Penjualan JYP, SM dan YG Entertainment Kena Imbas Pemerintah China
ZIGI – YG, SM, dan JYP Entertainment diperkirakan akan terkena dampak besar setelah China menetapkan aturan baru terkait jumlah pembelian album per individu. Aturan yang ditetapkan oleh China Administration Cyberspace pada 27 Agustus 2021 ini menyasar baik manajemen idol maupun kelompok penggemarnya.
China dikenal sebagai pasar terbesar untuk industri K-pop. Tahun ini, penjualan album artis K-pop di China mencapai angka tertinggi. Beberapa netizen sudah mendiskusikan kemungkinan yang akan diderita agensi besar tersebut. Yuk baca laporan lengkapnya di bawah ini.
Penjualan Album Diperkirakan Turun Drastis
Pemerintah China sedang melakukan pembenahan di sektor hiburan menyusul pembatasan fandom idol yang melakukan pemujaan berlebihan. Aturan baru tersebut diperkirakan akan memengaruhi bisnis industri K-pop, mengingat China adalah sumber pendapatan terbesar bagi agensi terkemuka Korea Selatan.
Dilansir Zigi.id dari Korea Times pada Jumat, 10 September 2021, tepat ketika aturan turun pada 27 Agustus 2021, layanan streaming musik seperti Tencent dan QQ Music langsung melakukan pembatasan. Tiap pelanggan hanya diperbolehkan untuk membeli tidak lebih dari satu salinan album secara online.
Total ekspor album K-pop pada Juli 2021 melonjak 3,6 kali dari tahun sebelumnya, menjadikan total keuntungan US$26 juta. Penjualan terbesar datang dari penggemar China dengan total pembelian mencapai US$8,35 juta. Nilai ini adalah jumlah terbesar yang pernah ada.
Maka aturan tersebut akan memengaruhi seluruh penjualan album setelah Agustus 2021, meski asumsi tersebut baru bisa terbukti setelah beberapa bulan kebijakan ditetapkan.
"Penjualan album didasarkan pada pembelian individu, sulit untuk memprediksi scera akurat dampak pembatasan sampai kami bisa mendapatkan data setelah kuartal ketiga tahun ini," jelas Park Dagyeom, peneliti di Hi Investment dan Securities.
Saham YG, SM, dan JYP Turun
Sehari setelah pengumuman aturan baru, saham ketiga agensi besar tersebut lantas turun. YG Entertainment mengalami penurunan hingga 2,54 persen. SM Entertainment turun di angka 1,94 persen. Sedangkan JYP Entertainment turun hingga 1,57 persen.
Salah satu perwakilan dari ketiga agensi secara khusus menanggapi kemungkinan penjualan album yang turun. Pembatasan tersebut kemungkinan tidak akan memberikan dampak yang sangat besar. Mengingat keuntungan yang berbasis penjualan album tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya.
Menanggapi situasi ini, netizen mendiskusikan dampak lebih jauh pada perusaahaan agensi tersebut. Beberapa komentar berpendapat bahwa SM Entertainment akan jadi agensi yang paling terdampak.
"SM pasti dalam masalah besar karena Lee Soo Man ingin membuat grup Cina yang lebih besar lagi, tapi sekarang tidak bisa," komentar seorang netizen.
"Kukira Blackpink tidak akan terpengaruh karena mereka punya penggemar internasional," tulis yang lain seperti dilansir dari Allkpop pada 10 September 2021.
"Kukira semua artis K-pop akan terpengaruh jika penggemar Cina dibatasi," kata salah satu netizen lain.
Aturan Pemerintah China membatasi penjualan album akan memberikan dampak untuk 3 agensi: YG, SM, dan JYP Entertainment. Sebagai pasar penjualan album terbesar, jumlah kerugian yang diderita 3 agensi besar tersebut baru bisa dikalkulasi di akhir tahun 2021.
