K-net Tolak Debut Sitala H1-Key, Diduga Dukung Militer Thailand

Image title
1 Desember 2021, 10:11
Sitala Wongkrachang
@sitalawongk/Instagram
Sitala Wongkrachang

ZIGI – H1-Key merupakan girl grup pertama dari Grandline Grup (GLG) yang beranggotakan Seoi, Yel, Riina dan Sitala. Salah satu member asal Thailand, Sitala terlibat kontroversi karena latar belakang keluarganya.

Netizen mengatakan, Sitala dan keluarganya mendukung kediktatoran dan kudeta militer pada 2014 di Thailand. Hal ini membuat netizen Korea Selatan menolak Sitala debut sebagai idol. Yuk simak artikel lebih lengkapnya di bawah ini! 

Kontroversi Sitala Sebelum Debut Bersama H1-Key

Sitala Wongkrachang
Photo : Berbagai sumber
Sitala Wongkrachang

Sitala merupakan anggota keempat H1-Key yang dikenalkan oleh GLG. Sitala sempat mendapatkan perhatian netizen karena latar belakangnya yang merupakan anak dari aktor terkenal di Thailand, Sarunyu Wongkrachang.

Namun, Sitala mendapatkan respons negatif dari seorang netizen asal Thailand. Dalam unggahan netizen tersebut, terkuak Sitala dan keluarganya terlibat kontroversi yang membuat kondisi masyarakat Thailand menjadi kacau.

Ayahnya adalah Tuan Saranyu, mantan aktor terkenal. Dia adalah andalan dari kudeta militer tahun 2014 dan keluarganya termasuk #SITALA adalah pendukung kediktatoran. Ini 7 tahun sejak kudeta, negara kita semakin terpuruk,” tulis seorang netizen di Twitter.

Berawal dari krisis politik Thailand yang sudah terjadi enam bulan untuk menuntut Perdana Menteri Yingluck Shinawatra mengundurkan diri.

Krisis politik yang terjadi di Thailand dalam kondisi buruk hari demi harinya. Bahkan kerusuhan tersebut menyebabkan sejumlah orang meninggal. Lalu, militer mengambil alih pemerintahan dan mengaktifkan reformasi politik

Kudeta yang terjadi pada 2014 di Thailand terjadi setelah dua hari pihak militer mengumumkan sedang krisis militer. 

 

K-Netizen Tolak Debut Sitala H1-Key 

Sitala Wongkrachang
Photo : @sitalawongk/Instagram
Sitala Wongkrachang

Setelah beredarnya kabar mengenai kontroversi Sitala serta keluarganya terhadap militer dan kediktatoran, member asal Thailand ini mendapatkan kecaman dari netizen Thailand. Bahkan isu tersebut ramai di Twitter agar Sitala keluar dari H1-Key dan debutnya dibatalkan.

Netizen Korea Selatan mulai mendukung atas pembatalan debut Sitala. Bahkan isu tentang latar belakang Sitala menjadi topik hangat di beberapa situs komunitas online setelah ratusan netizen Korea Selatan meminta untuk penghapusan Sitala.

Kekecewaan netizen Korea Selatan bukan hanya di komunitas online saja bahkan sampai ramai di Twitter. K-netz beramai-ramai menyatakan dukungan kepada netizen dan masyarakat Thailand.

Mereka harus menghapusnya (Sitala). Ini tidak masuk akal jika dia pendukung kediktatoran. Jika tidak, lalu – dimasa mendatang, pelaku narkoba dan pelaku kejahatan lainnya akan bergabung (jadi idol)-,” tulis seorang netizen Korea Selatan.

Bahkan belum 100 tahun sejak kediktatoran terjadi sehingga tidak masuk akal untuk mendebutkan anak seorang pendukung kediktatoran,”

Kami pertama kali memiliki masalah dengan China dan Hong Kong dan sekarang mereka mencoba untuk mendebutkan seorang diktator Thailand di K-pop,”

Sitala dikabarkan akan debut di girl grup bernama H1-Key pada Januari 2022 di bawah naungan label GLG. Sedangkan GLG merupakan sub label dari Grandline Entertainment yang didalamnya terdapat Stella Jang.

Hingga saat ini, pihak agensi GLG belum menanggapi mengenai kontroversi latar belakang Sitala member H1-Key asal Thailand tersebut.

Baca juga: Profil dan Biodata Member H1-Key Girl, Ada Sitala Anak Aktor Thailand

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...