Profil Gracia Paramitha, Co-Founder Indonesian Youth Diplomacy

Image title
17 Januari 2022, 12:51
Gracia Paramitha
Zigi.id/Wahyu
Gracia Paramitha

ZIGI – Gracia Paramitha dikenal sebagai pengamat G20 dan co-founder dari Indonesian Youth Diplomacy (IYD). Tahun ini, IYD dipercaya menjadi tuan rumah Youth 20 Indonesia.

Dalam agenda Youth 20 Indonesia, Gracia bersama IYD mendorong keterlibatan lebih anak muda dalam forum internasional tersebut. Kepedulian Gracia terhadap isu sosial, terutama isu lingkungan, dipupuk sejak kecil.

Selain aktif sebagai dosen Hubungan Internasional di kampus LSPR, Jakarta, perempuan yang akrab disapa Grace ini juga menjadi diplomat sejak umur 13 tahun. Yuk, kenalan lebih lanjut degan profil Gracia Paramitha!

1. Keluarga Gracia Paramitha

Gracia Paramitha
Photo : Instagram @graciaparamitha
Gracia Paramitha

Gracia Pramitha dibesarkan dari keluarga akademik, kedua orangtuanya merupakan seorang dosen. Hal inilah yang membuat Gracia belajar soal konsep demokratis. Sejak kecil ia sudah dibiasakan untuk belajar menanam pohon, hingga kebiasaan ke kebun.

“Ayah saya profesor dan waktu kecil sudah dibiasakan nanam pohon, bisa dibilang daur hidup saya tidak bisa lepas dari isu lingkungan,” ujarnya dalam wawancara bersama Zigi.id di LSPR Jakarta belum lama ini.

Perempuan kelahiran 3 April 1989 adalah anak sulung dari tiga bersaudara. Kebetulan ia adalah satu-satunya anak perempuan. Ketiganya memiliki hobi bermusik. Adik pertamanya bernama Christian Adi Jaya merupakan penyanyi rohani lulusan Hillsong Chruch di Sydney Australia.

Adik bungsunya bernamanya Jeremiah Kurniawan, berprofesi sebagai dokter militer yang bertugas di balai pengobatan TNI AL, Sorong, Papua.

“Bisa dibayangkan, akademisi, musisi, dokter, berbeda background tapi bisa dibilang yang menyatukan kita adalah musik,” lanjut Grace.

Saat wawancara, Gracia Paramitha membagikan suara merdunya menyanyikan theme song G20 berjudul Recover Together Recover Stronger yang aslinya dibawakan oleh Afgan. 

2. Berawal dari Puteri Lingkungan Hidup Surabaya

Gracia Paramitha
Photo : Instagram @graciaparamitha
Gracia Paramitha

    Kegiatan organisasi Gracia dimulai sejak usia 13 tahun pada 2002, ia ikut dalam kegiatan LSM lokal bernama Tunas Hijau Club. Di LSM tersebut, ia belajar membuat kompos, hingga diberikan pemahaman tentang isu lingkungan. Dari organisasi ini ia mendapat gelar sebagai Puteri Lingkungan Hidup Surabaya untuk kategori anak-anak.

    Tunas Hijau menjadi pintu masuk bagi Gracia meluaskan jejaring di tingkat internasional. Gracia kemudian menjadi Delegasi Anak Indonesia untuk Millenium Kids di International Children Conference di Perth, Australia pada Oktober hingga November 2002.

    Sejak itu, ia kerap menjadi delagasi untuk beberapa perhelatan pemuda, seperti di Denmark (2009), Amerika (2010), Korea (2012), dan Jerman (2012).

     

    Tidak berhenti di situ, saat tahun 2013 perempuan satu ini untuk pertama kalinya berpidato tentang 4ECOs di TUNZA International Conference yang diselenggarakan oleh United Nations Environment Programme dari PBB. Kegiatan tersebut dihadiri 400 pemuda dari berbagai negara.

    Pengalaman kerja pertama Gracia adalah di British Council (November 2010 hingga Juni 2011). Setelah lulus S1 di Universitas Airlangga, tokoh satu ini mendapat tawaran kerja di Kementerian Lingkungan Hidup, bagian kepala biro kerja sama luar negeri Kementerian Lingkungan Hidup selama 2011 hingga 2013.

    Pada tahun 2012 awal, ia diminta menjadi bagian proyek dari United Nations Environment Programme (UNEP, PBB) sebagai salah satu penasihat muda. Bahkan Gracia pernah bekerja di markas besar UNEP di Kenya. Jadi sepanjang tahun 2011 hingga 2013, Gracia merangkap dua pekerjaan sekaligus.

    3. Alasan Menjadi Dosen 

    Gracia Paramitha, deputy head of International Relations Program LSPR Jakarta
    Photo : Zigi.id/Wahyu
    Gracia Paramitha, deputy head of International Relations Program LSPR Jakarta

    Setelah lulus S2 di Universitas Indonesia jurusan Hubungan Internasional, perempuan 33 tahun ini memutuskan menjadi akademisi. Saat ini dirinya menjadi dosen di LSPR (London School of Public Relations) Jakarta sejak 2013 hingga sekarang. Selain dosen, Gracia juga menjadi Sekretaris di Center of Study ASEAN-PR.

    Menurut pengakuannya, menjadi akademisi adalah cita-cita sejak kecil. Hal ini bermula dari kedua orangtuanya yang sering membawa Gracia yang berumur 5 tahun ke kampus.

    “Memori itu melekat dan sampai memutuskan saya juga suka ngajar dan ke LSPR Jakarta menjadi dosen ternyata gak salah pilih atau menyesal karena senang,” tuturnya.

    4. Menjadi Co-Founder Indonesia Youth Diplomacy  (IYD)

    Gracia Paramitha
    Photo : Instagram @graciaparamitha
    Gracia Paramitha

    Pemuda Indonesia pertama kali diundang sebagai delegasi konferensi G20 pada tahun 2010, bertepatan dengan Youth 20 didirikan. Saat itu IYD belum berdiri dan hanya ada 5 delegasi yang hadir.

    Setahun kemudian, berdiri G20 Youth Indonesia Organize Committee. Organisasi inilah yang secara rutin menyeleksi delegasi pemuda untuk Youth 20. Gracia sendiri baru diundang sebagai delegasi pada tahun 2013. Saat itu Indonesia diundang dalam dua acara, Youth 20 dan Youth 8.

    Pulang dari konferensi, Gracia berkumpul dengan alumni delegasi tahun sebelumnya. Para pemuda ini berpikir bahwa organisasi yang fokus hanya pada kegiatan G20 dan G8 terlalu sempit. Akhirnya dibentuklah Indonesian Youth Diplomacy pada 23 Desember 2013.

    Organisasi ini memiliki visi besar untuk memberikan kesempatan generasi muda Indonesia tampil di kegiatan internasional. Akhirnya dari sini terbuka peluang bekerja sama dengan banyak lembaga internasional. Dengan begitu, menurut Gracia, ada banyak isu sosial yang bisa diangkat di tingkat global.

    Selain program unggulan seleksi delegasi Y20, salah satu program yang dibuat oleh IYD adalah Meet with Diplomat. IYD memfasilitasi pemuda untuk berbincang dengan para diplomat melalui live streaming Instagram.

    5. Biodata Gracia Paramitha

    Gracia Paramitha
    Photo : Zigi.id/Wahyu
    Gracia Paramitha

    • Nama: Gracia Paramitha
    • Tanggal lahir: 3 April 1989
    • Usia: 33 tahun
    • Instagram: @graciaparamitha
    • Saudara: Christian Adi Jaya, Jeremiah Kurniawan
    • Pekerjaan: Aktivis, dosen
    • Pendidikan: Lulus 2011, S1 Hubungan Internasional, Universitas Airlangga, Surabaya. Gracia mengambil skripsi dengan tema diplomasi lingkungan. Lulus 2013, S2 Hubungan Internasional, Universitas Indonesia. Lulus 2020, S3 Ilmu Politik Lingkungan, Universitas of York, Inggris. Untuk gelar PhD, Gracia mengambil tema Kebijakan Perubahan Iklim Bilateral.

    Nah, di atas adalah profil Gracia Paramitha, diplomat sekaligus co-founder dari Indonesian Youth Diplomacy. Tahun ini Indonesia menjadi Presidensi G20. IYD pun dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Youth 20, dengan empat topik yaitu Ketenagakerjaan Pemuda, Transformasi Digital, Planet Berkelanjutan dan Layak Huni, serta Keberagaman dan Inklusi.

    Baca juga: Pendaftaran Volunteer Youth 20 Indonesia Batch 4, Begini Syaratnya

    Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

    Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

    mobile apps preview

    Cek juga data ini

    Artikel Terkait

    Video Pilihan
    Loading...