Profil dan Biodata JS Khairen: Buku, Film, Quotes, hingga Keluarga
ZIGI – Nama Nusantara sebagai Ibu Kota Negara menjadi trending di berbagai sosial media. Hal tersebut memicu berbagai tanggapan dari para netizen, salah satunya adalah penulis novel, JS Khairen.
Ia mengunggah cuplikan bukunya tentang Nusantara yang menjadi ibu kota negara Indonesia pada 2013. Fakta tersebut mengejutkan para netizen karena terjadi di dunia nyata.
Siapa sebenarnya JS Khairen? Yuk kenal lebih dekat sosok novelis JS Khairen! Berikut profil dan biodatanya dilansir dari berbagai sumber.
Sempat Menulis Nusantara Dan Ibu Kota Negara Indonesia
Jombang Santani Khairen atau dikenal dengan JS Khairen merupakan penulis berdarah Minang. Baru-baru ini, ia menjadi perbincangan karena pernah menuliskan Nusantara dan ibu kota Indonesia yang pindah ke Kalimantan.
Karya buku pertama yang menyebutkan tentang hal tersebut bertajuk Rinduku Sederas Hujan Sore Itu. Buku itu ditulis JS Khairen pada 2015 dan terbit pada 2017, berupa kumpulan cerpen. Bagian yang membicarakan Nusantara terdapat pada bab Nusantara Top Secret Project: Rongga Waktu.
Kemudian buku lain bertajuk Kami (Bukan) Jongos Berdasi yang ditulis pada 2014-2015 dan diterbitkan pada 2019. Isi buku tersebut sedikit mengulik ibu kota baru yakni di Kalimantan.
Telah Menerbitkan 14 Judul Buku
JS Khairen memiliki kegemaran menulis sejak 2013, berbagai karya sudah ia tulis hingga diterbitkan oleh penerbit ternama di Indonesia. Sejak 2013 hingga saat ini, JS Khairen telah menulis sebanyak 14 judul buku.
Di antaranya adalah Igauan Kita, Rinduku Sederas Hujan Sore Itu, Ninevelove, 30 Paspor The Peackeapers’ Journey, Kami (Bukan) Sarjana Kertas, Kami (Bukan Jongos) Berdasi, Kami (Bukan) Generasi Bac*t, Kami (Bukan) Fakir Asmara, dan Karnoe.
Selain itu, dia juga menulis Hal yang Tak Kau Bawa Pergi Saat Meninggalkanku, Tangguh, Setia, 9 Keping Surat dan Melangkah.
Sementara itu, JS Khairen masih disibukkan dengan berbagai ide yang masih ia tulis. Kadang kala, penulis asal Minang ini meminta rekomendasi kepada pembacanya melalui grupnya di Twitter, J.S Khairen Readers Club.
JS Khairen Suka Menulis Cerpen
Sebelum terjun untuk menulis novel, JS Khairen juga suka menulis cerpen. Pasalnya, tidak sedikit cerpen yang ia tulis kemudian dijadikan buku. Di antara kumpulan cerpen yang dibuat oleh JS Khairen berbentuk buku bertajuk Rinduku Sederas Hujan Sore Itu.
Bahkan penggalan-penggalan kalimat yang berisi tentang nasihat juga ia unggah di sosial medianya baik di Instagram maupun Twitter.
“Langit kembali mulai gelap. Rinai datang bersamanya. Rinai adalah gerimis yang mungkin hanya hadir sebentar sebelum hujan deras. Tapi, Rinai adalah satu hal yang penting, amat penting. Tanpanya, takkan ada hujan,” tulis JS Khairen dikutip dari novelnya bertajuk Rinduku Sederas Hujan Sore Itu yang diunggahnya di Instagram.
Kegemarannya menulis diketahui karena ayahnya yang merupakan wartawan. Bahkan ayahnya pernah mendirikan kelas menulis informal di Padang kala JS Khairen masih kelas 4 SD.
Selalu Mengadakan Give Away dan Kelas Menulis
Penulis asal Minang ini nyatanya tidak pelit membagikan ilmu-lmu yang selama ini telah ia miliki. Di beberapa kesempatan, melalui sosial media khususnya grup Telegram ‘J.S Khairen – Readers Club’ membagikan beberapa buku untuk pembacanya di antaranya buku bertajuk Perempuan Yang Mendahului Zaman karya Khairul Jasmi.
Selain itu, JS Khairen juga mengadakan workshop menulis yang bertujuan membagikan pengalaman dan ilmunya ketika menulis novel. Selain itu, JS Khairen juga mengajak pembacanya untuk mendengarkan live streaming mengenai topik menulis cerpen.
JS Khairen Sosok Ayah Dua Anak
JS Khairen diketahui telah menikah dan dikaruniai dua anak. Momen kebersamaan anaknya juga pernah ia tunjukkan di sosial medianya. Bukan hanya sekadar mengunggahnya, penulis asal Minang tersebut juga menyelipkan beberapa tips dan nasihat.
Seperti halnya ketika ia mengunggah foto berdua dengan istrinya pada 8 November 2021, ia menyertakan tulisan tentang memilih tips-tips pasangan yang menarik.
“Salah satu ciri calon pasangan yang menarik adalah seberapa disiplin ia terhadap waktu & impiannya,” tulis JS Khairen.
Bukan Lulusan Dari Bidang Sastra
Mungkin tidak ada yang menyangka, JS Khairen yang ahli merangkai kata justru bukan berasal dari jurusan Sastra. Penulis ayah dua anak ini merupakan lulusan Universitas Indonesia Fakultas Ekonomi.
JS Khairen tergolong mahasiswa yang cerdas, pasalnya pada 2015 ia pernah menjadi asisten dosen. Dia sempat mengusulkan kepada dosennya untuk mengadakan kunjungan ke dua negara untuk mahasiswanya dan hal tersebut disetujui oleh dosennya.
Bukannya mendapat sambutan hangat dari mahasiswanya kala itu, JS Khairen justru disambut kepanikan mahasiswa. Dari pengalamannya sebagai asisten dosen dan melihat pengalaman dari mahasiswa, ia pun menuliskannya dalam bentuk buku seperi Kami (Bukan) Sarjana Kertas, Kami (Bukan) Jongos Berdasi dan judul buku lainnya.
JS Khairen Pernah Bermain Film
Pada 2020, JS Khairen didapuk sebagai pemeran utama dalam sebuah film Netflix bertajuk Humba Dreams. Riri Riza selaku sutradara film tersebut mengaku bertemu pertama kali dengan JS Khairen di sebuah festival film pendek.
Sementara JS Khairen dalam film yang digarap Miles Film tersebut berperan sebagai seorang pemuda asal Sumba bernama Martin. Dalam film ini, Martin harus kembali ke kampung halaman untuk memecahkan masalah warisan dari mendiang ayahnya.
Film yang digarap Riri Riza ini menjadi kali pertama penulis asal Minang tersebut melompat menjadi seorang aktor. Selain JS Khairen, Humba Dreams juga menyeret aktris sekaligus dokter gigi asal Jakarta, Ully Triani.
Biodata JS Khairen
- Nama Asli: Jombang Santani Khairen
- Nama Panggung: JS Khairen
- Tempat, Tanggal Lahir: Padang, 23 Januari 1991
- Umur: 31 Tahun
- Anak: 2
- Agama: Islam
- Pendidikan: Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia (UI)
- Profesi: Penulis, Aktor
- Tahun Aktif: 2013 – sekarang
- Akun Instagram: @js_khairen
- Akun Twitter: @JS_Khairen
- Channel YouTube: J.S Khairen
Demikian profil dan biodata JS Khairen yang aktif menulis buku dan menyinggung nama Nusantara sebagai ibu kota baru Indonesia di Kalimantan dalam bukunya. Sementara ini, JS Khairen telah menulis sebanyak 14 judul buku.
