6 Perusahaan BUMN akan Right Issue Tahun ini

Image title
8 Juni 2022, 11:18
Kementerian BUMN
Berbagai Sumber
Kementerian BUMN

ZIGI – Enam perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana melakukan right issue atau penambahan modal lewat hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) di Bursa Efek Indonesia.

Enam BUMN tersebut adalah, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS), dan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). 

Lalu seperti apa skema HMETD ini? Berikut rinciannya.

6 Perusahaan BUMN akan Right Issue

Menteri BUMN, Erick Thohir.
Photo : Instagram/erickthohir
Menteri BUMN, Erick Thohir.

Untuk PT Semen Indonesia, pemerintah akan melakukan inbreng atau mengalihkan kepemilikan saham di PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) kepada Semen Indonesia melalui skema ini. Proses ini membutuhkan waktu karena harus diputuskan terlebih dahulu lewat Rapat Umum Pemegang Saham. 

Proses ini mirip dengan apa yang dilakukan pemerintah lewat inject Pegadaian dan PNM ke BRI pada akhir tahun lalu. 

Lalu ada PT Waskita Karya Tbk (WSKT) yang akan melakukan right issue dengan kepemilikan saham pemerintah sebesar 75,35 persen dan saham public sebesar 24,65 persen. Setelah right issue, perkiraan porsi saham pemerintah di Waskita akan turun menjadi 66,04 persen, sedangkan saham publik naik menjadi 33,96 persen. Aksi korporasi ini berkaitan dengan rencana penggunaan dana PMN TA kepada Waskita sebesar Rp3 triliun.   

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) akan melakukan right issue dengan menargetkan dana sebesar Rp1,98 trilliun. Pendanaan ini juga berasal dari PMN TA tahun 2022 kepada Adhi Karya. Rencananya dana ini akan digunakan salah satunya untuk membiayai proyek strategis ADHI seperti proyek tol Solo-Jogjakarta. 

Selanjutnya, pemerintah akan menyuntikkan dana sebesar Rp2,98 Triliun kepada PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). Melalui skema ini, porsi kepemilikan saham pemerintah di BTN tetap di angka 60 persen. 

 

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) juga akan melakukan right issue namun akan dilakukan setelah proses PKPU mencapai tahap perdamaian. BUMN lain yang melakukan right issue adalah PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) namun berbeda dengan kelima perusahaan plat merah lainnya, saham yang dilepas lewat skema ini tidak akan diserap oleh pemerintah. Right issue yang dilakukan Krakatau Steel merupakan penjualan saham langsung kepada para investor.    

Garuda Indonesia Right Issue Dua Kali

Garuda Indonesia
Photo : Antara / Muhammad Iqbal
Garuda Indonesia

Khusus untuk Garuda Indonesia, Kementerian BUMN menyebut akan melakukan dua kali right issue. Meskipun begitu, pemerintah memastikan kepemilikan saham milik negara tetap ada sebesar 51 persen sesuai dengan putusan rapat Panja Garuda Indonesia terakhir. 

Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, dalam raker dengan Komisi VI DPR, Selasa 7 Juni 2022,menjelaskan proses akan dilakukan setelah keputusan PKPU Garuda Indonesia keluar. Aksi korporasi right issue akan dijalankan bila PKPU mencapai tahap perdamaian.  

"Bila proses PKPU bisa mencapai perdamaian dan homologasi kita melakukan dua kali rights issue. Rights issue pertama dengan menginjek Rp7,5 triliun dari porsi pemerintah untuk sebagai tahap awal restrukturisasi Garuda," kata Kartika dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR pada Selasa 7 Juni 2022

Rencana right issue Garuda Indonesia selanjutnya akan dilakukan pada kuartal IV 2022. Di tahap ini, Garuda Indonesia mengincar penambahan pendanaan dari investor strategis. 

Untuk data rentang jumlah lembar saham belum dapat disampaikan oleh pemerintah mengingat valuasi saham masing-masing BUMN akan dilakukan menjelang pelaksanaan right issue

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...