Rapor Investasi Internasional Indonesia Kuartal II-2015 Membaik

Kewajiban bersih investasi internasional Indonesia turun 2,3 persen menjadi US$ 419,1 miliar atau 47,4 persen dari PDB. Ini penurunan pertama kali dalam setahun terakhir.
Yura Syahrul
1 Oktober 2015, 13:57
Bank Indonesia
Donang Wahyu|KATADATA
Gedung Bank Indonesia Donang Wahyu|KATADATA

KATADATA - Bank Indonesia (BI) mencatat, kewajiban bersih Posisi Investasi Internasional (PII) pada akhir kuartal II-2015 mencapai US$ 419,1 miliar atau setara dengan 47,4 persen dari produk domestik bruto (PDB). Jumlahnya menurun US$ 9,9 miliar atau 2,3 persen dari kewajiban bersih PII pada kuartal I lalu yang sebesar US$ 429,1 miliar atau setara 48,2 persen dari PDB. Ini merupakan penurunan pertama kali kewajiban bersih PII dalam setahun terakhir.

Penurunan kewajiban bersih investasi internasional tersebut ditopang oleh peningkatan jumlah Aset Finansial Luar Negeri (AFLN) sebesar 2,4 persen dibandingkan kuartal sebelumnya menjadi US$ 226,4 miliar. Hal ini ditandai oleh meningkatnya jumlah simpanan pihak swasta di perbankan luar negeri dan investasi langsung orang Indonesia di negara lain. Sebagai gambaran, investasi langsung di luar negeri naik 7,2 persen sedangkan simpanan dalam bentuk investasi non-portofolio tumbuh 9,7 persen dari kuartal I-2015.

Di sisi lain, jumlah Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) pada akhir kuartal II-2015 menurun 0,7 persen menjadi US$ 645,5 miliar. Yang menarik, selain pengaruh pelemahan rupiah, penurunan KFLN ini sejalan dengan merosotnya jumlah investasi portofolio asing ke Indonesia. Investasi portofolio asing, berupa saham dan surat utang, pada kuartal II mencapai US$ 205,8 miliar atau turun 4 persen dari kuartal sebelumnya. Ini sejalan dengan penurunan harga saham dan surat utang domestik.

Sebaliknya, investasi langsung asing di Indonesia, baik berupa penanaman modal maupun pembiayaan utang, meningkat 2,3 persen dari kuartal sebelumnya menjadi US$ 290,9 miliar. BI melihat besarnya aliran masuk modal investasi langsung asing ini menandakan perbaikan porsi sumber pembiayaan berjangka panjang ketimbang sumber pembiayaan jangka pendek dari investasi portofolio.

Selain sisi solvabilitas, penurunan kewajiban bersih investasi internasional Indonesia pada kuartal II-2015 ini juga berdampak positif pada perbaikan indikator likuiditas. “BI menilai perkembangan PII Indonesia sampai kuartal II-2015 masih cukup sehat,” kata pejabat BI dalam siaran persnya, Rabu (30/9). Namun, BI terus mewaspadai risiko kewajiban bersih PII Indonesia terhadap perekonomian di masa depan.

(Baca: Ekonomi Melambat, Minat Investor Asing Tetap Tinggi)

Sebelumnya, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi investasi pada kuartal II tahun ini mencapai Rp 135,1 triliun. Angka ini meningkat 16,3 persen dibandingkan periode sama 2014 yang sebesar Rp 116,2 triliun. Sedangkan jika dibandingkan kuartal I-2015 naik 8,4 persen. Dalam kurun enam bulanan, realisasi investasi pada semester pertama tahun ini pun lebih tinggi 16,6 persen dibandingkan pencapaian pada semester satu tahun lalu.

“Yang menarik, minat investor asing semakin besar,” kata Kepala BKPM Franky Sibarani. Investasi asing pada kuartal II-2015 mencapai Rp 92 triliun, naik 18,2 persen dari periode sama 2014. Sedangkan selama enam bulan pertama tahun ini nilainya mencapai Rp 174 triliun atau tumbuh 16,1 persen dari semester I-2014.

Reporter: Yura Syahrul
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait