Biodata dan Agama Eng Hian, Pelatih Greysia Polii/Apriyani Rahayu
ZIGI – Keberhasilan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu yang membawa pulang medali emas cabang olahraga bulutangkis nomor ganda putri di Olimpiade Tokyo 2020, ikut mencuatkan nama Eng Hian, sang pelatih.
Eng Hian bukanlah orang baru di dunia bulutangkis Indonesia. Namanya juga merupakan legenda yang pernah mengharumkan Indonesia setelah meraih medali perunggu di Olimpiade Athena tahun 2004 silam.
Selain itu, dia juga merupakan pemain berbakat Indonesia yang pernah membela Inggris sampai membuatnya menjadi nomor satu dunia. Berikut profil dan biodata Eng Hian, pelatih Greysia Polii dan Apriyani Rahayu.
Keluarga Eng Hian
Eng Hian adalah salah seorang pemain bulutangkis asal Solo. Pria yang disapa Didi ini lahir di Surakarta pada 17 Mei 1977. Eng Hian memiliki istri bernama Muliyaningsih Baiin atau yang juga disapa Lia Baiin. Dari pernikahan yang sudah berjalan 18 tahun itu, keduanya dikaruniai dua orang anak bernama Queency dan Kingston Dylan Eng.
Agama Eng Hian
Agama Eng Hian pun tidak luput dari pembahasan. Viral video di TikTok yang mengungkap kalau agama yang dianut Eng Hian berbeda dengan Greysia Polii maupun Apriyani Rahayu. Dalam video yang diunggah akun Yuda Suparsana itu, Eng Hian disebut beragama Buddha, sementara agama Greysia Polii Kristen dan Apriyani Rahayu beragama Islam.
Mereka pun dianggap sebagai bukti meskipun berbeda apabila bersatu akan menghasilkan kejayaan bagi Indonesia. Meski begitu, sampai sekarang agama Eng Hian belum diketahui pasti. Di Instagramnya, Eng Hian kerap menunjukkan toleransi beragama dengan ikut memberikan ucapan Idul Fitri, Hari Natal sampai ikut merayakan Imlek.
Jebolan Pelatnas PBSI dan Pernah Membela Inggris
Bersama rekannya, Flandy Limpele, Eng Hian merupakan jebolan pelatnas PBSI. Sebelum dengan Flandy, Eng Hian pernah berpasangan dengan pebulutangkis lain yakni Hermono dan Rian Sukmawan.
Eng Hian dan Flandy Limpele ppernah membela Inggris selama tiga tahun antara 2001 hingga 2003. Keduanya pun menjadi ganda putra nomor satu dunia. Tapi karena adanya Permanent Resident, membuat Eng dan Flandy memutuskan kembali ke Tanah Air.
Raih Medali Perunggu Olimpiade Athena
Eng Hian dan Flandy Limpele pun menunjukkan kesungguhannya berbakti untuk tanah kelahirannya. Walaupun gagal masuk babak final, tapi keduanya berhasil meraih medali perunggu di Olimpiade Athena 2004. Sebelum medali di Olimpiade, Eng Hian pernah mendapat medali emas nomor beregu putra dalam ajang SEA Games 1999 yang berlangsung di Bandar Seri Begawan, Brunei.
Nama Eng Hian juga masuk dalam skuad Merah Putih dalam Piala Sudirman 1999 dan 2001, serta Piala Thomas 2004. Penampilan profesional terakhir Eng Hian adalah di Dutch Open tahun 2006 silam. Saat itu, Eng berpasangan dengan Rian Sukmawan dan berhasil menjadi juara. Setelahnya Eng Hian memutuskan mundur dari Pelatnas Cipayung.
Sempat Jadi Pelatih di Singapura Sebelum Melatih Ganda Putri
Setelah mengundurkan diri dari Pelatnas pada Mei 2007, Eng Hian memilih berkarier sebagai pelatih. Singapura pun menjadi tujuan pertamanya. Sampai akhirnya, di tahun 2012, Eng Hian kembali ke tanah air setelah kontraknya dengan tim nasional Singapura habis. Eng Hian awalnya kembali untuk fokus menangani akademinya.
Sampai akhirnya di tahun 2014, Eng Hian ditunjuk sebagai pelatih untuk sektor ganda putri yang kebetulan saat itu kosong. Hal ini pun menandai mulainya karier kepelatihan Eng Hian untuk Indonesia. Saat itu Greysia/Nitya yang menjadi anak asuhnya.
Namun cerita di balik awal pemilihan Eng Hian sebagai pelatih untuk ganda putri Indonesia ini terbilang unik karena bermula dari pertemuan tidak sengaja Rexy Mainaky dengan Eng Hian di depan kamar mandi.
Dikutip dari tulisan Ainur Rohman, jurnalis Jawa Pos, Selasa, 3 Agustus 2021, kisah ini bermula saat Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rexy Mainaky rapat bersama Christian Hadinata, Lius Pongoh, dan Ricky Subagja di Pelatnas PP PBSI di Cipayung, Jakarta Timur di tahun 2013.
Mereka mendiskusikan pelatih yang akan menangani sektor ganda putri. Dari nama-nama yang direkomendasikan, mereka tidak merasa cocok. Sampai akhirnya, Rexy izin ke kamar mandi dan ketika di luar dia secara tidak sengaja bertemu Eng Hian yang sedang berkunjung ke Cipayung.
Rexy Mainaky kemudian masuk kembali ke ruang rapat dan mengusulkan nama Eng Hian. Rupanya, Christian Hadinata memiliki feeling yang sama. Berdasarkan pengalaman saat di Inggris dan di Singapura, Rexy merasa Eng Hian merupakan sosok yang sangat pas dengannya. Mulai dari saat mereka berdiskusi soal bulu tangkis, strategi pertandingan hingga berbagai rumor.
Rexy juga mengakui Eng Hian memiliki cara pandang yang begitu tajam. Misalnya, saat memasangkan Greys dan Apri. Kini delapan tahun berselang, feeling Rexy Mainaky pun tepat. Eng Hian berhasil mengantarkan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu memenangkan medali emas di Olimpiade.
Hampir didepak dari Pelatnas
Ternyata di tahun 2016, Eng Hian sempat hampir didepak dari Pelatnas Cipayung. Pernyataan ini disampaikan oleh mantan pebulu tangkis tunggal putra, Hariyanto Arbi. Saat itu, dia langsung menghubungi Eng Hian dan memberikan motivasi.
Hariyanto Arbi juga mengakui kemampuan Eng Hian yang bagus dalam melatih. Maka akan amat disayangkan bila Pelatnas melepaskannya begitu saja. Beruntungnya, saat itu Eng Hian masih dipertahankan dan meneruskan kariernya sampai sekarang.
Bawa Anak Asuh Raih Medali Olimpiade
Sebagai pelatih sektor ganda putri di Indonesia, nama Eng Hian tidak terlalu disorot seperti halnya pelatih ganda putra, campuran, atau tunggal putra. Perlu dimaklumi, hal ini juga karena prestasi yang diraih ganda putri masih terbilang biasa dan belum sebanding dengan sektor lainnya. Tapi Eng Hian pernah membawa anak asuhnya, Greysia Polii/Nitya Krsihinda Maheswari meraih medali emas Asian Games 2014.
Setelah itu, anak didik Eng Hian cukup lama tidak memberikan prestasi untuk Indonesia. Sampai akhirnya, dia memasangkan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu di tahun 2017. Keduanya langsung memenangkan French Open 2017, India Open 2018, medali emas SEA Games 2019 hingga juara ganda putri di Thailand Open 2021.
Kini, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu berhasil mempersembahkan medali emas Olimpiade Tokyo 2020 bagi Indonesia usai mengalahkan wakil China, Chen Qingchen/Jia Yifan, pada pertandingan final ganda putri yang berlangsung, Senin, 2 Agustus 2021.
Keberhasilan ini membuat Greysia Polii/Apriyani Rahayu mengukir sejarah baru menjadi ganda putri pertama Indonesia yang mampu meraih medali emas Olimpiade. Bagi Eng Hian, medali emas anak asuhnya itu seakan menyempurnakan raihan perunggu miliknya saat berada di Olimpiade sebagai pemain.
Biodata dan Agama Eng Hian
Nama lengkap: Eng Hian
Tempat dan tanggal lahir: Surakarta, 17 Mei 1977
Usia: 44 tahun
Agama: Belum Diketahui
Profesi: Pelatih Bulu Tangkis
Aktif Pemain: 1997-2006
Aktif Pelatih: 2007-sekarang
Pasangan: Muliyaningsih Baiin
Anak: Queency dan Kingston Dylan Eng
Instagram: @enghian
Demikian, biodata dan agama Eng Hian, pelatih yang berhasil mengantarkan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020.
