5 Teori Fans Tentang Dora the Explorer, Down Syndrome Hingga Demensia

Image title
29 Juni 2021, 13:44
Dora the Explorer
Rojak Daily
Dora the Explorer

ZIGI – Dora the Explorer telah menghibur dan menemani anak-anak di seluruh dunia termasuk Indonesia sejak tahun 2000-an awal dengan petualangan serunya. Kartun Nickelodeon ini pasti melekat dalam ingatan kalian dong, terutama momen saat ia bertanya secara berulang-ulang, memanggil peta, hingga mengatakan  “Swiper jangan mencuri!”

Nah, di balik tingkahnya yang menggemaskan sekaligus menyebalkan bagi sebagian orang itu, baru-baru ini muncul fan theory (teori dari para penggemar) yang membongkar sisi lain dari kehidupan Dora the Explorer.

Sejumlah teori yang juga ramai dibahas di akun TikTok CH Podcast itu menguak kisah yang jarang diketahui publik. Zigi.id telah merangkum beberapa teori unik dari Dora the Explorer yang bisa bikin kamu terkejut.

Apa saja teori di balik kartun Dora the Explorer? Simak terus pembahasannya berikut ini sampai habis.

Dora Mengidap Down Syndrome


Source: youtube.com

Disadur dari laman Fandom.com, Selasa, 29 Juni 2021, dipercaya bahwa karakter utama kartun andalan saluran TV Nick Jr ini menderita Down Syndrome. Dora disebut-sebut juga menderita hidrosefalus, yang menjadikan kepalanya unik dan besar.

Alasan Dora sering berbicara tiga kali lebih keras daripada karakter lain adalah karena ia cacat mentalnya. Selain itu, Dora disinyalir menderita ADHD klasik yang menyebabkan ia tidak dapat fokus dan mengingat apa yang dikatakan peta kepadanya meski sudah diulangi sampai tiga kali.

Sementara itu, si Boots (monyet yang selalu menemaninya) sebenarnya adalah hewan pemandunya, dan gelang kuning yang ada di pergelangan tangan Dora merupakan alat pelacak yang akan berfungsi untuk memudahkan pencarian jika Dora tersesat.

Orang Tua Dora Sudah Meninggal dan Ia Dijual ke Sebuah Kartel


Source: variety

Konon, Dora sebenarnya telah menjadi anak yatim piatu dan dijual ke suatu kartel narkoba sesaat sebelum kedua orang tuanya meninggal dunia. Teori ini dipercaya karena orang tua Dora hampir tidak pernah muncul dan orang tua mana yang akan meninggalkan anak mereka yang berusia empat tahun tersesat begitu jauh dari rumah.

Kartel ikut bermain karena dipercaya bahwa orang tua Dora adalah pecandu narkoba yang membeli dari berbagai anggota kartel sampai-sampai mereka menjual Dora ke kartel untuk obat terakhir mereka, obat-obatan yang mereka gunakan hingga overdosis. 

Segera setelah orang tuanya meninggalkannya di jalanan, Dora kecil lolos dari kartel dan telah menjadi buron sejak saat itu. Peta yang dia miliki seharusnya membawanya ke tempat yang aman, tetapi karena dia berusia 4 tahun, Dora tidak dapat membaca peta sehingga ia selalu menanyakan ke mana harus pergi.

Dora Menderita Demensia atau Skizofrenia


Source: amazon.com

Teori Dora the Exploler berikutnya mengatakan bahwa Dora menderita skizofrenia atau demensia dini. Di setiap episode, dia kerap berbicara kepada penonton yang tidak hadir di dunia kartunnya. Anehnya, monyet Boots berbicara dan berinteraksi dengannya seperti manusia biasa. Padahal, monyet tidak dapat berbicara dan bertindak persis seperti manusia sehingga hal ini disinyalir jadi salah satu delusi Dora.

Dora mengira ia sedang mengembara di seluruh dunia, tetapi ia berada di dunia fantasinya sendiri yang dia buat. Dalam episode lain, Dora mengklaim bahwa dia bisa melihat Afrika dari rumahnya di Meksiko. Kenyataannya, Afrika akan terlalu jauh untuk dilihatnya. 

Hal tersebut menunjukkan bahwa ia memiliki masalah dengan melihat panjang relatif objek, dan membayangkan Afrika berdasarkan informasi yang telah ia proses sebelumnya. 

Selain itu, Dora selalu memperkenalkan dirinya di setiap episode, meskipun dia telah bertemu "penonton" sebelumnya. Dari sini fans curiga ia menderita skizofrenia atau demensia, dan semua yang ada di serial ini hanyalah fantasi yang dibuat-buat di kepalanya. Dora juga dimulai dengan D, dan demensia dimulai dengan D.

Dora Adalah Mafia Kulit Hitam Kanada


Source: insider.com

Di balik keluguannya, Dora dicurigai sebagai bagian dari mafia kulit hitam Kanada. Boots si monyet hadir sebagai petugas pembebasan bersyaratnya dan berusaha mengeluarkan Dora dari kelompok mafia kulit hitam Kanada. Ada-ada saja ya teori dari fans!

Dora the Explorer adalah Game Komputer


Source: twitter.com

Terakhir, bisa dibilang adalah salah satu teori fans yang paling menarik dan dapat dipercaya. Teori ini mengatakan bahwan Dora the Explorer sebenarnya adalah permainan komputer, bukan acara TV.

Bukti pertama, di intro Season 1 dan 2, terdapat adegan yang menunjukkan kamera bergerak melalui ruang kosong ke layar komputer. Hal itu disinyalir terjadi karena semua orang telah lama meninggal dan Dora, yang pernah menjadi karakter video game, mendapatkan perasaan bersama dengan semua karakter lainnya.

Kedua, ada fakta bahwa Grumpy Old Troll selalu meminta Dora untuk memecahkan teka-tekinya, mirip dengan bagaimana permainan komputer mengharuskan pemain untuk melakukan tugas tertentu untuk memasuki area baru.

Ketiga, ada bagian yang paling berkesan yakni kursor. Setiap kali Dora meminta penonton untuk menemukan objek, panah biru mengarah ke objek, menyala, dan mengeluarkan suara pendek, mirip dengan cara kerja kursor mouse di kehidupan nyata. 

Hal tersebut karena komputer itu sendiri, bukan hanya karena file yang tersimpan di dalamnya menjadi hidup. Mouse serta kursor di sini menjadi pemain yang rajin bermain game dan berteman dengan karakternya.

Demikian sejumlah teori fans dari kartun Dora the Explorer. Bagaimana pendapatmu, percayakah dengan teori-teori penggemar di atas?

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...