7 Film Putri Marino Selain Layangan Putus, Aktris Peraih Piala Citra
ZIGI – Nama Putri Marino trending di media sosial setelah ia beradu akting dengan Reza Rahadian di serial Layangan Putus. Sebelumnya istri dari Chicco Jerikho ini mulai populer sejak debut di film Posesif pada 2017.
Ia berhasil menggambarkan perempuan yang keluar dari toxic relationship. Peran Putri Marino di film Posesif membawanya sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik di Festival Film Indonesia atau Piala Citra 2017.
Setidaknya ada tiga film baru Putri Marino di tahun 2021. Penasaran dengan film yang pernah dibintangi Putri Marino? Cek daftarnya di bawah ini.
1. Losmen Bu Broto (2021)
Bu Broto dan Pak Broto mengelola sebuah losmen di Yogyakarta bersama tiga anaknya. Di balik kehidupan yang tampaknya berjalan normal di luar, ketiga anak keluarga Broto ternyata menyimpan permasalahan sendiri. Mulai dari duka ditingggal suami, hobi yang tidak direstui, hingga motivasi menajalani pendidikan yang hilang. Permasalahan tersebut meledak setelah terjadi skandal.
Film Losmen Bu Broto merupakan adaptasi dari serial tahun 80-an berjudul Losmen. Kali ini Putri Marino didapuk sebagai anak kedua bernama Mbak Pur.
2. One Night Stand
Lea (Putri Marino) bertemu dengan Baskara (Jourdy Pranata) dalam cinta satu malam. Namun dalam pertemuan singkat tersebut, keduanya justru saling membagikan banyak cerita. Percakapan di antara kedua orang yang tidak saling mengenal tersebut justru meninggalkan ingatan paling dalam.
3. Cinta Pertama, Kedua & Ketiga (2021)
Film karya Gina S. Noer ini pertama kali di putar pada 4 Desember di Festival Film JAFF 2021 (Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2021). Bercerita tentang Raja (Angga Yunanda) dan Asia (Putri Marino) yang jatuh cinta.
Namun ayah Raja dan ibu Asia ternyata juga memiliki hubungan khusus. Keduanya pun harus membuat pilihan, merelakan kisahnya atau justru menentang hubungan kedua orangtua.
4. Terima Kasih Cinta (2019)
Eva (Putri Marino) berkenalan dengan Ryan (Achmad Megantara) saat sama-sama masuk SMA. Tiba-tiba Eva yang sakit-sakitan harus dibawa ke rumah sakit. Saat itu, keluarga Eva dan Ryan mengetahui bahwa dirinya mengidap penyakit lupus. Apakah Eva akan baik-abik saja?
Butuh dua tahun untuk memproduksi film Terima Kasih Cinta. Menurut perwakilan Bintang Pictures, film yang tayang pada 17 Januari ini memang bertujuan untuk memberikan edukasi ke masyarakat tentang penyakit lupus.
5. Jelita Sejuba: Mencintai Kesatria Negara (2018)
Film ini berkisah tentang seorang istri tentara Indonesia. Sharifah yang diperankan oleh Putri Marino adalah perempuan asal Natuna yang menikah dengan seorang tentara bernama Jaka. Ia harus mengalami ditinggal sang suami pergi berdinas. Beberapa kali Sharifah mengungkapkan dirinya tidak tahan menjadi istri dari seorang prajurit. Namun sang suami berhasil meyakinannya atas nama tugas negara.
6. Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, dan Cinta (2018)
Film Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, dan Cinta merupakan garapan dari sutradara Hanung Bramantyo. Berkisah tentang raja ketiga Mataram yang memerintah pada 1613 hingga 1646. Mas Rangsang (diperankan oleh Marthino Lio) adalah calon dari raja baru. Film ini berkisah tentang lika-liku Sultan Agung, termasuk ketika menghadapi Belanda.
Di sini, Putri Marino berperan sebagai Lembayung versi muda. Ia adalah cinta pertama Sultan Agung sekaligus perempuan yang berhasil membuat sang Raja patah hati.
7. Film Posesif (2017)
Lala Anindhita (Putri Marino) adalah siswa teladan dan seorang atlet renang. Ia tinggal bersama sang ayah yang juga sekaligus pelatihnya. Namun dunia Lala mulai berubah saat ia bertemu dengan Yudhis (Adipati Dolken). Keduanya pun lantas menjalin hubungan, hingga menganggu aktivitas Lala sebagai atlet.
Namun yang tidak diketahui Lala, Yudhis ternyata punya sifat posesif. Ia tidak suka dengan persahabatan Lala dengan temannya. Yudhis juga suka membututi Lala ketika pergi. Ia bahkan tidak segan berbuat kasar kepada Lala.
Nah di atas adalah 6 film yang dibintangi Putri Marino selain Layangan Putus yang ia mainkan bersama Reza Rahadian. Putri Marino merupakan aktris yang selektif ketika memilih naskah lho. Jadi tidak salah jika setiap film yang ia perankan selalu berhasil.
