Profil dan Biodata Chanee Kalaweit, Ayah Andrew Kalaweit Asal Perancis
ZIGI – Chanee Kalaweit langsung mencuri perhatian setelah putranya, Andrew Kalaweit membagikan kisahnya tinggal di hutan saat menjadi bintang tamu podcast Deddy Corbuzier. Chanee diketahui sebagai seorang aktivis lingkungan khususnya di hutan Kalimantan.
Chanee juga mendirikan sebuah yayasan Kalaweit yang berdiri di Kalimantan guna mengobservasi satwa liar. Pria berusia 43 tahun ini tinggal di hutan Kalimantan bersama keluarganya. Berikut profil dan biodata Chanee Kalaweit di bawah ini!
Baca Juga: Profil dan Biodata Andrew Kalaweit: Keluarga, Umur, Pacar, Asal
1. Chanee Kalaweit ke Indonesia Sejak 1998
Aurelien Francis Brule atau disapa dengan Chanee Kalaweit merupakan pria asal Perancis Selatan. Dia memutuskan pergi ke Indonesia pada 1998, kala itu ia berusia 18 tahun dan memiliki tujuan untuk membangun konservasi satwal liar khususnya Owa, sejenis kera.
“Asal saya dari Perancis, sudah datang ke Indonesia tahun 1998 waktu itu saya umur 18 tahun. (Ke Indonesia) ingin menyelamatkan Owa, primata yang memiliki tangan yang panjang dan di pagi hari selalu berbunyi di hutan,” ujar Chanee Kalaweit dikutip dari Kick Andy Show pada Minggu, 22 Mei 2022.
2. Chanee Kalaweit Menikahi Gadis Dayak
Setelah tinggal di Kalimantan selama empat tahun, Chanee akhirnya menikah dengan suku asli Kalimatan, Dayak bernama Nur Pradawati atau dikenal dengan Prada Kalaweit pada 17 Maret 2002. Sebelum menikah, keduanya telah saling kenal kurang lebih enam bulan.
Chanee dan Prada Kalaweit kala itu menggelar pernikahan dengan adat Melayu di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Setelah pernikahan keduanya, Prada dan Chanee dikarunia dua anak Andrew Ananda Brule dan Enzo. Kini mereka tinggal di hutan Kalimantan dimana mereka membangun rumah dengan seluruh dekorasi terbuat dari kayu.
3. Chanee Tidak Menyukai Satu Kebiasaan di Indonesia
Selama tinggal di Indonesia lebih dari 20 tahun, Chanee Kalaweit mengungkapkan keramahan penduduk Indonesia dan hal tersebut yang membuatnya betah tinggal di negara maritim ini. Namun, ada satu hal yang membuat Chanee tidak menyukai kebiasaan penduduk Indonesia.
“Jadi yang membuat saya sangat terganggu di Indonesia adalah selama 22 tahun tinggal di Indonesia pernah berduka, ada orang di sekitar saya yang meninggal, keluarga, teman-teman, saya kehilangan pun kehilangan kakak saya saat di Indonesia. Pada saat duka, saya sering lihat di Indonesia termasuk teman-teman saya share di media sosial gambar mayat yang meninggal,” ujar Chanee Kalaweit.
“Yang saya pahami, memang kita harus segera memberitahu keluarga dan semua orang yang dikenal bahwa orang tersebut yang meninggal. Yang tidak aku paham, kenapa harus disertai dengan foto mayatnya,” imbuhnya.
Chanee mengungkapkan kebiasaan membagikan foto mayat di media sosial tidak akan dilakukan oleh orang Barat karena tidak ingin anak-anak teringat dengan kondisi orang disaat terakhirnya.
4. Chanee Kalawet Mendirikan Yayasan Konservasi Alam
Saat tiba di Indonesia, Chanee sudah mendedikasikan hidupnya untuk menyelamatkan satwa liar khususnya di Kalimantan. Dia akhirnya mendirikaan yayasan Kalaweit yang bertujuan untuk mengkonservasi satwa liar di hutan Kalimantan.
Kalaweit saat ini telah bekerja sama dengan Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia. Bukan hanya untuk Kalimantan melainkan juga Sumatera Barat.
5. Biodata Chanee Kalaweit
- Nama Asli: Aurelien Francis Brule
- Nama Panggilan: Chanee Kalaweit
- Tempat, Tanggal Lahir: Prancis, 2 Juli 1979
- Umur: 43 Tahun
- Pasangan: Nur Pradawati (Prada Kalaweit)
- Anak: Andrew Ananda Brule dan Enzo
- Agama: Kristen
- Profesi: Aktivis Lingkungan
- Yayasan: Kalaweit
- Tahun Aktif: 1998 – sekarang
- Akun Instagram: @chaneekalaweit
- Channel YouTube: Chanee Kalaweit
Nah, di atas merupakan profil dan biodata Chanee Kalaweit, ayah Andrew Kalaweit yang merupakan seorang aktivis kelahiran Prancis yang aktif untuk menjaga kelestarian alam di Indonesia.
Baca Juga: Rafaela Xaviera, Aktivis Muda Dorong Ambisi Krisis Iklim Pemerintah
