BKPM: Indonesia Mendominasi Arus Investasi Asing di ASEAN

Arus investasi global sepanjang semester I memang turun 158 persen Tapi AsiaPasifik jadi satusatunya wilayah yang mencatatkan pertumbuhan arus investasi positif
Yura Syahrul
31 Agustus 2015, 13:39
Katadata
KATADATA

KATADATA ? Animo para pemodal asing untuk menanamkan investasinya di Indonesia masih tinggi di tengah kondisi perlambatan ekonomi di kawasan Asia Tenggara, termasuk di dalam negeri. Indikasi tersebut setidaknya berdasarkan catatan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Kepala BKPM Franky Sibarani mengungkapkan, arus investasi asing yang masuk ke Indonesia selama semester I-2015 mencapai US$ 13,66 miliar atau sekitar Rp 191,2 triliun. Di antara negara-negara ASEAN, porsinya paling besar yaitu mencapai 31 persen dari total investasi asing yang masuk ke kawasan tersebut. Porsinya lebih tinggi dibandingkan Vietnam sebesar 17 persen atau US$ 7,53 miliar dan Malaysia sebesar 16 persen atau senilai US$ 7,01 miliar selama paruh pertama tahun ini.

?Data tersebut menggambarkan bahwa di tengah kondisi ekonomi global yang melambat, Indonesia masih potensial sebagai negara tujuan investasi utama di ASEAN,? kata Franky dalam konferensi pers perkembangan terkini investasi langsung asing atau foreign direct investment (FDI) di kantor BKPM, Jakarta, Senin (31/8). Menurut dia, pencapaian tersebut juga menandakan penurunan nilai tukar rupiah dan pelambatan ekonomi Indonesia saat ini belum mempengaruhi arus investasi asing ke dalam negeri.

Sementara itu, Cina masih merupakan negara asal investasi terbesar di ASEAN. Selama semester I-2015, porsinya sebesar 17 persen. Di bawahnya berturut-turut negara  Jepang sebesar 15 persen, Thailand 12 persen, Korea Selatan 12 persen, dan Singapura 10 persen. Adapun Amerika Serikat sebesar 9 persen, Malaysia 3 persen, Jerman 3 persen, Taiwan dan Swiss masing-masing 2 persen dan Swiss.

Advertisement

Di sisi lain, arus investasi secara global sepanjang semester I tahun ini memang turun 15,8 persen dibandingkan periode sama tahun lalu menjadi sebesar US$ 311 miliar. Namun, ketimbang kawasan lain di dunia, Asia-Pasifik menjadi satu-satunya wilayah yang masih mencatatkan pertumbuhan arus investasi positif. Arus investasi yang masuk ke Asia Pasifik selama enam bulan pertama tahun ini tumbuh 9,2 persen menjadi sebesar US$ 137,3 miliar.

Franky mengakui, tantangan yang lebih berat di depan mata adalah merealisasikan minat investasi yang cukup tinggi tersebut secepatnya di tengah tren perlambatan ekonomi. Sekadar informasil, BKPM menargetkan realisasi investasi tahun ini sebesar Rp 519,5 triliun. Adapun realisasi investasi hingga akhir semester I tahun ini sudah mencapai Rp 307 triliun atau 59,1 persen dari target 2015.

Reporter: Arnold Sirait
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait