Sitala H1-Key Tetap Debut Meski Tuai Kontroversi di Thailand
ZIGI – Kontroversi Sitala H1-Key masih jadi pembicaraan. Agnesi Grand Line Group angkat bicara dan menekankan bahwa Sitala seharusnya tidak disangkutpautkan dengan pandangan politik sang ayah, Sarunyu Wongkrachang. Lebih lanjut, agensi mengatakan tidak akan ada perubahan rencana debut H1-Key.
Netizen Thailand lantas mengkritik keputusan Grand Line Group untuk tetap mendebutkan Sitala. Simak berita lengkapnya di bawah ini!
Baca Juga: Profil dan Biodata Member H1-Key Girl, Ada Sitala Anak Aktor Thailand
Agensi Angkat Bicara Tentang Kontrovesi Sitala H1-Key
Agensi Grand Line Group (GLG) angkat bicara terkait kontroversi Sitala H1-Key yang diduga mendukung pemerintahan diktator Thailand. Debut Sitala di Korea Selatan diprotes oleh netizen Thailand dan menjadi bahan perbincangan di komunitas online Korea Selatan. Pernyataan agensi pertama kali dikeluarkan pada Rabu, 8 Desember 2021.
"Karena rumitnya masalah ini, yang melibatkan keterlibatan anggota Sitala H1-Key dan mendiang ayahnya dalam urusan seperti politik, pemerintahan, ekonomi, dan masyarakat Thailand, butuh waktu untuk lembaga untuk benar-benar memahami masalah yang dihadapi, dan kami sangat berhati-hati dalam menangani masalah tersebut,” ungkap Grand Line Group, dikutip dari Allkpop.
GLG menyebutkan pihaknya telah melakukan investigasi dan berkesimpulan bahwa salah menempatkan Sitala dalam situasi politik Thailand. Mendiang ayah Sitala adalah Sarunyu Wongkrachang, aktor dan sutradara populer yang memberikan dukungan kepada pemerintah diktator Thailand.
Agensi menekankan Sitala tidak seharusnya bertanggung jawab atas pandangan Saranyu maupun kondisi politik Thailand, mengingat dirinya tidak pernah ambil bagian dalam gerakan politik apa pun. Secara hati-hati, GLG juga meluruskan bahwa Sitala menjadikan sang ayah panutan untuk kariernya di dunia seni, bukan pandangan politiknya.
Dengan pernyatan tersebut, H1-Key akan debut tanpa ada perubahan dalam susunan member. Nantinya, Sitala menjalankan aktivitas bersama Yel, Seo, dan Riina .
Kabar terakhir menyebutkan Sitala sedang merefleksikan seluruh kritikan yang ditujukan kepada dirinya. Ia juga akan bekerja keras untuk membuat Thailand lebih dikenal oleh dunia.
Netizen Berikan Respon Negatif untuk Debut Sitala H1-Key
Begitu memberikan pernyataan tentang kepastian debut Sitala, akun Twitter @GLG_official dipenuhi komentar tentang ketidaksetujuaan mereka terhadap keputusan tersebut. Beberapa menunjukan bukti bahwa Sitala pernah terlibat gerakan yang mendukung tuntutan militer untuk kudeta saat berusia 17 tahun.
Netizen lain menyadari bukan hal mudah untuk mengeluarkan satu idol jika grup tersebut sudah dalam posisi akan debut. Agensi sudah telah berinvestasi kepada para member. Mengurangi 1 member akan berefek pada H1-Key.
Saat ini, Sitala dan member H1-Key dijadwalkan untuk debut pada 5 Januari 2022. Belum ada kabar apakah kontroversi ini akan membuat debut keempat member mundur atau sesuai dengan berita awal. Ikuti terus perkembangan berita H1-Key di Zigi.id ya!
Baca Juga: K-Netz Tolak Debut Sitala H1-Key, Diduga Dukung Militer Thailand
