Paket Jilid III Segera Dirilis, Rupiah Menguat 2,2 Persen dalam Sehari

Penguatan rupiah didukung oleh rencana pemerintah merilis paket kebijakan ekonomi jilid III. Paket ini bersifat jangka pendek sehingga bisa langsung dirasakan oleh pelaku usaha.
Yura Syahrul
6 Oktober 2015, 12:00
rupiah dolar arief.jpg
Arief Kamaludin|KATADATA

KATADATA - Nilai tukar rupiah menguat tajam hingga menembus level Rp 14.100 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari Selasa ini (6/10). Selain faktor eksternal berupa spekulasi penundaan kenaikan suku bunga AS hingga tahun depan, penguatan rupiah ditopang oleh sentimen positif terhadap rencana pemerintah merilis paket kebijakan ekonomi jilid III.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sempat menyentuh posisi 14.175 per dolar AS pada perdagangan di pasar spot hari ini, menguat 328 poin atau 2,2 persen dari perdagangan hari sebelumnya. Ini merupakan level tertinggi rupiah sejak sebulan terakhir dan penguatan terbesar mata uang negara ini sejak Desember 2013.

Sedangkan berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah sudah mencapai level Rp 14.382 per dolar AS atau menguat 1,5 persen dari penutupan perdagangan hari Senin lalu. Penguatan rupiah sebenarnya sudah terjadi sejak awal bulan ini. Jika dihitung per 1 Oktober lalu hingga hari ini, rupiah telah naik 3,5 persen. Namun, kalau dihitung sepanjang tahun ini, rupiah masih terdepresiasi 15,23 persen terhadap dolar AS.

Analis pasar uang Bank Himpunan Saudara, Rully Nova, menyatakan, penguatan rupiah yang cukup besar tersebut didukung oleh faktor eksternal dan domestik. Dari luar negeri, sentimen positif muncul setelah memburuknya data tenaga kerja di AS. Hal ini memicu spekulasi kemungkinan kenaikan suku bunga AS (The Fed Rate) baru akan terjadi tahun depan. Alhasil, indeks dolar melemah dan para investor global kembali masuk ke pasar negara-negara ekonomi berkembang (emerging market).

Dari dalam negeri, penguatan rupiah didukung oleh rencana pemerintah merilis paket kebijakan ekonomi jilid III pada hari Kamis mendatang (8/10). Rully, menilai paket kebijakan jilid III bersifat jangka pendek sehingga bisa cepat direalisasikan dan efeknya langsung dirasakan oleh pelaku usaha. “Pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi akan besar. Itu yang membuat rupiah menguat,” katanya kepada Katadata, Selasa (6/10).

(Baca: Daya Beli Masyarakat Jadi Fokus Paket Kebijakan Tahap III)

Seperti diketahui, paket kebijakan ekonomi jilid III akan fokus untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK). Selain itu, pemerintah juga menyasar peningkatan investasi dan pembiayaan ekspor.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, peningkatan daya beli bisa diupayakan dengan menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium. Namun, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, saat ini pemerintah masih membahas rencana penurunan harga BBM. “Tidak pasti (harga BBM turun). Tapi kami bahas untuk lihat kemungkinannya,” katanya.

(Baca: Jokowi: Saya Tidak Minta Harga BBM Diturunkan, tapi Dihitung)

Menurut Rully, penurunan harga BBM akan berdampak langsung kepada peningkatan daya beli masyarakat. Dengan begitu, konsumsi masyarakat akan membaik sehingga turut mengerek pertumbuhan ekonomi tahun ini.

(Baca: Pemerintah Luncurkan 16 Proyek Padat Karya Rp 19 Triliun)

Meski begitu, Rully memperkirakan, penguatan rupiah bersifat sementara karena faktor eksternal masih sangat dominan mempengaruhi mata uang Indonesia ini. Kalau ada kabar atau sinyal terbaru dari bank sentral AS untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat ini maka rupiah akan kembali melemah. “Tapi (pelemahan rupiah)  tidak terlalu dalam, masih di 14.000-an (per dolar AS),” katanya.

Reporter: Desy Setyowati, Yura Syahrul
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait