Wahyudi Iskandar, Peserta COP26 Desak G20 Targetkan Net Zero di 2025
ZIGI – Wahyudi Iskandar, aktivis lingkungan yang tergabung di XR Indonesia menilai bahwa keadaan bumi saat ini sudah tidak layak huni karena berbagai bencana alam yang terjadi. Oleh karena itu ia meminta dalam presidensi G20, Indonesia mendeklarasikan terkait darurat iklim.
Tak cuma soal itu, Yudi juga membahas soal mengikuti COP26 yang digelar pada akhir Oktober 2021 di Glasgow, Skotlandia. Penasaran dengan sosok Wahyudi Iskandar? Yuk simak artikelnya!
Baca Juga: Profil Abdul Ghofar, Aktivis WALHI Desak Komitmen G20 Kurangi Emisi
1. Latar Belakang Wahyudi Iskandar
Wahyudi Iskandar merupakan seorang aktivis asal Makassar yang lahir pada 1 Juli 2001. Menurut Yudi, latar belakang keluarganya tidak ada yang menjadi aktivis. Namun, mereka teredukasi berkat Yudi yang melek terhadap isu lingkungan.
“Semenjak aku gabung di XR, setiap banjir itu orang-orang di rumah gak lagi menyalahkan curah hujan yang tinggi dan lain-lain. Jadi orang-orang di rumah aku juga udah perlahan teredukasi terkait banjir itu akibat dari krisis iklim,” kata Yudi dalam wawancara bersama Zigi.id pada Jumat, 28 Januari 2022.
Yudi merupakan mengenyam pendidikan di Ilmu Kelautan di Universitas Muslim Indonesia, Makassar. Semenjak sekolah dan kuliah, ia begitu aktif di berbagai organisasi lingkungan. Salah satunya dengan bergabung di Mapala atau mahasiswa pecinta alam.
2. Wahyudi Iskandar Terdampak Krisis Iklim
Yudi mengungkapkan bahwa ia tertarik dengan isu lingkungan karena melihat kondisi bumi yang dinilai tidak layak huni. Sebab, berbagai macam bencana alam sudah banyak terjadi dan ia juga sangat terdampak akibat krisis iklim ini.
Dia menjelaskan bahwa di komplek perumahannya di Makassar ketika musim penghujan tiba maka banjir pun tak terelakkan lagi. Hal inilah yang membuat Yudi tak ingin diam saja sehingga tergerak untuk mengikuti berbagai organisasi lingkungan.
“Mengingat juga kondisi bumi yang sudah semakin rusak akibat krisis iklim, jadi mau gak mau kita harus terlibat di dalamnya itu (untuk menanganinya). Aku tertarik sama isu lingkungan ya karena keadaan materil bumi sekarang, bumi yang bisa dibilang gak layak huni karena berbagai bencana sudah nyata terjadi,” tutur Yudi.
3. Wahyudi Iskandar Gabung di XR Indonesia
Berbagai keresahannya terkait lingkungan membuat Yudi mengikuti organisasi mahasiswa pecinta alam. Namun, di organisasi tersebut jarang membahas soal isu-isu politis. Lalu, ia pun tergerak untuk bergabung dengan XR Makassar.
Sebagai informasi, XR kependekan dari Extinction Rebellion, gerakan global yang menggunakan pembangkangan sipil tanpa kekerasan dalam upaya menghentikan kepunahan massal dan meminimalkan risiko keruntuhan sosial. XR awalnya digaungkan oleh para aktivis di Inggris pada tahun 2018 dan ada di 90 negara termasuk Indonesia.
Lalu, di tahun 2019 aktivis di Indonesia menginisiasi XR Indonesia. Sementara itu, Yudi bergabung dengan XR Makassar pada tahun 2020. Pada bulan September 2021 ia diberi tanggung jawab sebagai Koordinator Nasional XR Indonesia hingga saat ini.
Yudi mengakui bahwa sejak ada XR Makassar, banyak masyarakat di daerah sana yang juga peduli terhadap isu lingkungan. Bahkan, sudah ada ratusan anggota XR Makassar dari berbagai kalangan.
4. Cara Wahyudi Iskandar Agar Masyarakat Lebih Melek Isu Krisis Iklim
Pemuda 20 tahun ini mengungkapkan bahwa orang-orang yang melek terhadap krisis iklim lebih banyak dari kaum muda. Sebab, yang paling dirugikan dan terdampak adalah generasi-generasi muda. Dia juga memiliki cara tersendiri untuk mengajak masyarakat lebih aware pada krisis iklim.
Bersama dengan XR Indonesia, Wahyudi Iskandar kerap mengedukasi pada masyarakat terkait kondisi bumi saat ini dan apa itu krisis iklim dengan berbagai acara yang diusung termasuk melakukan aksi ke jalan. Tak hanya itu, mereka juga kerap safari ke kampus untuk menyebarkan berita terkait krisis iklim dan diskusi dengan mahasiswa.
5. Wahyudi Iskandar Ikut COP26
Wahyudi Iskandar mendapatkan berbagai pembelajaran dan pengalaman berharga ketika mengikuti COP26. Diketahui bahwa Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim atau Conference of the Parties (COP) ke-26 telah digelar pada 31 Oktober sampai dengan 13 November 2021 di Glasgow, Skotlandia.
Wahyudi terharu bahwa di luar negeri, orang-orang yang memperjuangkan isu lingkungan ini dari rentang umur, latar belakang hingga pekerjaan yang berbeda-beda. Dia juga sadar bahwa ada banyak orang yang ternyata memperjuangkan krisis iklim.
“Kalau yang aku dapat dari aktivis-aktivis di seluruh dunia, keresahan kita dengan masyarakat di seluruh dunia itu ternyata sama. Sama-sama terdapat krisis iklim dan kita berjuang untuk mewujudkan keadilan antar generasi. Jadi kita punya isu yang sama, keresahan yang sama, tuntutan yang sama untuk mewujudkan bumi yang layak huni,” tutur Wahyudi.
6. Harapan Wahyudi Iskandar Ketika Indonesia Tuan Rumah G20
Wahyudi Iskandar memiliki harapan besar ketika Indonesia menjadi tuan rumah G20. Yudi menyampaikan bahwa negara-negara yang tergabung dengan G20 adalah mereka yang memiliki perekonomian terbesar di dunia sekaligus sebagai penyumbang emisi terbesar.
Wahyudi berharap Indonesia bisa mendeklarasikan darurat iklim agar pemerintah dapat mulai bekerja dengan seluruh lembaga negara lainnya dalam menyegerakan perubahan yang sistemis. Hal ini bisa juga dengan penyebarluasan di media massa dan lembaga pendidikan agar masyarakat tahu terkait krisis iklim.
“Harapanku Indonesia bisa jadi teladan di G20, pertama itu bisa mendeklarasikan darurat iklim. Yang kedua, Indonesia memasang target net zero di tahun 2025 bukan di tahun 2060 karena krisisnya itu terjadinya sekarang bukan di 2060,” tutur Yudi.
Belum cukup sampai situ, ia juga berharap agar Indonesia berhenti menggunakan energi fosil dan beralih ke energi terbarukan. Yudi juga meminta agar Indonesia bisa menghentikan deforestasi. Menurutnya, perizinan terhadap penebangan hutan masih tetap diberikan dengan dalih izin lama yang sudah sesuai prosedur. Jika tidak ada perubahan, maka Indonesia bisa menjadi gundul dan miskin kekayaan alam.
7. Biodata Wahyudi Iskandar
- Nama Lengkap : Wahyudi iskandar
- Nama panggilan : yudi
- Tempat tanggal lahir : Makassar, 1 Juli 2001
- Umur : 20 tahun
- Agama : Islam
- Profesi : Koordinator Nasional XR Indonesia
- Pendidikan : S1 Ilmu Kelautan Universitas Muslm Indonesia
- Saudara : 11
- Instagram : @yudiskndar
Demikian profil dan biodata Wahyudi Iskandar, aktivis lingkungan yang tergabung dengan XR Indonesia yang memiliki harapan besar ketika Indonesia menjadi tuan rumah G20 2022.
Baca Juga: Profil Sumarni Laman, Ingin Suara Masyarakat Adat Didengar di G20
