Reaksi Baim Wong Soal Kasus Prank KDRT Naik ke Tahap Penyidikan
ZIGI – Masalah Baim Wong dan Paula Verhoeven terkait konten prank KDRT masih terus berlanjut. Pemeran Hasan di film Jejak Cinta ini mengaku kaget sekaligus tidak ada niatan untuk menghina Lesti Kejora dan Rizky Billar.
Sementara itu, Baim Wong mengajukan mediasi setelah kasusnya naik ke tahap penyidikan. Lantas bagaimana tanggapan Baim Wong terkait konten-kontennya yang selalu dikritik termasuk konten prank KDRT? Yuk simak ulasan selengkapnya di bawah ini!
Baca Juga: 3 Pernyataan Baim Wong dan Paula Soal Konten Prank KDRT, Akui Bersalah
Baim Wong dan Paula Verhoeven Bahas Prank KDRT
Baim Wong dan Paula menyadari buruknya dampak konten prank KDRT yang dibuatnya hingga masuk ke kepolisian. Baru saja selesai masalah HAKI Citayam Fashion Week, Baim Wong mengaku kaget saat konten prank KDRT-nya dihujat habis-habisan oleh netizen.
“Lebih syok lagi dan bingung. Bingungnya tuh aduh kok jadi ngarah ke sana ya, malah kebalikannya. Kenapa? Karena kejadian yang viral ini bukannya mengambil nama Lesti tapi yang lagi viral tuh ini. Itu ide dari gue,” ujar Baim Wong dikutip dari YouTube Melaney Ricardo pada Jumat, 23 Desember 2022.
Alasannya kala itu memilih kantor polisi Kebayoran Lama lantaran pasangan yang menikah sejak 22 November 2018 ini sudah mengenal para anggota polisi dan dekat dengan rumahnya.
“Udah muter enggak dapet, karena deket sama rumah kita yang kita kenal, udah sering main jadi sudah kayak temen jadi ke kantor polisi itu. Pas dateng kesana, kebetulan jawabannya bagus banget, ‘Jangan laporin karena nanti jadi viral kalau bisa dimusyawarahkan’ karena jawabannya bagus ditayangin,” imbuhnya.
Sebab masalah ini, akhirnya berdampak ke Paula yang ikut melakukan prank di mana ia sebagai korban KDRT Baim Wong. Pasalnya, model berdarah Tionghoa-Belanda ini sempat drop dan tidak main media sosial selama dua minggu.
“Aku drop. Aku dua minggu log out Instagram, gak kuat. Karena kan disitu aku yang laporin ya jadi aku ngerasa karier yang sudah aku bangun selama ini, belasan tahun tiba-tiba ada masalah. Ini bagiku termasuk baru ya dan aku gak pernah dapetin itu bahkan dua hari aku migrain,” jelas Paula Verhoeven.
Baim Wong Ajukan Mediasi Usai Naik ke Penyidikan
Kasus prank KDRT yang dilakukan Baim Wong dan Paula Verhoeven di kantor polisi Kebayoran Lama masuk ke tahap penyidikan. Baim Wong akan dipanggil ke kantor polisi Metro Jaya Jakarta Selatan untuk menjalani pemeriksaan.
“Waktu dekat penyidikan. Sudah dijadwalkan mulai dari tanggal, hari sudah dipenyidik,” ujar Kasi Humas Metro Jaya Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi dikutip dari YouTube Seleb Oncam News.
Mendengar kabar kasus prank KDRT ke tahap penyeidikan, Baim Wong mengaku kaget karena tidak menyangka kasusnya bakal seserius ini. Oleh karenanya, pihak Baim Wong langsung mengajukan mediasi.
“Ya beliau juga kaget ya. Kita langsung memberikan pengarahan, per hari ini (Rabu) saya memberikan surat ke Kapolres untuk mengajukan mediasi,” ujar kuasa hukum Baim Wong, Machi Ahmad.
Sementara Kasi Humas Metro Jaya Jakarta Selatan, Nurma Dewi mengungkapkan jika mediasi tersebut bukan atas perintah kepolisian melainkan permintaan pribadi dari Baim Wong.
“Mediasi itu adalah permintaan (Baim Wong). Pihak kepolisian jika memang ada mediasi kita menjembatani,” imbuhnya.
Aktor berusia 41 tahun ini berharap bahwa korban mau diajak kerja sama dengan menerima mediasi yang ia ajukan ke kepolisian. Sehingga kasus prank KDRT tidak berlarut-larut dan merugikan satu sama lain.
“Kasus-kasus seperti ini memang harusnya ada proses mediasi. Semoga nanti bisa selesai dengan restorative justice,” tutur Machi Ahmad.
Baim Wong dan Paula Verhoeven langsung menerima banyak kritik ketika membuat konten prank tentang KDRT pada Oktober 2022. Pasalnya, kasus KDRT saat itu masih menjadi pembahasan yang hangat akibat kasus Lesti Kejora dan Rizky Billar.
Baca Juga: Di Tengah Kasus Prank, Baim Wong Bantu Korban Penipuan Giveaway
