Waspada Soceng! Kejahatan Social Engineering Bikin Rekening Ludes
ZIGI – Berbagai taktik dan modus kejahatan finansial marak belakangan ini di tengah masyarakat. Terbaru, modus social engineering (soceng) atau rekayasa sosial menjadi modus yang kerap berhasil memperdaya para korban.
Social engineering di bidang finansial ini menargetkan agar isi rekening bank korban dapat digasak oleh para pelaku. Soceng biasanya melakukan manipulasi dan tipu daya secara psikologis agar korban mau memberikan informasi pribadinya, yang nanti digunakan untuk menjebol rekening korban.
Manipulasi para pelaku soceng sangat kental dengan permainan psikologis, karena dapat membuat para korban percaya bahwa tindakan tersebut adalah benar dan legal. Pelaku soceng memperdaya dengan membuat korban merasa panik ataupun senang, sehingga mau melakukan instruksi yang diminta.
Terkadang, taktik ini juga kerap digunakan di bidang intelijen bahkan bisnis, untuk memperoleh informasi dari musuh atau kompetitor.
Di Indonesia, peristiwa ini telah memakan banyak korban. Mulai dari nasabah bank daerah hingga bank nasional pernah menjadi sasaran empuk para pelaku soceng.
Lalu seperti apa modus-modus yang kerap digunakan? Ini penjelasannya
Baca Juga: Apa itu Suku Bunga Acuan dan Dampaknya
Info Perubahan Tarif Transfer Bank
Penipu berpura-pura sebagai pegawai bank dan menyampaikan bahwa ada perubahan informasi terkait biaya tarif transfer kepada sang korban. Menindaklanjuti arahan tersebut, pelaku nantinya akan meminta korban untuk mengisi formulir yang ada di link.
Formulir yang ada di link tersebut biasanya meminta informasi pribadi seperti data pribadi, PIN, OTP, dan password.
Tawaran Menjadi Nasabah Prioritas
Trik lain yang kerap digunakan adalah menawarkan nasabah untuk menguprade layanan yang telah diterima, salah satunya menjadi nasabah prioritas. Penipu pun merayu korban dengan segudang promosi dan hadiah.
Setelahnya penipu akan meminta informasi pribadi seperti yang terjadi dalam modus pertama. Data pribadi, PIN, OTP, Nomor CVC/CVV akan digunakan untuk membobol rekening anda.
Akun Layanan Konsumen Palsu
Penipu menggunakan akun media sosial palsu yang mengatasnamakan bank. Akun ini biasanya muncul ketika ada nasabah yang menyampaikan keluhan terkait layanan perbankan.
Selanjutnya penipu akan menawarkan bantuan kepada korban untuk menyelesaikan keluhannya dengan mengarahkan yang bersangkutan ke alamat situs palsu pelaku atau meminta informasi pribadi untuk nanti ditindaklanjuti.
Tawaran Menjadi Agen Laku Pandai
Penipu menawarkan jasa menjadi agen laku pandai bank tanpa persyaratan rumit. Penipu akan meminta korban mentransfer sejumlah uang untuk mendapatkan mesin EDC.
Untuk mengantisipasi hal tersebut nasabah perlu untuk menjaga kerahasiaan data pribadi, seperti nomor kartu kredit/debit, PIN, kode 3 angka di belakang kartu (CVV) dari siapapun termasuk yang mengatasnamakan pihak Bank. Nasabah yang hendak melakukan transaksi juga harus sering menggunakan dua faktor ontentifikasi (OTP).
Itu tadi modus yang sering digunakan untuk menipu korban. Pastikan hanya menggunakan aplikasi resmi dan menghubungi layanan resmi bank.
Baca Juga: Cara Membuka Deposito di Bank, Bisa Melalui Aplikasi di Handphone
