Lewat Lelang Jabatan, Kementerian Keuangan Lantik 48 Pejabat Eselon II

Tujuan pemilihan pejabat eselon II melalui lelang terbuka ini adalah menciptakan kinerja yang lebih maksimal karena pemilihannya melalui proses panjang.
Yura Syahrul
18 Februari 2016, 18:55
Kementerian Keuangan
Arief Kamaludin|KATADATA
KATADATA|Arief Kamaludin

KATADATA - Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Kementerian Keuangan untuk pertama kalinya menggelar lelang jabatan eselon II. Lewat seleksi terbuka tersebut, terpilih 48 orang yang akan menduduki jabatan direktur dan kepala di lingkungan kementerian tersebut.

“Pelantikan ini sangat penting maknanya bagi Kementerian Keuangan karena pertama kalinya eselon II diangkat melalui proses seleksi,” kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro ketika memberikan sambutan dalam acara pelantikan pejabat eselon II di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (18/2). Kebijakan ini tertuang dalam Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN). Tujuan pemilihan pejabat eselon II melalui lelang terbuka ini adalah menciptakan kinerja yang lebih maksimal karena pemilihannya melalui proses panjang.

(Baca: Menteri Keuangan akan Pangkas Target Pajak Sesuai Kondisi Ekonomi)

Pejabat eselon II dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang dilantik sebanyak tujuh orang. Mereka akan menempati posisi kepala kantor wilayah Ditjen Pajak di berbagai daerah. Sementara jabatan Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak masih diisi oleh Ken Dwijugiasteadi, yang sebenarnya merupakan Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pajak pasca pengunduran diri Sigit Priadi Pramudito pada Desember tahun lalu.

Bambang berharap, pejabat Ditjen Pajak yang terpilih bisa menciptakan kepedulian masyarakat untuk membayar pajak. Pasalnya, kontribusi penerimaan pajak dari wajib pajak perorangan bukan karyawan hanya Rp 9 triliun, dari realisasi penerimaan pajak tahun lalu sebesar Rp 1.060,8 triliun. “Harus bisa menyukseskan Undang-Undang Pengampunan Pajak (tax amnesty) kalau sudah disahkan DPR. Jadikan momentum ini sebagai motivasi kerja,” katanya.

(Baca: Perubahan APBN 2016 Menunggu Kepastian Tax Amnesty)

Sedangkan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) diangkat 20 pejabat eselon II. Bambang berharap, pejabat baru yang dilantik ini bisa mencapai target penerimaan bea dan cukai tahun ini. Selain itu, meningkatkan pengawasan untuk mencegah penyelundupan barang, baik yang sifatnya komersial ataupun berbahaya. Para pejabat itu juga diharapkan membantu memperbaiki iklim investasi, dengan mengurangi waktu tunggu bongkar muat (dwelling time) dan meningkatkan fasilitas kepabeanan.

Menteri Keuangan juga melantik 12 pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN). Ditjen ini dituntut tidak hanya fokus pada pengadministrasian dan penataan kekayaan milik negara, melainkan juga meningkatkan penerimaan negara secara signifikan. “Jadi pengelolaan aset bukan hanya mencatat dan menjaga, tapi bagaimana lelang itu menghasilkan (penerimaan) maksimal. Jadi diubah paradigma dari birokrat jadi separuh enterpreneur.”

(Baca: Penerimaan Masih Seret, Defisit Anggaran Capai Rp 70 Triliun)

Di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Bambang melantik lima pejabat eselon II. Direktorat jenderal ini diharapkan mengubah pola penyerapan anggaran menjadi lebih merata setiap kuartal.

Ada pula dua pejabat yang dilantik di Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Turut dilantik masing-masing satu pejabat di lingkungan Sekretariat Jenderal (Sekjen) serta Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Kementerian Keuangan.

Reporter: Desy Setyowati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait