Pecahkan Rekor, Atlet Korea Tuai Kontroversi Karena Gaya Rambut

Image title
31 Juli 2021, 22:47
An San
Allkpop
An San

ZIGI – Tim panahan putri Korea Selatan berhasil menorehkan catatan istimewa dalam sejarah Olimpiade. Di mana, atletnya bernama An San menjadi yang pertama meraih tiga medali emas di satu Olimpiade setelah tahun 1904. 

Tapi di balik itu, sejumlah netizen Korea Selatan justru menyoroti penampilan An San. Banyak netizen pria menuduh An San bagian dari feminis karena potongan rambutnya yang pendek dan kalimat yang pernah dituliskannya. Seperti apa cerita An San? Berikut penjelasannya!

Atlet Panahan Korea Selatan Cetak Sejarah

image
Photo : Twitter

An San, atlet panahan dari Korea Selatan merupakan salah satu yang ikut berlaga di Olimpiade Tokyo 2020. Dia pun berhasil menorehkan prestasi gemilang sebagai atlet wanita yang memenangkan tiga emas sekaligus, baik secara invidu maupun tim.

Padahal, ini merupakan Olimpiade pertama yang diikuti wanita 20 tahun itu. Tapi dia sudah mampu memecahkan rekor. Medali pertama didapat An San setelah mengalahkan pemanah Rusia, Elena Osipova dalam final panahan individu putri.

Dalam laga yang digelar di Yumenoshima Park, Tokyo, Japan itu, An San meneteskan airmata untuk pertama kalinya di turnamen saat mendengarkan lagu kebangsaan Korea, terlebih dengan medali emas di lehernya.

Sedangkan emas kedua didapat An San setelah menjuarai kompetisi beregu campuran. Setelahnya, An San mendapat medali emas ketiga usai memenangkan kompetisi beregu putri. Pencapaian ini pun membuat An San menuai pujian.

Pasalnya, ini merupakan kali pertama bagi seorang atlet meraih tiga medali emas sekaligus dalam cabang panahan di satu Olimpiade sejak 1904 silam. Sontak saja, banyak netizen yang terkesan dan memberikan pujian pada An San. 

Dituduh Feminis Karena Rambut Pendek

image
Photo : Berbagai Sumber

Tapi di balik itu, An San ternyata juga menuai komentar tidak menyenangkan. Dilansir Zigi.id dari Allkpop, Sabtu, 31 Juli 2021, belum lama ini di komunitas online yang berpusat pada laki-laki menyebut An San bagian dari feminis, yakni gerakan sosial untuk mencapai kesetaraan hak untuk perempuan dalam berbagai hal.

Hal ini bermula saat An San kedapatan menggunakan istilah slang online yang cukup menimbulkan kontroversi yakni oh-jo-oh-eok yang berarti, 'banyak' atau 'miliaran dan miliaran', menunjukkan jumlah yang besar.

Tapi di komunitas online, para lelaki itu memunculkan rumor bahwa istilah 'oh-jo-oh-eok' tersebut mengisyaratkan tentang 'anti laki-laki', yang digunakan oleh para 'feminis' untuk 'meremehkan sperma laki-laki'. Mereka pun mulai mengirim ungkapan kebencian dan melabelinya sebagai seorang feminis.

Tidak hanya itu, situs komunitas pria itu juga menganggap potongan rambut An San yang pendek juga merupakan tanda feminis. Padahal An San mengatakan kalau dia memilih gaya rambut cepak karena merasa nyaman. 

Meski begitu, kini publik justru menunjukkan dukungan mereka kepada An San, atlet panahan Korea Selatan atas keberhasilannya mencetak rekor di Olimpiade Tokyo 2020. Mereka pun malah balik memaki para pria di situs komunitas online tersebut dan meminta An San untuk menuntut mereka yang menyebarkan rumor palsu.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...