8 Fakta Sejarah Sasaki Kojiro, Samurai Jepang di Record of Ragnarok
ZIGI – Sasaki Kojiro dijadikan sebuah karakter di anime Record of Ragnarok yang tayang di Netflix pada 17 Juni 2021. Dia adalah salah satu samurai Jepang terkenal dan bahkan dibuatkan monumen untuk menghormati kematian Sasaki pada 1612.
Sebagai informasi, samurai atau yang dalam bahasa Jepang bushi adalah prajurit yang muncul dalam sejarah pramodern Jepang yang berkembang menjadi pemimpin kelas militer pada Zaman Edo (1603-1867). Penasaran dengan Sasaki Kojiro? Yuk simak fakta-faktanya!
Sejarah Singkat Sasaki Kojiro

Sumber foto: reddit.com
Sasaki Kojiro yang juga dikenal dengan nama Sasaki Ganryu adalah pendekar pedang terhormat yang lahir di Prefektur Fukui pada tahun 1585. Dia dianggap sebagai yang terbaik di bidangnya selama Periode Sengoku dan tahun-tahun awal Periode Edo.
Hingga saat ini, masih belum pasti siapa yang mengenalkan Sasaki pada ilmu pedang. Nama Toda Seigen dan Kanemaki Jisai adalah dua master yang diperdebatkan mengenai studi Sasaki Kojiro tentang gaya pedang Chujo-ryu.
Toda Seigen adalah ahli pedang Chujo-ryu dari abad ke-16 dan sama-sama terampil dalam seni kodachi (semacam pedang pendek). Sementara, Kanemaki Jisai adalah siswa di bawah bimbingan Toda Seigen sebelum menjabat sebagai guru Ito Ittosai dan mungkin juga sebagai guru Sasaki Kojiro.
Dikutip dari Yabai pada Rabu, 23 Juni 2021, Sasaki Kojiro melakukan perjalanan ke provinsi yang berbeda setelah mengalahkan adik dari tuannya. Tidak lama kemudian, ia mendirikan sekolahnya sendiri yang diberi nama Ganryu atau yang berarti gaya batu besar.
Pedang Favorit Sasaki Kojiro

Sumber foto: yabai.com
Sasaki unggul dalam menggunakan nodachi (semacam pedang/katana panjang) dan sering ia gunakan untuk duel. Dibandingkan dengan katana standar yang biasanya berukuran panjang 70 centimeter, pedang nodachi sering kali memiliki panjang bilah lebih dari 90 centimeter.
Pedang favorit Sasaki Kojiro dikenal sebagai monohoshizao. Meskipun pedangnya secara signifikan lebih panjang dan lebih berat dibandingkan dengan lawannya, setiap serangan Sasaki Kojiro sangat tepat dan cepat.
Teknik Sasaki Ditakuti
![]()
Sumber foto: alphacoders.com
Sejalan dengan serangannya yang cepat, teknik khas Sasaki dikenal sebagai Tsubame Gaeshi atau Turning Swallow Cut, dinamai sesuai gerakan serangan yang menirukan ekor swallow bird saat terbang. Selama era feodal Jepang, teknik Sasaki Kojiro ditakuti dan dihormati oleh banyak orang. Diyakini bahwa Sasaki Kojiro mengembangkan teknik ini selama tahun 1605.
Duel Sasaki Kojiro dan Miyamoto Musashi

Sumber foto: twitter.com
Sasaki Kojiro selalu berhasil ketika duel dengan lawannya. Namun, pertarungan terakhirnya dengan Miyamoto Musashi menjadi sejarah dan dikenang hingga saat ini. Sebagai informasi, Miyamoto Musashi adalah seorang ahli pedang dan ronin (samurai tanpa tuan) pada masanya. Dia dikenal karena gaya pedang gandanya yang unik dan mencatat rekor tertinggi untuk jumlah duel tak terkalahkan.
Sasaki dan Miyamoto adalah saingan lama dan mereka setuju untuk bertarung satu sama lain pada tanggal 12 April 1612, di Pulau Ganryu, tidak jauh dari pantai provinsi Bizen, Jepang.
Pertempuran seharusnya dimulai pagi-pagi tetapi Sasaki Kojiro dan para saksi duel menunggu beberapa jam sampai Miyamoto Musashi tiba. Pada saat Miyamoto tiba, Sasaki Kojiro sudah dalam keadaan marah karena tidak dihargai.
Duel itu relatif singkat. Setelah melihat kejengkelan dan kemarahan Sasaki Kojiro, Miyamoto Musashi memprovokasi dia untuk mengambil langkah pertama. Serangan ini segera dielak oleh Miyamoto Musashi yang mematahkan tulang rusuk kiri Sasaki Kojiro sebelum memberikan serangan mematikan ke paru-parunya.
Kematian Sasaki Kojiro

Sumber foto: pinterest.com
Setelah melihat lawannya tak berdaya, Miyamoto Musashi merasakan kesedihan yang luar biasa yang menyebabkan kebangkitan spiritualnya. Ia langsung membungkuk pada Sasaki yang jatuh dan para saksi bersumpah untuk tidak pernah terlibat dalam pertempuran mematikan lagi.
Duel tersebut menjadi yang paling signifikan bagi kedua pendekar pedang itu. Pada tahun yang sama, Miyamoto Musashi juga membuka sekolah anggar.
Patung Sasaki Kojiro

Sumber foto: reddit.com
Jika kamu ingin berkunjung ke tempat duel terakhir Sasaki Kojiro, kamu bisa mengunjungi Ganryujima atau Pulau Ganryu. Lokasinya berada hanya beberapa meter di pantai Shimonoseki, sebuah kota di Prefektur Yamaguchi.
Wisatawan dapat naik kapal feri selama 10 menit ke pulau dari Pelabuhan Shimonoseki dengan biaya 400 yen atau Rp52 ribu per orang untuk sekali jalan. Pengunjung bisa melihat patung duel Sasaki dengan Miyamoto di tempat tersebut. Tak hanya itu, untuk mengenang kehebatan Sasaki Kojiro didirikan juga patung dirinya di taman Iwakuni.
Sasaki Kojiro dalam Budaya Pop Jepang

Sumber foto: twitter.com
Mengingat kehebatan Sasaki Kojiro dalam ilmu pedang dan kematiannya yang fenomenal, ia sering digunakan sebagai karakter dalam berbagai budaya pop Jepang. Beberapa karya fiksi terkenal menampilkan Sasaki Kojiro atau setidaknya senjata, teknik dan kemampuannya yang khas.
Sasaki Kojiro muncul di manga Vagabond karya Takehiko Inoue ditampilkan sebagai orang tuli yang memegang pedang panjang. Ada pula di film Samurai III: Duel at Ganryu Island (1953), ditampilkan sebagai versi dirinya yang sangat percaya diri dan kompetitif. Ia juga dijadikan karakter game yakni Samurai Showdown.
Selanjutnya, karya yang mengangkat Sasaki Kojiro yakni anime Fate/Stay Night (2006), novel Musashi karya Eiji Yoshikawa hingga video game Brave Fencer Musashi.
Karakter Sasaki Kojiro di Record of Ragnarok

Sumber foto: meaww.com
Terbaru, sosok Sasaki Kojiro juga muncul di anime Record of Ragnarok yang tayang di Netflix pada 19 Juni 2021. Dalam anime 12 episode itu, Sasaki sebagai salah satu dari tiga belas petarung yang dipilih untuk mewakili umat manusia dalam pertempuran Ragnarok. Ia melawan Poseidon dan menghabisinya dengan tebasan ganda ke arah dada.
Diketahui bahwa Record of Ragnarok diadaptasi dari manga berjudul Shuumatsu No Valkyrie diciptakan oleh Shinya Umemura dan Takumi Fukui. Jika kamu ingin melihat pertempuran Sasaki Kojiro bisa menyaksikan Record of Ragnarok yang masing-masing episode berdurasi 25 menit di layanan streaming Netflix.
