Namanya Mirip, Starz Tuntut Disney Star+ di Amerika Latin
ZIGI – Jaringan TV kabel Starz mengajukan tuntutan kepada Disney, karena dinilai melarang hukum merek dagang di Meksiko, Brasil dan Argentina terhadap title ‘Star’. Pihak Starz berpendapat bahwa nama tersebut mirip dengan layanan streaming miliknya, StarzPlay, yang telah beroperasi di beberapa negara Amerika Latin sejak tahun 2019.
Dilansir dari The Verge, Disney rencananya akan meluncurkan Disney Star+ di Amerika Latin per 31 Agustus 2021 mendatang. Lantas seperti apa awal konflik antara Disney dan StarzPlay ini? Simak penjelasan selengkapnya lewat artikel berikut.
Persaingan antara Starz dan Disney Atas Nama ‘Star’
Terjadi persaingan ketat antara layanan hiburan StarzPlay milik Starz dan Disney atas nama Star+ di Amerika Latin. Memiliki nama merek yang mirip dengan penggunaan kata 'Star', Starz menggugat Disney dengan alasan dapat menyebabkan kebingungan pelanggan di pasar Amerika Latin.
Starz mengklaim bahwa perusahaannya menjadi yang pertama menggunakan nama ‘Star’ sejak tahun 2019 di Amerika Latin. Sedangkan Disney berencana untuk meluncurkan layanan bernama Disney Star+, yang mana namanya mirip dengan Starz. Karena hal ini, membuat pihak Starz mengajukan tuntutan terkait merek dagang.
"Perusahaan tidak punya pilihan selain membela haknya dan berusaha mencegah kebingungan pelanggan lebih lanjut dengan mengajukan gugatan pelanggaran merek dagang di Brasil, Meksiko, dan Argentina," ungkap juru bicara Starz, yang dikutip dari The Verge pada Jumat, 11 Juni 2021.
Belum Dapat Respon dari Pihak Disney
Terkait tuntutan yang diajukan, Disney tidak segera menanggapi permintaan dari pihak Starz. Sebelumnya, Disney berencana untuk memperluas layanannya dengan meluncurkan layanan streaming internasional, seperti Pixar, Marvel, dan Lucasfilm.
Presiden The Walt Disney Amerika Latin Diego Lerner telah mengumumkan layanan Disney Star+ di Amerika Latin pada bulan Agustus 2021 mendatang. Terkait nama layanan yang mirip dengan Starz, Disney belum memberikan tanggapan, setidaknya hingga artikel ini ditulis.
“Kekuatan konten, yang akan mencakup semua ESPN, menjadikan Star+ sebagai penawaran unik dan relevan dengan identitasnya sendiri yang akan menjadi layanan digital yang diakui, independen dari Disney Plus,” kata Diego Lerner, kepada The Verge.
Peluncuran Disney Star+ Sempat Ditunda
Sementara itu, perusahaan Disney telah meluncurkan layanan Disney Star+ sebagai pusat konten Disney+ di 17 negara termasuk Kanada, Australia, Singapura dan di seluruh negara Eropa.
Pada awalnya, Disney dijadwalkan meluncurkan layanan Disney Star+ di sebagian besar negara Amerika Latin pada Juni 2021. Namun, rencana tersebut harus ditunda hingga akhir Agustus 2021. Layanan Disney Star+ diketahui akan dibanderol seharga 7,50 dollar Amerika Latin per bulan.
Jelang peluncuran Disney Star+, pihak Disney justru didugat oleh perusahaan Amerika Latin, Starz karena dinilai memiliki kesamaan nama dalam penggunaan kata ‘Star’.
