Ibunda Reza Chalid Meninggal Dunia, Sudirman Said Turut Berduka

"Tidak kenal masa melayat."
Yura Syahrul
23 November 2015, 12:28
Sudirman Said
Arief Kamaludin|KATADATA
Menteri ESDM Sudirman Said

KATADATA - Di tengah kontroversi dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto yang turut menyeret dirinya, pengusaha Muhammad Reza Chalid ditimpa musibah. Ibundanya,  Hj. Siti Hindun binti Ali Alketiri, dikabarkan meninggal dunia, Senin subuh tadi (23/11). Mendengar kabar tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said turut menyampaikan belasungkawanya.

"Kami doakan semoga khusnul khatimah," katanya, menanggapi kabar duka tersebut kepada Katadata, Senin (23/11). Meski turut mendoakan almarhumah, Sudirman belum berencana datang untuk melayat ke rumah Reza. Alasannya, dia tidak mengenal Reza secara pribadi. "Tidak kenal masa melayat," katanya.

Sedangkan di rumah duka, di Jalan Sriwijaya Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dipadati oleh para pengunjung. Parkiran mobil mengular puluhan meter sehingga jalan itu ditutup satu jalur. Berdasarkan pantauan Katadata, sebagian pelayat adalah para karyawan perusahaan Reza, yang datang secara berkelompok.

Ada pula karangan bunga duka cita dari berbagai pihak. Di antaranya dari dua petinggi Air asia, yaitu Tony Fernandes (CEO Air Asia Group) dan Dato Kamarudin (petinggi Air Asia yang juga orang terkaya ke-31 di malaysia versi Forbes tahun 2015). Sekadar informasi, Reza juga merupakan salah satu pemilik Air asia Indonesia dengan porsi 10 persen saham.     

Advertisement

(Ekonografik: Jejaring Bisnis Mr. R)

Namun, kawasan rumah duka tersebut dijaga oleh banyak petugas keamanan dengan pakaian safari. Alhasil,  Katadata dan para wartawan lainnya kesulitan melakukan reportase ataupun mewawancarai orang-orang yang hadir. Bahkan, sempat terjadi insiden keributan dengan para petugas ketika ada yang hendak memotret karangan bunga duka cita.

(Baca: Tiga Orang di Balik Rekaman Skenario Kontrak Freeport)

Suasana rumah Ibunda M Reza Chalid
Suasana penjagaan petugas keamanan di rumah Reza Chalid ( Manal Musytaqo | Katadata)

Belakangan, petugas keamanan mencopot bagian tulisan nama “Reza Chalid” pada ucapan di karangan bunga tersebut. Hal itu karena bisa jadi Reza atau para pengirim karangan bunga itu tidak ingin diketahui saling berhubungan erat oleh masyarakat luas. Pasalnya, saat ini, Reza terseret kasus pencatutan nama Jokowi dan Kalla oleh Setya Novanto.

Awal pekan lalu, Sudirman Said melaporkan kasus dugaan pencatutan nama terkait skenario perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia tersebut kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR. Dalam surat berkop Menteri ESDM perihal “Laporan Tindakan Tidak Terpuji Sdr. Setya Novanto” kepada pimpinan MKD, yang salinannya dimiliki Katadata,  Sudirman mengungkapkan, Ketua DPR Setya Novanto bersama seorang pengusaha bernama M. Reza Chalid (MR) telah beberapa kali memanggil dan bertemu dengan pimpinan Freeport Indonesia.

(Baca: Namanya Dicatut Setya Novanto, Luhut Merasa Tak Tercemar)

Pertemuan itu diduga membahas skenario perpanjangan kontrak Freeport dan imbalan yang diperoleh oleh para pihak pemburu rente tersebut. Inilah salah satu kutipan menarik dari transkrip rekaman percakapan tersebut, yang diduga adalah Reza Chalid.

R: Freeport jalan, bapak itu happy, kita ikut-ikut happy. Kumpul-kumpul kita golf, kita beli private jet yang bagus, yang representatif.

Selain kasus Freeport, nama Reza juga mencuat kembali belakangan ini seiring rampungnya hasil audit Petral, anak usaha PT Pertamina di bidang pengadaan impor minyak mentah dan produk minyak. Ia memang pengusaha besar yang malang-melintang dalam perdagangan bahan bakar minyak (BBM) sejak era Presiden Soeharto hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sejumlah perusahaan yang dikendalikannya kerap dikaitkan dengan isu tak sedap, terkait tender impor BBM dan minyak mentah yang digelar oleh Petral.

Selain populer sebagai saudagar minyak, Reza Chalid diketahui sebagai pemilik saham di AirAsia Indonesia, salah satu pemegang saham tempat hiburan anak Kidzania, dan beberapa perusahaan lainnya.

Reporter: Manal Musytaqo, Arnold Sirait
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait