5 Tips Sukses Jadi Konten Kreator K-pop ala Tiffani Afifa
ZIGI – Buat kamu yang berpikir untuk menjadi konten kreator di YouTube, banyak cara menjadi YouTuber sukses yang bisa kamu lakukan. Kali ini, Zigi.id bakal membongkar tips menjadi YouTuber sukses menurut pengalaman Tiffani Afifa.
Tapi sebelumnya, kita kenalan dulu yuk dengan Tiffani Afifa. Perempuan lulusan kedokteran Universitas Indonesia ini adalah seorang YouTuber yang fokus pada konten K-pop. Berbakat di dunia tarik suara, Tiffani pernah menjadi juara K-pop World Festival 2017 di Cangwon, Korea Selatan.
Saat artikel ini dibuat, Tiffani sudah memiliki subscriber hingga 500 ribu. Kepada Zigi.id, Tiffani belum lama ini berbagi rahasi cara menjadi konten kreator K-pop. Simak terus ya!
1. Perhatikan Target Marketnya
Ketika kamu membuat konten di YouTube, kamu harus memperhatikan target marketnya. Menurut Tiffani, hal ini sangat penting diperhatikan agar konten yang dibuat bisa memuaskan penonton.
"Buat aku, K-pop berarti anak-anak remaja sampai dewasa muda, berarti aku harus sesuaikan kontennya untuk target mereka," kata Tiffani ketika menjadi narasumber #Katadata9 Virtual Event: "Having Fun With Data", yang tayang di kanal YouTube Katadata Indonesia, Selasa, 4 Mei 2021.
2. Orientasi pada Karya Bukan Uang
Menurut Tiffani, cara menjadi YouTuber akan lebih baik jika membuat konten sesuai apa yang dinginkan, lebih baik lagi kalau sesuai hobi, dan bukan berorientasi pada uang. Sebab, biasanya YouTuber pasti akan menghadapi berbagai rintangan yang bisa saja menjatuhkan.
"Konten yang kamu sajikan adalah konten yang memang kamu enjoy melakukannya. Jadi lebih ya udah, kalau misal ada badai menerjang, ada satu titik di mana kamu berpikir, tapi kan gue suka ngelakuin ini, jadi itu akan membantu untuk kita back up berdiri lagi untuk akhirnya ngonten lagi," sambungnya.
3. Siap Mental dan Bodo Amat
Ibarat semakin tinggi pohon semakin kencang pula angin yang menerpanya, menjadi YouTuber juga begitu. Tiffani mengungkapkan, sebagai konten kreator tidak mungkin bisa menyenangkan semua orang. Jadi berlatihlah untuk bodo amat.
"Jadi lebih ke, coba deh coba bodo amat gitu, karena itu penting. Tetapi untuk yang baru ini susah banget," ujarnya lagi.
4. Jangan Tergoda Konten Viral
Tiffani menegaskan, konten yang dibuat sebaiknya tidak hanya bergantung pada konten yang viral. Meski memang sesekali bisa memiliki banyak viewers, tetapi ketika tidak ada hal viral maka kamu akan kebingungan sendiri.
"Karena hal yang viral itu sifatnya cepat banget berganti, era-era digital ini seminggu kemudian, lagi ini, lagi itu, tiba-tiba, entar ada satu yang tidak ada yang viral apa-apa gitu," katanya lagi.
Konten viral memang bagus untuk jangka pendek, tapi kamu juga perlu memikirkan konten yang menjadi ciri khas agar channel YouTube yang dibuat bisa bertahan selamanya.
5. Hindari Negatif Marketing Strategy
Meski masyarakat Indonesia diakui Tiffani suka dengan hal-hal yang berbau sensasi, namun ia menyarankan untuk tidak melakukan negatif marketing srategy. Sebab, ke depannya akan sangat berpengaruh pada konten dan terutama mental.
"Untuk yang nonton apakah ada manfaatnya? Aku kadang menanyakan itu," tegasnya.
Itulah beberapa cara menjadi konten kreator yang dibagikan oleh Tiffani Afifa. Berdasarkan data dari Katadata Insight Center, jumlah penggemar K-pop di Indonesia berada di peringkat kedua setelah Korea Selatan sendiri lho. Yuk saatnya berkarya, peluang terbuka lebar nih!
