Dikecam Usai Copot Foto Ratu Elizabeth, Oxford University Buka Suara
ZIGI – Oxford University mendadak menduduki trending Google Indonesia pada Sabtu, 12 Juni 2021. Rupanya hal ini terkait dengan sikap mahasiswanya yang mencopot foto Ratu Elizabeth II dari Middle Common Room (MCR) atau ruangan organisasi mahasiswa pasca sarjana Magdalen College.
Sikap ini pun menuai kecaman dari Menteri Pendidikan Inggris. Sampai akhirnya, President of Magdalen College, Oxford memberikan penjelasan atas sikap mahasiswa tersebut. Scroll yuk untuk penjelasannya.
Menteri Pendidikan Inggris Kecam Sikap Mahasiswa Oxford University

Sumber foto: Sky News
Mahasiswa dari Oxford University menuai kecaman setelah mencopot foto Ratu Elizabeth II. Sebenarnya, foto yang dicopot itu bukanlah potret yang dilukis, melainkan cetakan berwarna saat Ratu masih muda berdasarkan foto yang diambil oleh Dorothy Wilding pada tahun 1952.
Keputusan itu diambil setelah pemungutan suara oleh para mahasiswa universitas tersebut karena dianggap sebagai simbol 'Sejarah kolonial terkini'. Pemungutan suara ini hanya dilakukan oleh total 17 siswa.
Pemungutan suara ini meraih hasil, 10 suara mendukung pencopotan foto, lima suara abstain dan dua orang lain menentangnya. Seperti diketahui, Magdalen merupakan salah satu bagian dari Oxford University yang paling prestisius.
Terkait hal ini, Menteri Pendidikan Inggris Gavin Williamson mengkritik sikap mahasiwa yang menurunkan foto Ratu Elizabeth II. Dia menyebut tindakan tersebut tidak masuk akal. Menurut Williamson, selama masa pemerintahannya, Ratu sudah bekerja tanpa lelah untuk mempromosikan nilai-nilai yang dimiliki Inggris.
"Mahasiswa Universitas Oxford menghapus gambar Ratu benar-benar tidak masuk akal. Dia adalah Kepala Negara dan simbol dari apa yang terbaik tentang Inggris. Selama masa pemerintahannya yang panjang, dia telah bekerja tanpa lelah untuk mempromosikan nilai-nilai toleransi, inklusivitas, dan rasa hormat Inggris di seluruh dunia," ujar Gavin Williamson yang dilansir Zigi.id dari BBC, Sabtu, 12 Juni 2021.
Klarifikasi Pihak Magdalen College
Sementara itu, Presiden atau Ketua Organisasi Mahasiswa Magdalen, Matthew Katzman, notulen rapat komite MCR mosi itu diajukan dalam upaya untuk membuat ruang bersama lebih ramah dan netral.
"Kampus akan memiliki banyak penggambaran berbagai hal, tetapi ruang bersama dimaksudkan untuk menjadi ruang bagi semua orang untuk merasa diterima," ungkap Matthew Katzman pada The Telegraph.
Senada dengan Katzman, pengacara Dinah Rose, presiden Magdalen College juga menekankan keputusan tersebut milik mahasiswa, bukan milik perguruan tinggi. Lewat rangkain cuitan di Twitter-nya, dia mengatakan perguruan tinggi sangat mendukung kebebasan berbicara dan debat politik dan hak otonomi siswa.
"Beberapa tahun yang lalu, sekitar tahun 2013, mereka (mahasiwa) membeli cetakan foto Ratu untuk menghiasi ruangan dan baru-baru ini memilih untuk menghapusnya. Kedua keputusan ini adalah keputusan yang mereka ambil sendiri, bukan College. Magdalen sangat mendukung kebebasan berbicara dan debat politik, dan hak otonomi MCR," kata Dinah Rose pada 9 Juni 2021.
Lebih lanjut, dia juga tidak menutup kemungkinan jika mahasiswa berniat untuk kembali memajang foto Ratu Elizabeth II. Rose juga mengungkapkan sebagai mahasiswa tugas mereka bukan hanya sekadar belajar tapi juga memperdebatkan ide.
"Mungkin mereka akan memilih untuk memasangnya lagi, mungkin tidak. Sementara itu, fotonya akan disimpan dengan aman. Menjadi mahasiswa lebih dari sekadar belajar. Ini tentang mengeksplorasi dan memperdebatkan ide. Terkadang tentang memprovokasi generasi yang lebih tua. Sepertinya itu tidak terlalu sulit untuk dilakukan akhir-akhir ini," pungkas Dinah Rose.
Terkait polemik mahasiwa Oxford University yang menurunkan fotonya ini, pihak kerajaan yakni Ratu Elizabeth II belum memberikan penjelasan apapun.
