Kembalinya Sri Mulyani dan Konsolidasi Politik Jokowi

Image title
Oleh
28 Juli 2016, 20:35
Resuffle
Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo ditemani Wakil Presiden Jusuf Kalla megumumkan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan pada resuffle kabinet jilid II di Istana Merdeka, Jakarta, 27 Juli 2016

Syarat ini diajukannya lantaran ia “kapok” direcoki para politisi dalam kasus Bank Century, yang membuatnya terpental dari kabinet. Dukungan politik setengah hati dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, telah membuat dirinya dan Wapres Boediono menjadi bulan-bulanan para politisi Senayan.

Syarat ini yang kabarnya berat dipenuhi oleh Jokowi, dan tidak ada sinyal tegas dari PDI-P. Jokowi pun kabarnya tidak secara langsung meminta Sri masuk kabinet, meski kode sudah dibunyikan oleh Deputi Ketua Tim Transisi Jokowi-JK Eko Sanjoyo saat itu. “Kalau Ibu Sri,  leadership-nya bagus,” ujar Eko, yang kini baru diangkat menjadi Menteri Desa.

Sri lantas menolak secara halus tawaran Presiden Jokowi. Menurut salah seorang sumber, alasan Sri saat itu, ia masih harus menyelesaikan masa kontrak kerjanya di Bank Dunia.

(Baca: Jokowi Pertimbangkan Duet Sri Mulyani-Chatib Basri)

Nama Sri lantas kembali digadang-gadang bakal masuk kabinet, ketika berhembus kencang isu bakal adanya perombakan kabinet jilid I pada Juli 2015. Saat itu, Sri dan Rizal Ramli termasuk calon yang dipertimbangkan untuk masuk tim ekonomi. Selain untuk pos Menko Perekonomian, Sri juga diplot memegang jabatan Menteri Keuangan.

Menurut ekonom UGM Tony Prasetyantono, peluang Sri masuk kabinet saat itu cukup besar. “Saat saya sebut SMI (Sri Mulyani Indrawati), Presiden hanya tersenyum. Tapi saya berani simpulkan, Presiden memang menginginkan SMI,” kata Tony mengisahkan pertemuan sejumlah ekonom dengan Presiden di Istana Negara pada 29 Juni 2015.

Jika Sri saat itu jadi menduduki posisi Menteri Keuangan, maka Bambang Brodjonegoro akan bergeser ke Bappenas. Kenyataannya, Sri lagi-lagi batal masuk skuad tim ekonomi kabinet. Posisi Menko Perekonomian kemudian dijabat Darmin Nasution, dan Rizal Ramli kebagian jatah Menko Kemaritiman.

(Baca: Sri Mulyani Menkeu, Bambang Brodjo ke Bappenas)

Golkar Jokowi

Dengan dua kali pembatalan itu, siapa sangka Sri bakal bersedia masuk kabinet dalam perombakan kali ini. Tapi, jalan cerita rupanya sudah berubah. Golkar yang dulu di baris terdepan berupaya mendongkel Sri Mulyani dalam kasus Century, kini gegap-gempita mendukung pemerintahan Jokowi.

Realita baru itu yang tentunya juga dilihat Sri, hingga akhirnya menerima pinangan ketiga Jokowi. Ia tak perlu lagi khawatir dan bisa bekerja dengan tenang, sepanjang didukung penuh oleh Presiden Jokowi yang kini sudah mengantongi  hampir 70 persen suara di DPR.

Melihat realita itu, apa yang dilontarkan Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani enam tahun lalu, bahwa ”Ini bagian dari kemenangan Golkar,” saat menanggapi pengunduran diri Sri, menjadi terasa usang.

Reshuffle dan masuknya Sri Mulyani menjadi penanda ketiga keberhasilan konsolidasi politik Jokowi.

 

Editor: Yura Syahrul
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait