Kembalinya Sri Mulyani dan Konsolidasi Politik Jokowi

Image title
Oleh
28 Juli 2016, 20:35
Resuffle
Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo ditemani Wakil Presiden Jusuf Kalla megumumkan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan pada resuffle kabinet jilid II di Istana Merdeka, Jakarta, 27 Juli 2016

Suara kubu KMP kian kempis, ketika PPP dan Golkar akhirnya juga berbalik arah, yang membuat suara KIH di Senayan menjadi 386 suara (69 persen). Adapun KMP tinggal tersisa Gerindra dan PKS dengan 113 suara (20 persen). Sedangkan Partai Demokrat tetap berposisi netral, dengan 61 kursi (11 persen).

Dengan modal politik yang kian kokoh ini, pada pertengahan Juni lalu atau hanya berselang sebulan setelah meraih dukungan Golkar, Presiden Jokowi langsung membuat kejutan. Ia memilih Komisaris Jenderal Tito Karnavian untuk menjadi Kepala Kepolisian RI, menggantikan Jenderal Badrodin Haiti yang memasuki masa pensiun.

Pengangkatan Tito juga mengagetkan, lantaran perwira Polisi yang dikenal cerdas dan berprestasi ini, melompati senior empat angkatan yang sebelumnya telah masuk bursa calon Kapolri. Selain Wakapolri Budi Gunawan (angkatan 1983), ada pula Kepala Badan Narkotika Nasional Budi Waseso (angkatan 1984), dan Irwasum Dwi Priyatno (angkatan 1982).Langkah ini mengejutkan, mengingat sebelumnya ia mendapat desakan hebat dari PDI-P dan sang Ketua Umum Megawati Soekarnoputri—juga para politisi lain—untuk memilih Wakapolri Budi Gunawan sebagai orang nomor satu di korps baju coklat ini.

Tak berhenti sampai di situ, Jokowi juga merestui usulan Tito untuk mengangkat Komjen Suhardi Alius sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Padahal, Suhardi yang juga dikenal sebagai perwira cemerlang, sempat “masuk kotak”, ketika terjadi perseteruan di tubuh Polri di masa-masa awal pemerintahan Jokowi.

Boleh dibilang, pengangkatan kedua perwira tinggi polisi ini berjalan mulus, tanpa hambatan berarti dari para politisi. Keberhasilan ini pun menjadi penanda kedua keberhasilan konsolidasi politik Jokowi. Pujian pun banyak mengalir.

Kapolri Tito

 

 

Kebijakannya ini bahkan dipandang sebagai langkah “cerdas” untuk mengamankan loyalitas korps Kepolisian kepada Presiden dalam jangka waktu cukup panjang. Mengingat, Tito tak dikejar masa pensiun dan bukan sosok “titipan” dari siapa pun.

Pinangan Lama buat Sri

Kini, lagi-lagi hanya berselang sebulan, kejutan kembali dibuat Jokowi. Pengangkatan sejumlah wakil partai dalam kabinet—termasuk Jenderal Wiranto sebagai Menko Politik, Hukum, dan Keamanan yang banyak menuai kritik—memang sudah diduga sebelumnya. Tapi, soal masuknya Sri ke kabinet di luar dugaan.

Spekulasi baru muncul ketika Sri datang ke Jakarta dan berbicara di sebuah forum di Universitas Indonesia, hanya sehari sebelum kabinet baru diumumkan. Di forum itu, Sri sempat memuji dua kebijakan ekonomi pemerintahan Jokowi. Pertama, percepatan pembangunan infrastruktur. Kedua, 12 paket kebijakan untuk mengatasi hambatan perdagangan dan investasi.

(Baca: Sri Mulyani Memuji Dua Kebijakan Pemerintahan Jokowi)

Jika ditilik ke belakang, sesungguhnya “pinangan” Jokowi ke Sri memang sudah disiratkannya sejak lama. Bahkan sejak pemilihan calon Wakil Presiden dan pembentukan kabinet baru pada Oktober 2014, Sri sudah masuk radar.

Untuk Wakil Presiden, pilihan akhirnya jatuh ke tangan Jusuf Kalla. Sedangkan untuk kabinet, rencananya Sri diplot menduduki kursi Menko Perekonomian. Saat itu, sejumlah sumber menceritakan bahwa Sri sudah sempat beberapa kali bertemu dengan Jokowi.

“Restu” pun sudah dikantongi dari Megawati, yang sempat melakukan pertemuan dengan Sri hampir tiga jam lamanya. Persoalannya kemudian, ia meminta adanya dukungan politik yang riil agar kerjanya kelak bisa berjalan efektif.

Editor: Yura Syahrul
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait