Fakta Formula E, Balap Mobil Listrik Pertama Dunia
ZIGI – Jakarta menjadi salah satu tuan rumah yang akan menggelar balapan mobil listrik dunia, Formula E, pada Sabtu, 4 Juni 2022. Pihak panitia menunjuk kawasan Ancol sebagai lokasi balapan perdana di Indonesia.
Berbeda dengan balapan lainnya, Formula E tidak menggunakan bahan bakar fosil di mobilnya, lalu seperti apa perjalanan terbentuknya balapan ini? Berikut penjelasannya.
Pertama Kali Digelar 2014
Formula E diinisiasi oleh Presiden FIA, Jean Todt dan seorang pebisnis asal Spanyol yang juga menjabat sebagai Chairman Formula E, Alejandrao Agag. Keduanya bertemu di sebuah restoran di Paris dan saling berdiskusi. Dari hasil pertemuan tersebut, tercetuslah ide untuk membuat balapan mobil listrik pertama di dunia.
Misi utama Formula E adalah menghadirkan balapan yang ramah lingkungan. Tahun 2014, ajang Formula E pertama akhirnya digelar di kompleks Olimpiade di Beijing, China.
Menggunakan Mobil Listrik
Seluruh mobil yang digunakan dalam gelaran balap Formula E adalah mobil listrik. Mobil Formula E menggunakan tenaga motor listrik dan baterai yang disematkan ke dalam mobil. Sudah ada tiga kali pengembangan yang dilakukan FIA agar mobil Formula E terus memberikan performa yang baik tiap balapannya.
Kini mobil yang digunakan oleh Formula E adalah mobil generasi ketiga atau Gen-3. Mobil Gen-3 memiliki bobot yang jauh lebih ringan dan ukuran lebih kecil dibanding generasi sebelumnya yaitu Gen-2 dan Gen-1. Dengan bobot dan ukuran yang lebih ringkas, balapan menjadi lebih seru karena memudahkan mobil untuk menyalip lawan.
Mobil Gen-3 juga akan menjadi mobil pertama yang menggunakan tenaga listrik di bagian depan dan belakang kendaraan. Di depan, akan dipasang generator sebesar 250 kW yang akan membantu proses pengereman, sedangkan di belakang, akan dipasang generator 350 kW untuk menggerakkan kendaraan.
Di Gelar di Jalanan Kota
Sejak pertama kali digelar pada September 2014, Formula E telah diperlombakan di 24 ruas jalan di berbagai kota terkenal di dunia, sebut saja, New York, Paris, Roma, Berlin, London, Hongkong, Miami. Ada beberapa lintasan yang memang baru saja dibuat ada juga yang digelar di jalanan kota yang memang sudah terbangun.
Lintasan Sirkuit Hermanos Rodriguez di Mexico City, Meksiko, Sirkuit Moulay El Hassana di Maroko, dan Sirkuit JIEC, Jakarta adalah contoh lintasan yang memang khusus dibangun untuk balapan.
Beberapa lintasan yang digunakan juga merupakan jalan yang dilintasi oleh masyarkat umum ataupun telah dibangun sebelumnya. Sirkuit Tempelhof di Jerman menjadi salah satu lintasan yang sering digunakan, yang dulunya adalah sebuah runway bagi pesawat. Jalanan terkenal lain yang digunakan untuk Formula E adalah Parque O’Higgins di Chile, Battersea Park di London, dan yang terbaru adalah ruas jalan di Brooklyn, New York, Amerika Serikat.
Diikuti 12 Tim
Saat ini, Formula E diikuti oleh 12 tim dan 7 pabrikan mobil ternama seperti Jaguar, Porsche, Nissan, Penske, Nio, DS Tech, dan Mahindra. Jumlah pabrikan dan tim yang terlibat lebih banyak dari balapan lain. Misalnya MotoGP diikuti oleh 12 tim dan 6 pabrikan motor, F1 yang diikuti oleh 10 tim dan 4 pabrikan, dan WRC yang diikuti oleh 4 pabrikan.
Melansir Forbes, popularitas Formula E yang merupakan gelaran balapan terbesar ke-3 di dunia ini terus meningkat. Formula E ini disiarkan oleh 40 media internasional dan disaksikan di lebih 150 negara di 6 benua.
Bagi kalian yang sudah tidak sabar menonton dapat menyaksikan balapan di televisi atau datang langsung ke sirkuit di Ancol, Jakarta Utara.
Baca Juga : Roasting Anies Baswedan, Kiky Saputri: Formula E Apa Kabar?
