkas Target Pertumbuhan Kredit 2017 Menjadi 11 Persen

Likuiditas perbankan tahun depan tetap terjaga. Hal ini ditopang antara lain oleh adanya aliran dana masuk dari hasil kebijakan pengampunan pajak.
Ameidyo Daud Nasution
9 September 2016, 16:20
Agus Marto BI
Arief Kamaludin (Katadata)

Bank Indonesia (BI) memandang penyaluran kredit oleh perbankan sejalan dengan kondisi perekonomian. Karena itu, ketika pemerintah menurunkan asumsi pertumbuhan ekonomi tahun depan dari 5,2 persen menjadi 5,1 persen, bank sentral juga memangkas target penyaluran kredit.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, pihaknya semula menargetkan pertumbuhan kredit perbankan sebesar 12,7 persen pada tahun depan. Target ini dengan asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen. Namun, dalam rapat kerja pemerintah dengan Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rabu lalu (7/9), asumsi pertumbuhan ekonomi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017 diturunkan menjadi 5,1 persen.

Alhasil, menurut Agus, BI juga menurunkan target pertumbuhan kredit 2017 menjadi sebesar 11 persen. "Jadi mungkin pertumbuhan kredit akan sedikit lebih rendah," kata Agus usai penandatanganan nota kesepahaman antara bank BUMN dengan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (9/9).

Agus memahami keputusan pemerintah dan DPR yang merevisi target pertumbuhan ekonomi 2017. Penyebabnya, pertumbuhan ekonomi dunia hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan. (Baca: Lebih Realistis, Pertumbuhan Ekonomi 2017 Dipangkas Jadi 5,1 Persen)

Advertisement

Ia pun menunjuk contoh lembaga keuangan internasional yakni Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) yang telah merevisi pertumbuhan ekonomi global menjadi masing-masing 2,8 persen dan 3,4 persen. "Kami di BI tetap perkirakan pertumbuhan ekonomi (global) 2017 sebesar 3,2 persen," ujarnya.

Di sisi lain, Agus tetap meyakini likuiditas perbankan tahun depan tetap terjaga. Hal ini ditopang antara lain oleh adanya aliran dana masuk dari hasil kebijakan pengampunan pajak yang berlangsung hingga Maret 2017. "Jadi kami lihat likuiditas terjaga." (Baca: Lima Penyebab Bunga Kredit Sulit Turun)

Pemangkasan target pertumbuhan kredit tahun depan tersebut sebenarnya lebih baik dibandingkan tahun ini. BI memperkirakan, realisasi pertumbuhan kredit perbankan hingga akhir tahun nanti berkisar 7 persen hingga 9 persen.

Perkiraan itu berdasarkan realisasi penyaluran kredit sampai akhir Juli lalu yang cuma tumbuh 7,7 persen dibandingkan periode sama 2015. Lajunya melambat dibandingkan pertumbuhan kredit bulan sebelumnya sebesar 8,2 persen. (Baca: Kenaikan Kredit Bermasalah Perbankan Meluas ke Berbagai Sektor)

Melambatnya pertumbuhan kredit diakibatkan dampak harga komoditas yang sedang melemah. Alhasil, permintaan kredit rendah. Sementara kredit bermasalah cukup tinggi sehingga bank lebih hati-hati menyalurkan kredit.

 

 

Editor: Yura Syahrul
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait